Lantas kembali mempertanyakan segala hal yang awalnya telah diputuskan.
Hanya demi keegoisan.
Dulu, seolah terlihat dengan sangat jelas. Akan seperti apakah jalan ini ke depannya. Namun semuanya kembali ragu saat hati dan perasaan bergejolak tidak keruan. Rasanya ingin kembali sajalah ke rumah. Ke tempat mereka yang selalu menerima diri ini yang penuh kekurangan. Dimanapun tempatnya, berada bersama mereka selalu membawa perasaan kembali ke rumah. Perasaan pulang yang selama ini terdengar menyenangkan. Nyaman. Namun saat ini mereka sulit digapai. Mungkin sudah menjelma menjadi kampung halaman. Tempat yang tidak sering kita ada, tetapi akan selalu menjadi “kampung halaman” tempat berpulang.
Lagi-lagi waktu telah berjalan dengan kejamnya. Perasaan asing yang baru-baru ini semakin menumpuk, akankah ternetralisir?
Bisakah rumah itu benar-benar menjadi rumah?
Mungkin sebenarnya hanya diri ini yang sanggup menjawabnya.



















