Sepenggal Kisah tentang Hemodialisa
Semoga bermanfaat untuk teman2 maupun kerabat ^_^
Tadi hari pertama saya jaga di instalasi hemodialisa atau sering khalayak menyebutnya dengan cuci darah. Pasien yang dicuci darahnya merupakan.pasien yang sudah mengalami kegagalan fungsi ginjal sehingga tidak mampu menyaring darahnya seperti fungsi normalnya.
Bisa karena penyakit gagal ginjal sedari awalnya atau gagal ginjal karena komplikasi penyakit lain seperti hipertensi, diabetes melitus, dll.
Pandangan saya ketika di ruangan tertuju pada salah satu pasien yg parasnya masih belia, cantik. Ia berbaring di bed paling pojok dan menjalani cuci darah rutin.
Muncul lah pertanyaan. Kenapa mba nya sudah harus cuci darah dengan usia semuda itu?
Setelah di asessment, beliau kelahiran 94, usia 21th. Telah menjalani hemodialisa ke 40. Maa syaa Allah..
Ladies, pastinya beberapa dari kita ada yg pernah mengalami nyeri pada saat haid atau sering disebut dysmenorrhea Adakah diantara kita yang kemudian memilih untuk mengkonsumsi minuman pereda rasa nyeri (ex : k*r*nti)?
Mulai sekarang coba pikirkan berulang-ulang untuk memilih meminumnya, meski saat dysmenorrhea. Karena pasien yang masih belia tersebut memiliki kebiasaan meminum k*r*nti pada saat haid semenjak usia 12 tahun. Semenjak ia masih SMP.
Qadarullah, organ ginjalnya sekarang meminta haknya agar hemodialisa seminggu 2x.
Satu kebiasaan lagi yang sekiranya perlu saya sampaikan bagi temen2 yang masih enggan minum banyak air putih. Kali ini pasien kelolaan saya, setelah saya assessment, ia memiliki kebiasaan setiap minum dengan teh dan kopi saja, sangat jarang bahkan hampir tidak pernah minum air putih setiap harinya.
Pada tahun 2004 hingga sekarang, organ ginjal yg dianugerahkan oleh Allah juga meminta hak untuk di hemodialisa. Hingga hari ini, terhitung hemodialisa ke 1000 yang ia jalani.
Pasien kelolaan saya tersebut menjalani hemodialisa setiap 2 minggu sekali dan setiap kali hemodialisa kisaran 4,5 jam prosesnya.
Ini kali ya, betapa mahalnya kesehatan yang dikasih Allah buat kita.
Makin sehat, makin banyak kita bermanfaat untuk umat, makin cepat melakukan akselerasi2 kebaikan.
Semoga bermanfaat :)
Salam sehat
Mariana Ulfa, S.Kep
(Tulisan di atas adalah tulisan salah seorang kakak kelas saya saat SMA dan sekarang sedang menjalani kuliah profesi keperawatan di UGM). Hmm bagi saya cerita-cerita seputar profesi seperti ini semacam penguat niat diri untuk melanjutkan profesi. Insya Allah setahun ke depan akan banyak cerita, pelajaran, dan hikmah yang akan saya dapat. Bismillah.... semoga dikuatkan :)
Karena setiap niat yang baik akan mendapat balasan yang baik juga, kan?