When you cant find the feelings
Pelukan itu ternyata masih hanya utk satu orang. Genggaman tangan itu juga masih untuk satu orang. Yaa. Masih hanya utk kamu. Kamu yang aku rindukan. Kamu yang pernah hadir utk mengisi setiap waktu. People right. You've missed the moment when you left the people. And this is my risk. Ketika keberanian utk mrnjelaskan ini muncul, kata 'terlambat' itu sudah lebih dulu sampai pada tujuan. Yaaaaa. Everything was too late. Aku terlalu lama bermain dengan diriku sendiri. Berkutat dengan rasa kekhawatiran ku sendiri akan kamu. Padahal, you've done your best on me. You've tried what you can do to make me sure about you. Ini semua ga akan pernah jadi hal yang adil buat kamu. Kamu yaa kamu. Kemapa harus aku samakan dengan orang lain? Tapi kau pun juga ga akan pernah bisa mengerti bagaimana ketakutan itu menghantui ku. Rasa takut akan hal yang pernah terjadi disini bukan cuma berimbas padamu. Tapi semua gender kalian. Inilah yang terjadi padaku saat ini. Kepercayaan ku terhadap kaum mu memang menipis semenjak kejadian itu satu persatu muncul. Banyak hal yang terlalu berat utk aku pertimbangkan ketika bersama kaum mu. Tapi..rasa sayang ini masih tersimpan rapih di setiap rindu yang datang berhembus. Semua kenangan itu terlalu berat untuk dikubur dalam-dalam. Mungkin, sekarang biar aku yang menanggung nya. Aku yang sudah memilih untuk memulai keputusan itu. Semoga kau akan selalu berbahagia mas...










