seen from Thailand
seen from T1
seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from China
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Brazil
seen from T1

seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye
5 Game yang Butuh Waktu Hingga Berbulan – Bulan untuk Ditamatkan
Video game adalah salah satu bentuk hiburan yang bisa dibilang cukup menarik sekali untuk sekadar melepaskan rasa penat atau stress yang memang paling digemari oleh banyak kalangan, sebab dianggap lebih interaktif dan juga menantang. Sehingga kadang kalanya untuk bisa menamatkan game tersebut bukan hal yang mudah, bahkan butuh ketekunan dan kesabaran dari pemainnya. Nah, jika berbicara mengenai masalah waktu untuk bisa menamatkan game, sepertinya ada beberapa game yang butuh waktu hingga berbulan – bulan untuk ditamatkan. Simak baik – baik informasinya di bawah ini ya!
5 Game yang Butuh Waktu Hingga Berbulan – Bulan untuk Ditamatkan
Europa Universalis III
Ini adalah game pertama yang butuh waktu paling lama untuk bisa ditamatkan. Game tersebut merupakan game bergenre RPG dimana Anda akan kendalikan sebuah Negara untuk bisa melakukan banyak hal, seperti berperang, lakukan perdagangan, diplomasi, dan mengatur perekonomian.
White Knight Chronicles II
Ini adalah game RPG seri lanjutan yang masih gunakan sudut pandang third person. Yang membedakan game tersebut dengan pendahulunya adalah adanya sistem pertarungan yang diperbaharui, variasi armor dan juga senjata yang jauh lebih banyak, yang pasti membutuhkan skil baru.
Monster Hunter Freedom Unite
Ini adalah game yang mendapat penambahan fitur seperti armor dan senjata dengan tingkat kelangkaan 9, 10, dan epic hunting quest. Untuk bisa menamatkan game tersebut butuh waktu sekitar 150 jam untuk selesaikan cerita utamanya, dan 460 jam untuk selesaikan semua aspek dari game tersebut.
Elder Scrolls : Morrowind
Ini adalah game bergenre action RPG yang merupakan seri ke-3 dari franchise Elder Scrolls. Tak jauh berbeda dengan pendahulunya, game tersebut masih sama mengusung konsep dunia fantasi dimana para pemain bisa berpetualang untuk menyelesaikan berbagai quest, kalahkan monster dengan sistem pertaruangan first person combat.
Disgaea Hours of Darkness
Ini adalah game genre RPG taktis dimana Anda akan kendalikan party untuk bertarung dengan kelompok musuh di sebuah arena grid. Untuk menamatkan cerita utama dalam game ini Anda perlu waktu sekitar 47 jam, sementara itu untuk selesaikan semua aspek dalam game tersebut butuh waktu sekitar 470 jam.
Bermain game memang sangat seru dan menjadi hiburan tersendiri bagi pemainnya. Khususnya untuk game android, disarankan spesifikasi HP memadai dan sesuai dengan game yang ingin dimainkan, agar performa HP tetap maksimal dalam menjalankan game.
Demikian informasi tentang 5 game yang butuh waktu hingga berbulan – bulan untuk ditamatkan. Semoga bermanfaat.
Bikin Nostalgia, Game Teenage Mutant Ninja Turtles Bakalan Rilis di Mobile!
Platform mobile merupakan salah satu perangkat yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, tak terkecuali untuk bermain game. Gamenya-pun bisa dimainkan kapan saja, oleh karena itu banyak digemari oleh para gamer seluruh dunia. Kini platform mobile akan kehadiran game dari serial kartun terkenal Teenage Mutant Ninja Turtles. Studio yang bertugas menjadi pengembangan dari game tersebut adalah synapse yang diberi judul Teenage Mutant Ninja Turtle: Mutant Madness, hal ini disampaikan melalui announcement trailer gamenya. https://www.youtube.com/watch?v=abf4_cTto00&feature=emb_logo Game tersebut akan menggunakan karakter yg sama persis dengan versi kartunnya, hal tersebut dilakukan agar terasa familiar saat memainkan gamenya. Hingga saat ini, sang pengembang masih belum memberikan detail rinci dari game TMNT: Mutant Madness, namun satu hal yang pasti game tersebut akan menjadi game free-to-play. TMNT: Mutant Madness direncanakan rilis pada September 2020 mendatang untuk platform mobile. Read the full article
Penampakan Trailer Dari Game RPG 'Fairy Tail' yang Tak Lama Lagi Bakal Rilis!
