Cerita ku dan Bapak Baru ku
Kali ini cerita ku akan sedikit berbeda. Aku ingin bercerita tentang driver grab yang ku tumpangi siang ini. Bapak Darwansyah Tanjung; berusia 58 tahun, sudah memiliki 1 orang istri, 3 orang anak, 1 orang cucu, dan bersal dari Maninjau (pasti tahu bukan Danau Maninjau, yang terletak di Sumatera Barat.)
Kampung halamannyalah yang membuat Bapak ini menarik untuk aku ceritakan. Karena kebetulan aku juga berasal dari Padang. Cerita kami sangat meriah tentang kampung halaman. Dalam perjalanan dari kampus ku ke Gramedia di Jalan Merdeka yang biasanya sangat membosankan karena pasti selalu macet, kali ini sangat berbeda. Riuh tertawa dan kehangatan ku rasakan. Aku seperti bercerita dengan Ayah ku. Ah aku mendapatkan Bapak baru di Bandung.
Beliau sudah 40 tahun tinggal di Bandung. Sebelumnya beliau juga pernah merantau hingga ke Eropa dan di New York selama 7 tahun. Begitulah kami orang minang dan begitulah prinsip kami sebagai orang minang; merantau.
Merantaulah sejauh mungkin, temukanlah apa yang tidak kamu temukan di kampung halaman mu, namun jangan pernah lupa rumah mu dimana, dan jangan lupa adat juga agama mu. Begitulah kiranya didikan turun temurun yang kami pegang erat.
“Dima bumi di pijak, disinan langik di junjuang.”
Beliau bercerita pula tentang banyak temapat yang ia ketahui di kampung halaman, termasuk perihal makanan kesukan beliau; kalio jariang (Jengkol). Kampung halaman ku kebetulan penghasil Jengkol yang bagus dan terkenal. Maka beliau meminta jika aku pulang ke Padang bawakanlah Jengkol, lalu kita akan makan-makan dirumahnya. Beliau akan mengenalkan ku pada istri dan anak-anaknya. Ah akan sangat meriah, seperti memiliki rumah dan keluarga baru.
Sebelum turun beliau menitipkan kartu nama yang sudah terdapat alamatnya disana. Di Cihanjuang rupanya beliau menetap. Biaya perjalanan pun jadi gratis. Alhamdulillah.
Bagi ku bertemu orang yang satu kampung halaman dengan ku di tanah rantau adalah kebahagian tersendiri. Aku seperti tidak begitu merasa sendiri, tidak begitu asing, dan tidak begitu terasa bahwasanya aku jauh.
Merantaulah. Banyak yang akan kamu dapat.
Bandung,
wordhunter | 6 Juni 2017