Kemarin, di hari Kamis yang tenang, saya kehabisan stok jamu yang biasa saya konsumsi sebelum makan siang. Berhubung saya belum merasa lapar, saya sempatkan terlebih dahulu untuk membuat batch baru jamu segar. Bisa dipastikan seminggu ke depan rutinitas minum jamu aman!
“Ayurveda focuses on preventing disease and optimising vitality as much as on removing an illness. Thus it has a holistic approach to health that includes every aspect of life in a philosophy where mind, body and spirit are considered to be an integrated whole. Nothing in the world is considered to be separate from anything else. Everything is interconnected.”
- Pole, Ayurvedic Medicine
Secara sederhana, kurang-lebih Ayurveda percaya bahwa hal-hal yang dikonsumsi adalah obat: food is medicine. Jadi, dalam keseharian, di setiap keputusan yang diambil ketika menimbang-nimbang ingin mengkonsumsi apa, saya selalu ingat bahwa mereka akan berdampak untuk pikiran, tubuh, dan jiwa. Ingin konsumsi obat dan melakukan pencegahan, atau ingin menabung ketidaknyamanan dan penyakit?
Berlandaskan paradigma tersebut, saya termotivasi untuk lebih rajin mengkonsumsi rempah dan herbal setiap harinya secara rutin. Saya menjalankan intermittent fasting dan menemukan bahwa pencernaan saya bahagia jika diberi minuman jamu hangat sebelum makan.
Jamu yang saya konsumsi terdiri dari jahe, kunyit, bawang putih, nipis, dan cuka apel. Semua bahan tersebut saya blender sampai halus lalu saya simpan di dalam toples kecil berbahan kaca, lalu dimasukkan ke dalam kulkas. Serat yang sudah halus tidak saya buang karena bagi saya teksturnya tidak mengganggu ketika diminum. Setelah pasta jamu dilarutkan dengan air panas, saya suka menambahkan bubuk moringa (daun kelor), chia seeds, flax seeds, dan juga madu secukupnya pada larutan jamu.
Tidak banyak orang di sekitar saya yang menyukai rasa jamu tersebut. Katanya, rasa dan aroma bawang putih dalam jamu cukup kuat. Awalnya juga saya tidak terlalu menyenangi bawang putih jika dijadikan minuman. Namun, setelah mengetahui manfaatnya sebagai antifungal dan antioksidan, persoalan rasa maupun aroma bukanlah masalah.
Minuman jamu yang saya konsumsi secara garis besar juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dari nipis dan moringa, lalu secara keseluruhan mampu mencegah dan meredakan inflamasi. Chia seeds dan flax seeds yang digunakan sebagai topping tambahan merupakan lemak sehat yang berdampak baik untuk kesehatan otak dan tubuh.
Masih ada beberapa jenis resep jamu yang ingin saya coba, misalkan dengan memanfaatkan lada hitam dan bunga telang. Mungkin ke depannya baru akan dicoba jika saya sudah bosan dengan pasta jamu yang ini.