Gratitude Journal #2| Gagal
Jika dalam satu kesempatan saya langsung mendapatkan semua yang diingin tentu, tak akan ada pembelajaran-pembelajaran hingga hari ini. Saya bersyukur, Allah berikan kesempatan untuk merasakan kegagalan beberapa kali. Tentang setiap stage kehidupan yang saat ini satu persatu saya jalani.
Walau dalam menjalani dan menghadapinya tidak selalu mudah, but...that’s how life is, right?
Saya beberapa kali teringat dan bersyukur, jika saat SMA dulu saya lolos menjadi siswa yang dikirim menjadi delegasi sekolah untuk exchange. Sepertinya saya tak akan belajar bahwa rasa gagal dan kecewa itu seperti apa. Sebab saya lahir dikeluarga yang sungguh care, hingga tak ingin anaknya ini merasa kecewa berat.
Iya, saya jarang merasa kecewa berat saat masa-masa sekolah dulu, semua keinginan saya selalu dituruti, Alhamdulillah. (Kita bahas dilain kesempatan ya)
Saat saya sedang berusaha menggapai mimpi untuk melanjutkan studi S2 ke LN. Namun harus saya urungkan sebab salah satu orang tua saya berpulang lebih dulu. Tentu kondisi ekonomi keluarga saya menjadi tidak sekuat dulu. Keputusan bekerja dan merubah semua pola hidup saya 180 derajat adalah pembelajaran yang sangat berharga dan saya syukuri hingga hari ini.
Saya menjadi lebih tangguh akibat tempaan tempaan yang saya terima. Tidak mudah, tapi ya dijalani saja.
——
Ternyata saya sudah berjalan sejauh ini sungguh semua karenaNya. Hingga saya sadar, posisi saya saat ini adalah jawaban dari semua doa-doa yang dipanjatkan dulu.
Saya bersyukur atas segala kegagalan yang saya lalui.
Sungai Danau,
10 April 2021









