Selamat Harlah NU ke-92, 31 Januari 1926 - 31 Januari 2018.
Sebagai sebuah organisasi Islam yang lahir di bumi pertiwi, Nahdlatul Ulama merupakan anugrah Allah Swt. untuk Indonesia, kontribusinya terhadap kemerdekaan sangatlah besar dan konsisten menjaga kedamaian dan persatuan seluruh ummat di Indonesia, karena dalam perjalanannya selama ini NU selalu menyelaraskan hubungan antara keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan sehingga tidak terjadi benturan.
Saya merasa bangga di besarkan di lingkungan NU yang menjadi mayoritas Ummat Islam yang menganut ajaran Ahlussunah wal Jama’ah di dunia, NU selalu konsisten menjaga tradisi dan amaliah Ulama terdahulu yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW, selain itu, NU memiliki konsep pendidikan Islam yang mengedepankan Adab Menerapkan ajaran Islam yang Rahmatan lil ‘alamin sehingga tidak ada lulusan pesantren NU yang menjadi Teroris.
Saya tidak fanatik NU, tapi saya butuh NU yang selalu mengingatkan saya untuk bersikap tengah-tengah (at-tawassuth) tidak kekiri-kirian ataupun esktrem kanan, mengajarkan saya untuk bersikap seimbang (at-tawazun) dalam segala hal dan bersikap tolerasi (tasamuh) dengan menghargai setiap perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama, oleh sebab itu NU tidak mudah untuk menyesat-nyesatkan atau mengkafir-kafirkan kelompok atau ajaran yang lain yang berbeda pandangan, ukhuwah NU tidak sebatas persaudaraan sesama umat Islam, tapi juga dalam ikatan kebangsaan dan sesama umat manusia.
Sampai kapanpun NU akan menunjukan kecintaannya kepada tanah air. Sebab NU berkeyakinan di dalam tanah air yang damai, kita bisa membangun peradaban dan beragama dengan tenang, meski saat ini NU mendapat banyak serangan dari segelintir orang atau kelompok yang bersebrangan dengan NU hal tersebut bukannya melemahkan NU justru membuat eksistensi NU semakin kokoh, terutama dari kelompok radikal yang ngotot ingin mendirikan negara Islam di Indonesia dan kelompok yang ingin memurnikan kembali ajaran Islam sehingga memvonis ajaran dan amalan NU sesat dan bid’ah seolah-olah hanya mereka saja yang akan masuk ke surga.