Surat Kesekian di Hari ke-11 bulan Februari
So if you’re lonely You know I’m here waiting for you I’m just a cross-hair I’m just a shot away from you .................. (Franz Ferdinand – Take Me Out)
Aku sengaja memutar berulang-ulang beberapa lagu favoritmu. Salah satunya lagu yang dinyanyikan Franz Ferdinand yang berjudul Take Me Out. Masihkah lagu itu menjadi lagu favoritmu? Masih ingatkah kamu sekitar tahun 2009 yang lalu kamu sengaja datang ke kota tempat tinggalku sekarang ini untuk melihat Alex Kapranos beraksi? Event yang (sepertinya) kamu gadang-gadang sebagai hadiah ulang tahunmu ke 18, karena event itu berlangsung hanya beberapa hari saja setelah hari ulang tahunmu. Mungkin aku hanya sedang merindukan kamu. Itu saja
Sedang sibuk kah kamu dengan rutinitas kerjamu? Bagaimana rasanya menjadi salah seorang yang berada dibalik meja, mengurus segala sesuatu tentang remeh-temeh manusia dan segala permasalahannya dalam lingkup organisasi? Harusnya kita bisa berdiskusi banyak tentang hal ini, atau bahkan malah aku yang harus berguru padamu. Mungkin aku hanya sedang merindukanmu. Itu saja.
Kemarin aku bertemu lagi dengannya. Orang yang sangat mirip denganmu. Lagi-lagi aku tak dapat menahan diri untuk selalu memperhatikan setiap gerak-geriknya. Melihat apapun yang melekat padanya. Kemudian secara otomatis indera penglihatanku ini akan mengirimkan sinyal-sinyal ke otakku, dan menerjemahkan bahwa itu lah kamu. Lagi-lagi mungkin aku hanya merindukan kamu. Itu saja.
Aku pun sengaja memutar kembali video iseng-isengmu yang berisikan kumpulan foto-foto segerombolan teman-temanmu di kampus yang bertabur diksimu yang sangat khas. Memutar kembali video yang sengaja kamu buat bersama tim pubdok untuk teaser salah satu event tahunan di kampus. Lagi-lagi dengan balutan diksi yang sangat khas darimu. Aku pun akhirnya melihat kembali berbagai ekspresi senyummu yang terbingkai dalam format dua dimensi itu. Sekali lagi, mungkin aku hanya sedang merindukan kamu. Itu saja.
Hey, hari ini tanggal 11. Masih kah angka ini menjadi angka favoritmu? Atau sudah kah angka favoritmu berubah menjadi angka 19? Atau malah 13? Tak perlu kujelaskan lagi maksud angka-angka itu. 11, 19, 13. Aku yakin orang-orang terdekatmu pasti sudah paham, kenapa aku bisa mengatakan itu angka favoritmu. Hey, jangan salahkan otakku ketika aku melihat kalender dengan tulisan angka 11 ternyata yang kuingat adalah kamu. Mungkin aku hanya sedang merindukan kamu. Itu saja.
Ini surat cinta kesekian untukmu di Hari ke-11 bulan Februari dan aku masih saja merindukanmu setiap hari.
“......Dia Berkata. Masa Lalu Berwarna. Masa Depan Penuh Warna......”
Ingatkah kamu dengan kata-kata itu? Hey, mungkin aku hanya sedang merindukan kamu. Itu saja.










