Mata memberikan kita anugerah yang amat luar biasa dalam melihat. Apa yang kita lihat merupakan sebuah pantulan bayangan kehidupan yang lain dari diri kita. Dengan melihat kita dapat pula merasakan dan kadang kala berfikir, apakah saya seperti itu ? ataukah saya bukan seperti itu. Pandangan dari mata ini merupakan sebuah nikmat hidup dunia yang tak akan ternilai harganya, bila mana kita mampu bersyukur atas apa yang telah kita lihat.
Manusia hidup sebagai mahluk sosial, dimana akan selalu melihat orang lain dalam hidupnya. Melihat hidup orang lain merupakan langkah dimana menilai diri kita, apakah saya sudah baik ? sudah lebih baik ? atau malah masih jauh lebih buruk ?. Perspektif yang berbeda dapat menimbulkan arti yang beda juga dalam menilai. Dengan melihat dan menilai kadang juga bisa ber impak negatif pada sebuah rasa kesombongan. Pepatah sering berkata lihatlah sesuatu jangan dari sebuah covernya saja, tapi liat dalamnya. menurut saya kalo hanya dalam saja itu tidaklah cukup. Kita harus melihat lebih dalam lagi dan menelaah apa saja yang ada. Kadang untuk melihat sesuatu kita sering kali selalu harus diberikan situasi dimana yang memungkin kan untuk melihat tersebut.
Banyak sekali orang yang ingin menjadi dirinya sama dengan orang lain yang diliat nya, memang bagus tapi tak sepenuhnya baik. Lupa akan potensi diri sendiri sering kali terjadi dan yang pada akhirnya memaksakan sebuah potensi kemampuan yang bukan keahlian kita untuk ada pada diri sendiri, tentunya akan berimpact buruk. Karena BUKAN MENJADI DIRI SENDIRI. bersyukur atas apa yang kita miliki merupakan langkah awal untuk menemukan potensi diri yang sebenarnya. Jadi bersyukurlah masih diberi mata untuk melihat dan lihatlah diri sendiri apa potensi mu ? kembangkan itu tidak ada yang salah dalam dirimu selama itu bermakna positif. tak perlu jadi orang lain untuk menjadi yag lebih baik, tapi jadilah diri sendiri untuk menjadi seorang yang bijak untuk diri sendirinya dan orang lain di sekitarmya.












