berbicara tentang climate change , global warming dan segala macamnnya memang sangat membuat diri ini merasa sangat bersalah pada bumi, cause i’ve do nothing.. but when i was still on high school, i really concern about this topic. dan hanya sedikit hal yang saya bisa lakukan sejak itu mulai dari reuse plastik , tidak menggunakan parfum yang menggunakan spray tidak membuang sampah dll.namun pada saat ini justru saya merasa telah menjadi manusia yang turut menyumbang lapisan ozon yang ada di bumi kita ini. Terlebih melihat keadaan bumi sekarang yang malah semakin memburuk kebakaran hutan dimana2 , sangat banyak polusi kendaraan, air mengering , bumi semakin panas , iklim yang tidak menentu dll.
tagline yang di canangkan sejak dulu tentang stop global warming lets care for the world lets stop climate change just become a shit! do everyone really care about the world ? wheras they are still competing to build their country, build the transportation build their industry without thinking about how to reduce the impact of global warming or even stop it?
tagline hanya menjadi sebuah tagline tanpa ada yang berusaha untuk mewujudkannya, so this is so sucks guys!
climate change menjadi kata yang sangat menakutkan bagi masyarakat yang hidup di negara matrealistis yang meraih keuntungan dari revolusi industri , Namun Bagi sebagian terbesar orang di Indonesia yang masih berfikiran tentang mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan kesejahteraannya saja, 2 kata tersebut bukanlah hal yang menakutkan
Sebagian besar orang Indonesia masih berfikir ”besok makan apa, atau besok makan siapa, atau besok dimakan siapa” inilah yang sehari-hari ada didepan mata kita.
Untuk sebagian besar Rakyat kita kemungkinan besar berfikiran perubahan iklim memang kehendak Nya, perubahan iklim menurut sebagian besar Rakyat kita tidak ada kaitannya dengan kesalahan manusia, kalau pun ada kaitannya dengan kesalahan manusia hal yang demikian ini tidak usah dikaitkan dengan hak Rakyat yang sekedar berfikiran untuk makan esok hari.
Kemungkin besar rakyat Indonesia akan faham,menghayati, mengamalkan dampak dari Climate Change , Global Warming bila para penyelenggara negara, pejabat negara , partai politik sudah tidak berfikiran lagi untuk menyalahgunakan kekuasaan ( korupsi) , karena berfikiran menyalahgunakan kekuasaan ini sama saja berfikiran ”besok dimakan siapa atau besok makan siapa” , sedangkan kalau hanya ” soal makan memakan” negara kita hampir dapat dipastikan kalah dengan negara-negara yang menjadi penyebab utama terjadinya Climate Change dan Global Warming.
efek dari global warming sudah sangat jelas kita rasakan dengan panasnya bumi yang semakin meningkat banyaknya hewan yang punah karena mata rantai makanannya sudah hancur di telan bumi . Namun tidak ada yang kita coba lakukan?
bagaimana nanti nasib anak cucu kita, apakah kita tidak memikirkan nasib keturunan kita nanti yang hidup di sisa2 O2 yang terus menipis ?
bagaimana nasib hewan2 dan tumbuhan yang menjadi penyeimbang ekosistem kita ? tidakkah kita perduli tentang penguin2 yang hidup di kutub sana ?
Untuk merubah semua keadaan ini sangatlah tidak mungkin,namun marilah kita mulai dari sekarang mencegahnya agar perubahan iklim dan pemanasan global ini tidak menjadi lebih buruk.
start from little things , save our energy turn off the light , reducing electricity consumption, conserve water usage, reduce the consumption of meat, not littering, reducing the use of spray. And,if the world can find a sustainable solution to our energy demands, and lose the coal, oil and gas addiction, we will solve the biggest problem of our time and secure the future.
LETS DO IT!! JIKA BUKAN KITA LALU SIAPA LAGI ? JIKA BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI ?