. . Fragmen #22: Pasar Lampion . Rinai menemaniku menembus pekatnya malam menuju Solo. . "Aku ingin makan Tahok sblm pulang ke HK", kataku pada Rinai. Kami menuju Pasar Gede, kawasan pecinan di Solo. Menjelang imlek, kawasan Pasar Gede dihiasi berderet lampion. . Aku mengenal Pasar Gede Solo bukan hanya dari deretan kisah sejarahnya. Aku mengenal kota ini dari deretan kuliner dan hiruk pikuk pasar tradisionalnya. . "Kau tahu Pasar Gede ini dibangun oleh arsitek Belanda. Namanya Karsten", kataku pada Rinai, "Arsitek yg sama dgn yg membangun Pasar Johar Semarang". . Kami sedang makan Tahok di salah satu sudut Pasar Gede sambil menonton orang-orang yg sibuk selfie di bawah lampion. . "Ir. Thomas Karsten, dia bukan hanya arsitek biasa. Dia membangun kawasan terlebih dahulu, kemudian bangunannya. Karsten memahami bahwa negri kita tropis, itu sebabnya dia menggabungkan antara bangunan Belanda dan bangunan Jawa dgn kondisi cuaca di negri kita", kataku sambil menunjukkan bangunan Pasar Gede. . "Kau tahu Pasar Gede ini selesai dibangun tahun 30an", aku menjelaskan pada Rinai. . Seminggu sebelum imlek di Pasar Gede lima tahun terakhir ini diselenggarakan Grebeg Sudiro. Akulturasi budaya. Grebeg sendiri konsep Jawa, berpadu dgn budaya Cina. Kampung Sudiro ini kawasan pecinan Solo. . Sama seperti Tahok yg kita makan, ini pun kuliner khas keturunan Tionghoa. Makanan akulturasi. "Air Tahu" merupakan salah satu kuliner Cina. Dikenalkan ke negri kita, seiring bermigrasinya mereka ke sini. . Penggunaan air jahe menggantikan susu kedelai adalah bentuk akulturasinya. Antara lidah Jawa dan lidah Cina. Sesungguhnya, inilah kekayaan budaya kita, pada akulturasinya. . "Bahkan Tahok ini tidak kutemukan di Hong Kong atau di Cina sana", kataku sambil tertawa. . "Jika akulturasi berjalan baik-baik saja, kenapa Pasar Gede dibakar tahun 99?", tanya Rinai. . Aku menarik nafas panjang, memilih kata-kata: "Kau harus belajar, Rinai. Hidup kadang berisi hal-hal paradoks. Tidak semua hal berjalan dgn baik, termasuk soal akulturasi", jawabku. . . (Hari 22. 30 hari ngeblog di IG @30haribercerita) . . #30haribercerita #30hbc1722 #like4like #like4follow #grebegsudiro