Hello 2k18 !!
HAPPY NEW YEAR 2018. Udah lewat beberapa hari sih, tapi masih Januari lah yaa wkwkk. Di awal tahun ini, gw pengen sharing ayat yang sepertinya sering banget didengerin pas tahun baru gini, so ini hanya sebagai reminder aja sih buat kita semuaa. Ayatnya dari Filipi 3:13-14 :
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Seperti khotbah-khotbah atau apapun itu yang mungkin kalian udah pernah denger di penghujung tahun atau awal tahun seperti ini, gw pengen ngomongin tentang melupakan apa yang telah di belakang kita dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapan atau di depan kita. Mungkin ini sudah sangat klise karena selalu didengar tiapa akhir atau awal tahun, but sekali lagi gw mau nge-remind kita semua agar di tahun ini kita mulai melupakan apa yang telah di belakang kita.
Melupakan apa yang telah di belakang kita ngomongin tentang melupakan semua kegagalan dan bahkan semua keberhasilan kita di tahun-tahun yang lalu.
Mungkin kalian yang baca ini jadi bingung, kenapa keberhasilan juga dilupakan? Awalnya gw juga bingung. Tapi, setelah dipikir-pikir bener juga ya, setiap keberhasilan terkadang bahkan seringkali, menjadi batu sandungan untuk kita maju, untuk kita mengarahkan hidup kita dengan maksimal ke hari-hari depan yang sedang dan akan kita lewati.
Mungkin di tahun-tahun kemaren kita udah berhasil dalam study kita di sekolah atau di kampus, lalu kita menjadi males-malesan dalam belajar. Atau mungkin kita udah berhasil melakukan kebaikan dalam keluarga kita, kepada teman-teman kita, sehingga kita berpikir kebaikan yang dulu sudah cukup baik dan selanjutnya biasa-biasa aja gak usah baik-baik banget ke orang lain.
Mungkin di tahun-tahun kemaren kita udah merasa cukup dalam Tuhan, cukup rohani. Mungkin ada di antara kita yang udah pernah ngabisin baca Alkitab, lalu berpikir untuk gak perlu baca Alkitab serutin dulu lagi karena udah pernah baca sampai habis. Mungkin di tahun-tahun yang lalu kita pernah sangat dalam di hadirat Tuhan, merasakan kasih Tuhan dengan sangat dahsyat, so kita pikir itu semua udah cukup, gw udah tahu, udah ‘pernah’ ngerasain hal-hal kayak gitu, jadi gak perlu terlalu rohani banget dan radikal di dalam Tuhan, pengalaman gw yang ‘dulu’ udah cukup.
Sekali lagi, gw ingetin buat kita semua (termasuk diri gw sendiri) agar di tahun 2018 ini kita bener-bener ngelupain semua kegagalan dan keberhasilan yang bisa menjadi batu sandungan untuk kita melangkah maju, berpikir ke depan, dan fokus pada perkara-perkara selanjutnya yang Tuhan percayakan dan kehendaki dalam hidup kita. Mungkin ada masa-masa kita perlu mengingat kegagalan kita untuk membuat kita tahu diri dan mulai bangkit, maupun mengingat keberhasilan kita agar kita makin bersemangat ke depannya. Tapi, kalau semua itu udah mulai jadi batu sandungan untuk kita melihat dan berjalan ke depan, marilah kita lupakan semua kegagalan dan keberhasilan kita yang dulu!
Hello 2k18 !












