Halmeoniseries #4 “Kucing ditukar Ayam”
Pagi ini, kittenku sedang berlari-lari di rumah.
Melihat mereka, dimulailah cerita mbah Uti tentang kucing. Anak ragil mbah Uti, suka sekali dengan kucing. Kucingnya lucu, gendut, dan sangat penurut. Tanteku tak hanya memanjakannya, tapi bahkan tidur kucingnya pun di kasur bersamanya.
Suatu saat, kata mbah ada orang yang datang ke rumahnya. Tanteku sedang bersekolah, dan sang kucing setia menanti di pintu.
“Mbah, ini kucingnya dituker ayam ya,, “ kata orang itu. Sepertinya dia tertarik dengan kucing tante yang unyu.
Mbah uti yang tau anaknya sangat sayang kucing itu menolak dengan halus.
“Maaf, ini bukan kucing saya, tapi punya anak saya. Kalau mau ya minta ijin dulu ke anak saya.”
========================================
mbah Uti adalah sosok yang sangat menghargai siapapun. Bahkan kepada anaknya sendiri. Aku ingat sekali, mbah Uti dulu hidup serba kekurangan. Makan ayam adalah hal yang sangat mewah bagi keluarganya. Seandainya beliau tega, bisa saja menukar kucinng itu dengan ayam untuk dimakan sekeluarga. Tapi beliau tahu, anaknya akan sangat sedih bila kucing kesayangannya diambil orang lain.












