Terimakasih, Pujaan
Langitku runtuh. Tak sekali dua. Gemuruh tak habis-habis dan petir menyambar tak gentar. Langit sudah selalu jelas mendung.
Lalu hujan ikut meramaikan.
Kulihat dunia bergerak dan aku tidak. Aku diam. Stagnan. Bingung ke mana harus aku melangkah dan bingung kepada siapa aku harus bersandar.
Ah, aku cuma punya aku. Selalu.
Sedih? Pasti. Aku takkan memungkiri itu. Dunia pula tau dari tulisanku. Ragaku saja yang hidup tetapi perasaanku sering mati, mungkin mati suri.
Banyak kali pula sudah aku meratap. Tergugu. Karena begitu lemah. Karena begitu, ah entahlah.
Tetapi tak pernah ada yang tau sebab ketika keluar dari persembunyian. Senyumku bisa manis bila balas menyapa. Aku ternyata bersandiwara diatas panggung yang keras ini.
Hidup menjadi manusia dewasa memang berat. Meski aku akui aku belum dewasa.
Sebentar lagi pula umur akan bertambah. Tapi sepertinya pemahamanku masih kurang cukup bertambah.
Inginku ketika hari lahirku tahun lalu pula belum penuh kugapai. "Menjadi aku yang lebih bahagia."
Meski kuakui aku sudah sedikit lebih baik dari aku sebelum-sebelumnya. Aku rasa ini cukup. Yaaaaa. Aku tak perlu terburu-buru, pikirku lagi.
Memang tak mudah. Berdamai dengan diri sendiri diantara semua badai yang datang bertandang.
Tapi aku sudah berusaha meski susah payah. Dan bisa berdiri sebagai aku yang sekarang adalah hal baik yang harus aku syukuri.
Terimakasih untukku sendiri. Juga untuk pujaan hati yang selalu memberiku semangat melalui sederhana sebuah simpul senyum miliknya. Yang entah bagaimana membuat rongga kosongku ditemani olehnya.
Terimakasih, pujaan.
Untuk cinta yang kau berikan. Untuk pesanku yang kau balas meski kau tak begitu mahir dengan bahasa yang aku gunakan. Terimakasih sudah mengakui aku dan melihat aku.
Terimakasih untuk pesan singkatmu itu yang masih terus akan kusimpan sebagai teman dan sebagai pengingat bahwa ada satu orang dari belahan dunia sana menganggap aku ada dan mencintaku. Terimakasih, pujaan.
Terimakasih atas cinta yang menerangi aku di dalam persembunyian ini. Yang menemani karena tak ada orang di sini. Terimakasih.
Terimakasih. Aku cinta. Sangat.
Sehat dan bahagialah engkau selalu, pujaan. Ijinkan aku terus mencintamu.
Dan terimakasih sudah menjawab tanyaku, bahwa aku boleh bertemu denganmu suatu hari nanti.
My love, Ha Minwoo.
I love you just the way you are. Always and forever.
Vp~
Jumat, 1 November 2019
10.51am