Pada tahun 2020 sudah banyak game yang diadaptasi dari anime walau memang tidak semua game yang diadaptasi dari anime mendapatkan nilai positif di mata para gamer. Berbeda hal kalau ditangani oleh developper game yang tepat, seperti yang diperlihatkan oleh game RPG Fairy Tail besutan developer Gust dan Koei Tecmo. Meskipun sempat mengalami penundaan rilis selama beberapa kali, game ini akhirnya sudah siap dirilis dalam waktu dekat. Baru-baru ini Koei Tecmo kembali merilis trailer baru untuk Fairy Tail yang memperlihatkan beragam detail menarik. Beberapa diantaranya mulai dari cuplikan cerita, sistem guild, hingga gameplay turn-based menggugah yang ditawarkan. Daripada penasaran, kamu bisa lihat trailernya di bawah ini. https://youtu.be/w6q_L3-Uo5s RPG Fairy Tail direncanakan bakal rilis pada tanggal 30 Juli 2020 yang tersedia untuk Console PC, Nintendo Switch dan PlayStation 4. Untuk pengembangan gamenya sendiri sejauh ini berjalan lancar jadi bagi kalian yang ingin memainkan game ini tidak perlu takut delay lagi. Kalian dapat membaca artikel menarik lainnya di laman ini Read the full article
Game ragnarok mobile merupakan game RPG online yang sangat terkenal di kawasan Asia. Di kawasan Asia Tenggara sendiri, ketika game ragnarok ini diluncurkan ...
Bermain game ragnarok mobile merupakan sebuah permainan yang sangat mengasyikkan untuk bisa Anda coba. Siapapun bisa memainkan game RPG terbaik ini dengan ...
Mobile Premier League Kini Resmi Tersedia di Indonesia!
LocalGame - Tim pengembang game asal India, Mobile Premier League hari ini mengumumkan ketersediaan platform eSports Mobile Premier League versi Indonesia. Mobile Premier Leagueme nawarkan berbagai game arcade yang mengadu ketangkasan serta sarat nilai kompetisi, yang bisa dimainkan pengguna dari berbagai kalangan masyarakat. Munculnya Mobile Premier League meramaikan industri eSports di Indonesia yang masih didominasi game dengan genre RPG, FPS, Battle Royale, atau Multiplayer pada umumnya . “Mobile Premier League merevolusi konsep arcade tradisional yang terpaku pada tempat serta mesin arcade, dan mengemasnya menjadi platform yang mudah diakses pengguna lewat smartphone yang digenggamnya setiap saat,” jelas Joe Wadakethalakal, CEO – Indonesia, Mobile Premier League. “Mobile Premier League hadir sebagai platform turnamen eSports untuk mencetak juara-juara baru dengan ketangkasan terbaiknya di berbagai kompetisi yang kami adakan setiap hari,” lanjutnya. Ia pun mengakui bahwa pasar industri eSports di Indonesia sangat menarik. Mengutip riset Newzoo di 2018, Indonesia berada di peringkat 17 dunia sebagai pasar game terbesar dengan proyeksi pendapatan sebesar USD 1.084 miliar. “Genre arcade yang dihadirkan MPL berpotensi menjangkau masyarakat secara lebih luas, dan kami bisa menjadi pionir platform arcade yang dapat memaksimalkan industri eSports dalam negeri, mulai dari penambahan kompetisi hingga penciptaan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif,” tambah Joe. MPL akan bekerja sama dengan para pengembang game lokal untuk menambahkan lebih banyak game ke dalam platformnya. Hingga kini, MPL telah diunduh hingga 25 juta kali di oleh penggunanya di India. Pengguna di Indonesia bisa segera mengunduh MPL lewat situs resminya di https://id.mpl.live. Mobile Premier League Memperkenalkan Pengalaman Gaming Arcade Masa Depan
Indonesia kian serius memaksimalkan potensi eSports seiring diikutsertakannya eSports sebagai cabang olahraga resmi untuk dipertandingkan di SEA Games 2019, serta Asian Games 2022 mendatang. Keseriusan Indonesia juga terlihat dari besarnya dukungan pemerintah seperti terlihat dari pelaksanaan kompetisi Piala Presiden, Youth National Esports Championship, dan IEL University Series 2019. “eSports masih terlalu luas untuk dirangkum dalam kompetisi game yang ada sekarang, dan MPL percaya bahwa arcade adalah bahasa yang lebih universal untuk menyatukan gamers Indonesia,” ujar Ridzki Syahputera, Head of Growth Indonesia, Mobile Premier League. MPL menerapkan inovasi digital pada game arcade yang selalu populer dan digemari dari masa ke masa. Untuk peluncuran perdana versi Indonesia, platform MPL mengusung 5 judul game yang bisa segera dimainkan, yaitu Fruit Chop, Go-Ride, Runner no.1, Monster Truck, dan Fruit Dart. Game yang tersedia memiliki konsep yang serupa dengan game arcade pada umumnya, sehingga pemain baru akan merasa familiar dan mudah memahaminya. MPL masih akan menambahkan lebih banyak game di kemudian hari. MPL juga akan mengadakan turnamen untuk setiap judul game, sehingga para pemain punya kesempatan untuk menjadi juara setiap hari. Juara adalah pemain dengan skor tertinggi dalam turnamen, yang berhak mendapat sejumlah Berlian (alat tukar dalam game) sebagai hadiahnya.
