Terkadang bukan karena tak peduli, tapi memang lupa. Hehehe... Maklum sibuk! Sibuk ngurusin nasib orang lain.

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from United States
seen from China
seen from India
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Taiwan

seen from Canada
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Singapore
seen from Yemen

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
Terkadang bukan karena tak peduli, tapi memang lupa. Hehehe... Maklum sibuk! Sibuk ngurusin nasib orang lain.
*sadness
Aku ga tau apa yg terjadi ama kamu.
Karena kamu ga ijinkan aku untuk tahu.
Yang jelas, aku sakit.
Aku sedih.
Karena aku tidak diberi kesempatan untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Aku memang salah.
Tapi bisakah aku diberi tahu apa pastinya salahku? Aku siap kok menerima. Aku siap pergi dari kehidupan kamu.
Kita memang belum lama kenal, di suatu siang yang membosankan kamu tiba tiba muncul.
Tanpa firasat.
Menawarkan apa yang tidak biasa dari pekerjaanku yang selalu tampak biasa setiap hari.
Bukankah pernah kukatakan kamu seperti oase? Bukan...
Bukan yang tulang dari Rumania seperti katamu waktu itu. Ya.. kamu itu oasis aku. Sekelompok pepohonan dan mata air ditengah padang gurun.
Aku memang selalu bertanya di hati, kapan ini semua akan berakhir? Rasanya kehadiran kamu itu memang sangat menyenangkan. Dan aku cepat sadar bahwa yang serba terlalu itu sering hanya sekejap.
Aku harus siap. Aku harus bisa terima.
Tapi aku ingin sebuah penjelasan. Agar bisa memahami.
Setiap kata dari aku buat kamu itu nyata. Tidak kurang, seringkali lebih. Hehehe
Aku cuma mau kamu bicara
Jika aku..
Ah bukan jika, saat aku harus pergi, tolong jelaskan semua. Seperti ketika aku membuka diri untukmu. Suatu siang yang tampak biasa-biasa saja di Januari itu :)