Datang & Dapatkan
Haloo semuanyaa. Tanpa bermaksud apapun yang aneh2 ato jahat, gw hanya pengen sharing sesuatu yang gw baru-baru ini alami dan semoga memberkati kita semua demi kemuliaan nama Tuhan tentunya.
Dalam hidup ini, kadangkala bahkan mungkin seringkali, kita dengerin orang-orang ngomong kalo Tuhan itu penting, kita perlu punya hubungan dengan Tuhan, datang dan terus cari pribadi Tuhan. Tetapi, kita bingung gimana ya caranya? Gimana ngukurnya kalo kita bener-bener nyari pribadi Tuhan, kita bener-bener bukan sekadar ngejar berkat Tuhan aja, mujizatNya aja, atau perbuatan dahsyat lain yang Tuhan kerjakan?
Pada hari Selasa pagi, gw bener-bener merasa tertohok dan tersadarkan melalui suatu pengalaman yang gw rasakan di dalam Tuhan. Punya pengalaman dalam Tuhan inilah yang terus buat gw sadar dan percaya bahwa Tuhan itu benar2 ada dan nyata, bukan sekadar karangan ato dongeng belaka, dan juga bahwa Kristen itu bukan ngomongin tentang agama, tetapi tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan kita dengan Yesus. Jadi, di saat itu, gw bertanya2 dalam hati: Tuhan gimana ya bener2 mencari pribadiMu? Gimana ya seharusnya aku bersikap, seharusnya berpikir, seharusnya aku berperasaan seperti apa untuk benar2 menyatakan bahwa aku sedang mencariMu, sedang mencari pribadi Tuhan dan bukan menargetkannya atau memfokuskan diri kepada perbuatan-perbuatanMu yang luar biasa?
Anyway, sebelum ceritain pengalaman gw lebih lanjut, gw sampein dulu hal ini biar yang baca gak bingung hehe. So, kurang lebih 3 tahun yang lalu, tepatnya 11 April 2015, bokap gw meninggal dunia. Waktu itu gw berumur 17 tahun which is umur2 remaja yang lagi sangat butuh2nya tuntunan orang tua, terutama gw cewek jadi lebih condong butuh2nya kasih sayang dari bokap. I love him sooo much dan kangen udah sangat pasti, super duper kangen. Dia sosok yang luar biasa and I really love him. Lanjut ke pertanyaan yang berkecamuk di hati dan pikiran gw saat itu. Pada waktu itu, gw percaya by God’s grace dalam hati gw muncul suatu analogi seperti ini:
Kalau hari ini, di detik ini, bapak mu bangkit dari kubur dan menjadi hidup kembali seperti manusia normal pada umumnya, apa yang akan kamu lakukan? Kalau bapak mu punya waktu 1 tahun atau 3 tahun atau beberapa tahun kemudian unuk kembali hidup di dunia ini apa yang akan kamu lakukan, joy?
WOW. Di momen hal itu muncul di hati dan pikiran gw by His grace, gw langsung berpikir apapun yang terbaik bakal aku lakukan bersama bapak. Kalau aku punya 1 tahun aku bakalan mati2an pakai semua waktu yang aku punya, bahkan gak ngerjain apapun hanya untuk duduk ngeliatin dia, ngeliatan wajahnya, hanya sekadar ada di sebelahnya tanpa ngelakuin apapun aku sangat rela dan dan sangat senang, bahkan aku pengen sebanget-bangetnya. Kalau punya waktu 3 tahun, aku bakal bener2 gunakan semaksimal mungkin buat ngelakuin segala sesuatu yang aku lihat dari temen2 ato dari orang2 lain yang mereka kerjakan dengan bapaknya. Aku bakal jalan2 bareng bapak, tunjukin segala sesuatu yang aku lakukan selama ini di masa-masa dia lagi gak di dunia, ceritain segala sesuatunya sampe hal-hal ter-unfaedah sekalipun, ngelakuin hal-hal yang bodoh dan aneh bareng, yang intinya menciptakan memori yang indah dengannya. Kalau waktu itu beberapa tahun, selama apapun itu, bahkan kalo itu sepanjang hidup gw, dari lubuk hati yang paling dalam gw pengen terus usahakan semaksimal mungkin untuk selalu ada di sampingnya. Misal kalo gw beres kelas langsung balik buat ketemu, kalo bisa gw gak berkeluarga sampe mati pun gw sangat siap dan sangat rela, malahan itu gak sebanding dengan bisa terus berada di sisinya.
Pada saat itu, gw tersadar kalo ini loh caramu berhubungan dengan Tuhan, joy, ini loh apa yang semestinya kamu lakukan, joy, ini loh yang seharusnya ada pada perasaanmu. Momen bapak mu hidup lagi dan engkau menginginkan pribadinya dengan begitu amat sangat, sebegitunya loh kamu datang dan cari pribadi Tuhan, sebegitunya loh kamu ingin terus ada di sisiNya, sebegitunya loh kamu merindukan pribadiNya, kamu gak lepas2 memandangi wajahNya, benar-benar terkoneksi dari hati ke hati dengan Tuhan tanpa melewatkan satu detik pun dari hidup yang engkau peroleh karena anugerah dan kasih karunia Tuhan yang begitu besar.
Buat gw pribadi, gak ada satu kebahagiaan pun (setelah bahagia karena pribadi Tuhan) yang bisa menandingi kebahagiaan kalo bokap gw bangkit dari kubur terus tiba2 hidup normal lagi dan gw bisa berinteraksi dengannya di bumi. So, seperti itu juga, bahkan jauh melebihi rasa bahagia tersebut di saat gw bener2 datang, mencari, dan mendapatkan pribadi Tuhan yang begitu nyata.
Dari analogi itu, gw kemudian teringat akan satu ayat di Alkitab yang terdapat dalam Mazmur 84:11.
“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”
Semoga pengalaman yang gw share ini bisa menjadi reminder buat kita dan memberkati hidup kita semua. Gw sama sekali gak sempurna dan gw bersyukur Tuhan tetap menginginkan gw dan kita semua (read: manusia) yang benar-benar sangat amat tidak layak di hadapan Tuhan. Tapi tetap saja, Tuhan menginginkan kita, Tuhan merindukan setiap manusia, siapapun itu untuk datang dan mendapatkan pribadiNya.