Berlian ini juga digunakan untuk berpartisipasi dalam setiap turnamen. Pemain yang telah mengikuti turnamen dapat memainkan semua game sepuasnya, dan skor tertinggi selama turnamen akan menjadi penentu peringkat mereka dalam leaderboard. Berlian MPL bisa didapatkan tanpa harus melakukan pembelian dalam game. Masing-masing pengguna mempunyai referral code unik untuk mengundang temannya menjadi user baru MPL, dan setelah proses pendaftaran selesai, si pengundang akan mendapatkan sejumlah Berlian dan Token. MPL juga menyediakan Turnamen yang bisa diikuti dengan menukar Token. MPL memperkaya pengalaman pengguna dengan mengintegrasikan fitur GO-PAY dalam platformnya. Berlian yang diperoleh dari permainan dalam platform MPL bisa diubah menjadi saldo GO-PAY, di mana satu Berlian setara dengan seratus rupiah dalam GO-PAY. Fitur ini memungkinkan para pengguna untuk menikmati hasil jerih payahnya dalam Turnamen MPL, dan menggunakan produk, jasa, dan layanan GO-JEK serta GO-LIFE sesuai jumlah yang ditukarkan. Read the full article
The Outer Worlds Bukan Game Open World
Jangan berekspektasi yang “aneh-aneh” Harus diakui, banyak fans dari seri game Fallout yang awalnya merasa cemberut sekarang mulai kegirangan seperti anak-anak ketika mendengar pengumuman game teranyar Obsidian Entertainment yang memiliki kemiripan dengan Fallout tapi bukan Fallout. The Outer Worlds sebagai judul dari game RPG tersebut, seakan telah menjadi satu tempat pelarian sempurna bagi para fans-fans Fallout yang sedang cukup kecewa dengan game Fallout 76. Namun ditengah hype yang sudah mereka rasakan, ada catatan-catatan penting yang seyogyanya harus mereka atau kalian tahu tentang game The Outer Worlds, terutama demi merekonstruksi kembali pengertianmu tentang game ini. percaya tak percaya, The Outer Worlds bukanlah sebuah game yang tergolong AAA ataupun indie. Dengan menggandeng Private Division (anak perusahaan Take Two) sebagai publisher, The Outer worlds merupakan game yang dikerjakan dengan budget kelas menengah atau bisa dibilang game AA.
Sehingga dari situ, sebaiknya kalian jangan membanding dulu game ini dengan game-game Fallout modern yang sudah Bethesda dan Obsidian buat pada waktu itu. The Outer Worlds dan Fallout adalah 2 game berbeda yang memiliki sedikit kesamaan dalam mekanisme gameplay RPG-nya. Pihak Obsidian sendiri yang diwakilkan oleh Mikey Dowling selaku Communication Director bahkan juga telah menegaskan bahwa The Outer Worlds sebenarnya bukanlah sebuah game Open World. Sebagai game dengan tema Sci-fi dan penjelajahan luar angkasa, Outer Worlds sayangnya hanya menyajikan dua total planet yang bisa kamu telusuri, dan masing-masing memliki sub-area yang bisa dijelajahi secara bebas seiring dengan berlanjutnya progres cerita. Walaupun begitu, Mikey tetap menjanjikan adanya bejibun hal-hal menarik di game yang bisa kamu temui dan rasakan secara lebih padat. Intinya, Obsidian betul-betul ingin lebih fokus dalam mengoptimalkan kualitas imersi permainan yang bisa kamu dapat ketimbang harus menciptakan area dunia penjelajahan yang seluas mungkin, namun penuh kekosongan. Tanpa membocorkan lebih lanjut, Mikey sendiri memberikan kisi-kisi bahwa konsep eksplorasi dalam game The Outer Worlds akan menggunakan pendekatan yang sedikit mirip dengan game Star Wars KOTOR 2. Hanya saja, Obsidian di sini akan mengeksekusinya secara lebih serius, matang dan mendetail. Game The Outer World sampai saat ini masih belum memilki tanggal kepastian rilis, namun dijanjikan akan segera meluncur pada sekitaran tahun depan di konsol PS4, Xbox One, dan PC (via Steam). Read the full article