Hindu Jawa Nusantara Bangkit #HinduJawa #SemeruAgung #PuraSemeru #Lumajang #Senduro
#NgurahSuryaKusuma Youtube Channel: Ngurah Surya Kusuma
seen from South Africa
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Italy

seen from United States
seen from Pakistan
seen from China

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Serbia

seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from Australia
seen from Bosnia & Herzegovina
seen from France
seen from Hong Kong SAR China
Hindu Jawa Nusantara Bangkit #HinduJawa #SemeruAgung #PuraSemeru #Lumajang #Senduro
#NgurahSuryaKusuma Youtube Channel: Ngurah Surya Kusuma
22:28
#bangkit
Kadang, bangkit bukan soal melupakan patah, tapi menerima bahwa kita bisa tumbuh meski retak. Setiap kali jatuh, aku belajar cara untuk lebih kuat, bukan dengan menutup luka, tapi dengan merawatnya. Karena bangkit bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang berani mencoba lagi.
@ffahraa , hari keduapuluh dua dari #28hariberprosa
Ini kisah hidup anak manusia yang dihidupkan tapi merasa dirinya tiada, yang rautnya sumringah bahagia tapi hatinya luka berdarah-darah, yang hidupnya utuh tapi terbelah pilu hingga binasa.
Ini bukan tentang patah hati perihal cinta, tapi hal-hal yang ia percaya ternyata tak sesempurna yang terlihat oleh matanya. Sekali lagi ini bukan patah perihal cinta, tapi perihal kisah hidup anak manusia yang hidup dalam belenggu kepalsuan dan kebahagiaan yang tak terasa sebagaimana mestinya terlihat maupun dirasa.
la hidup begitu nyata, nelangsa masuk hingga jiwa. Ia tak butuh maaf hanya peluk yang sedari dulu ia dambakan kala. Rumah yang seharusnya untuknya kini tiada. Entah kemana ia harus pulang. Anak manusia yang baru saja tumbuh dewasa itu, dipaksa bangkit menghadapi kenyataan bahwa rumah tak selalu harus menjadi tempat berpulang dan ia harus belajar untuk terbiasa dengan sepi maupun.
Dibentangkan oleh @hallosalma sedikit di acak-acak oleh @by-u
22-02-2025.
Bangkit
Terkadang hidup membawa kita pada hal-hal yang tak terduga. Yang merusak hari, mengoyak asa, meleburkan harapan. Terkadang hidup membawa kita beranjak dari satu luka ke luka yang lain. Memaksa kita bertahan padahal kita hanya ingin tenggelam Dan meraung sejadinya. Terkadang hidup mengajarkan kita untuk beranjak dengan paksa, atas apa yang kita cinta, atas apa yang kita damba. Terkadang memang hidup menuntun kita dari satu kecewa kepada kecewa yang lain.
Lalu untuk apa kita hidup? Untuk apa kita bertahan? Untuk apa kita bertanya? Untuk apa kita dipertanyakan? Lelah di dera. Namun ternyata, hidup tak hanya berkutat perihal luka. Tak hanya berkubang dalam keterasingan dan keterpurukan. Bukan pula perihal melupakan luka. Kita bisa memilih untuk beranjak atau menatap. Tetap berkubang, atau Bangkit. Karna ternyata, selalu ada banyak hal yang diperoleh saat kita berserah. Karna memang selalu ada pelangi setelah badai. Walau kadang kita yang terlalu rumit menilai dan menakar hal-hal tersebut.
Dan saat kita akhirnya berdiri, menatap dunia dengan pandangan yang lebih tajam dan penuh makna, kita menyadari bahwa yang memeluk kita bukanlah hanya kebahagiaan, melainkan luka itu sendiri. Luka yang mengajarkan kita untuk mencintai diri kita dengan cara yang baru, menerima setiap kekurangan dan kelebihan yang ada. Karena dalam menerima dan memeluk luka, kita akhirnya menemukan kedamaian sejati.
Semoga kita kelak menyerah untuk menyerah...
Jadilah seperti matahari pagi. Baik ditunggu maupun tidak ada yang menunggu dia tetap bersinar. Anggaplah angin kencang yang berhembus kemarin sebagai pembuktian bahwa kamu pelaut hebat yang telah melewati badai besar. Kini berdirilah kembali sebagai penghargaan kepada diri sendiri. Nantinya barulah mereka menyadari kamu bukan hanya berjuang, tapi kamu layak untuk diperjuangkan.
“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 139)
Aku pernah berada di suatu titik di mana rasanya hidup terasa menyakitkan dan menyesakkan, hingga rasanya aku tidak ingin membuka kedua mataku lagi. Tapi aku memilih untuk membuka kedua mataku lagi.
Aku pernah berada di suatu titik di mana aku ingin melupakan seluruh ingatanku. Tapi aku tak ingin benar-benar melupakan ingatanku, hanya saat tertentu saja aku ingin melupakannya.
Aku pernah berada di suatu titik di mana aku ingin menyerah berkali-kali karena merasa tak sanggup menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi. Tapi sampai saat ini, aku masih berjalan meskipun tertatih-tatih.
Aku pernah berada di suatu titik di mana semua rencana yang sudah kususun rapi, berantakan satu per satu. Tapi aku mulai menyusunnya lagi meskipun jatuh beberapa kali.
Aku pernah berada di suatu titik di mana rasanya berbicara dan berdiri di antara orang-orang terasa sangat menakutkan dan membuatku ingin menghilang saja. Tapi aku memilih untuk selalu berlatih meskipun hasilnya tidak sebaik orang lain.
"Jikalau sumbu milikku tak lagi menerka-nerkamu, itu berarti kau tak cukup untuk menjadi nyala api bagiku.
Tatkala rayu aksara milikku tak lagi menuliskanmu, itu bermakna bahwa kau telah jauh berpaling dariku.
Binar netramu hanya terpatri pada ia yang bahkan tiada menatapmu barang sekali windu.
Kau hanya perjuangakan ia yang sejak awal tiada tuju yang sama denganmu."
Sadarkah rupanya kau membuang banyak waktu? Lalu mengorbankan seseorang yang rela jiwanya hanya untukmu? Perihal rasa, kupikir akan membuat raga dan hati ini selalu menunggumu. Namun rupanya tidak.
Setelah rapuh dan patah itu, aku bersaksi : Tiada bangkit, kecuali aku membiarkan engkau pergi, s e l a m a n y a.
-Rahl, 22225
Bangkit
Oleh: Kevin setyawan
Kau hadir membangkitkanku pada jiwa yang telah rapuh dalam hati yang kian terpuruk.
Rangkulan tanganmu sehangat mentari pagi memberiku semangat seolah aku bisa hadapi jutaaan badai yang menghalangiku di depan sana.
Terima kasih sudah menopangku melewati hari tergelapku membuatku seolah kuat untuk melangkah mendaki jutaan gunung tertinggi sekalipun.
Karenamu adalah semangatku jutaan rasa membuatku kembali hadir untuk terus membangkitkan jiwa yang telah hancur ini.