Gorgues makeup by my friend
seen from Türkiye
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Iraq
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Japan
seen from Russia
seen from Spain
seen from China
seen from Argentina
Gorgues makeup by my friend
My Chu | do not edit.
180502 Why Not The Dancer || Press Conference
***Frontal*** by @joachimbergauer
The blue dream
[Hace 10 años] #BEAST lanza su digital single Easy (Sincere Ver.) #B2ST Una versión hermosa de la canción EASY...
Mobil Bung Karno Parkir di Balai Kota, Hauwke: Malang Gudangnya Mobil Kuno
https://www.satukanal.com/mobil-bung-karno-parkir-di-balai-kota-hauwke-malang-gudangnya-mobil-kuno/
Mobil Bung Karno Parkir di Balai Kota, Hauwke: Malang Gudangnya Mobil Kuno
SATUKANAL, MALANG – Jajaran mobil-mobil kuno nan mewah tampak menghiasi halaman Balai Kota Malang, akhir pekan ini. Salah satunya, mobil Chrysler tahun 1947 yang dulu dipakai Presiden pertama RI, Soekarno.
Berbagai mobil kuno berusia lebih dari setengah abad yang diproduksi dari berbagai negara menjadi suguhan bagi pengunjung. Sebanyak 200 kendaraan dari Pekanbaru, Lampung, Jawa, Bali dan Sulawesi parkir di Malang yang dipajang.
Kendaraan tertua tinggalan Perang Dunia I, diproduksi di bawah tahun 1940. Juga kendaraan muscle car seperti Ford Mustang yang saat ini kembali hits setelah munculnya film Ford vs Ferrari.
Bagi Hauwke Setjodiningrat, kolektor mobil kuno terbanyak di Indonesia, Kota Malang layak disebut gudangnya mobil kuno. Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui di pendopo Balai Kota Malang, Jumat (22/11/2019) malam.
Bagi penggemar mobil kuno, nama Hauwke jelas tak asing. Pria 64 tahun ini merupakan tokoh sesepuh Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Saat ditemui di Balai Kota Malang, ia bersama ratusan anggota PPMKI tengah bersiap untuk touring memperingati 40 tahun PPMKI yang berlangsung Sabtu hingga Minggu (23-24/11/2019).
Sebutan Kota Malang sebagai gudang mobil tua tak berlebihan. Pria bernama asli Hartawan Setjodiningrat itu menyebut kota yang pernah dijajah Belanda pasti memiliki jejak kuno.
Di tahun 1930, kata Hauwke, merek mobil kuno di Kota Malang mencapai 260 merek. “Di mana ada Belanda, di situ pasti ada mobil tua. Karena jalur yang dilewati Daendels, jadi pasti ada mobil tua,” ungkap Hauwke.
Menurut keterangan Hauwke, ada mobil Mercedes yang dibeli oleh Sultan Solo. Pada tahun 1927, mobil itu dipinjam oleh Pemerintah Belanda untuk pameran, tapi tak dikembalikan. Saat ini, mobil yang dimaksud Hauwke terpajang di museum di Denhaag, Belanda.
PPMKI melangsungkan syukuran Exotic 40 tahun PPMKI di Kota Malang dan Kota Batu. Sebanyak 242 mobil kuno akan melangsungkan touring yang rencananya akan diberangkatkan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sabtu (23/11/2019) pagi.
Even ini diikuti oleh penggemar mobil kuno dari seantero Pulau Jawa dan Bali. “Malang posisinya ada di tengah, jadi strategis untuk berkumpul,” ujar Ronny Arifudin, Ketua Umum PPMKI.
Selain itu, Malang dikenal sebagai kota bersejarah yang kaya tempat wisata dan kuliner. Tak sekadar jalan keliling kota, touring ratusan mobil klasik ini dimaksudkan sebagai pengenalan sejarah pada masyarakat.
“Selain melestarikan mobil tua, juga mengampanyekan program pemerintah tentang kampanye daerah wisata,” imbuh Ronny.
Rata-rata, anggota PPMKI membawa serta keluarganya. Dari 242 mobil, peserta yang akan ikut touring mencapai 800 orang.
“Hotel, tempat kuliner, dan pusat oleh-oleh akan ikut bergerak dengan adanya agenda ini. Ini bagian dari menggerakkan ekonomi juga,” tutur Ronny yang menjabat Ketua PPMKI sejak 2014 ini.
Sebelum touring, mobil-mobil antik itu ditampilkan di halaman dan jalan depan Balai Kota Malang. Salah satunya, mobil Chrysler tahun 1947 yang dulu dipakai Presiden pertama RI, Soekarno.
straig
“Mobil itu dulu dipakai Jenderal Soedirman, lalu pada 1948 dihibahkan ke Bung Karno,” tutur Hauwke.
Meski mobil tua, Hauwke memastikan kondisi mobil-mobil ini aman untuk touring.
Bagi Hauwke, menggemari mobil kuno berdampak positif terhadap kesehatan psikologis individu. Pasalnya, merawat mobil tua harus penuh rasa kasih dan kesabaran.
“Adanya PPMKI, harapan kita orang yang gak sabar jadi sabar, dulunya nyetir di jalan gak sabar, masuk klub ini jadi sabar,” ujar pria berambut sebahu ini.
Baginya, klub ini adalah klub paling unik. Punya mobil antik tak jadi syarat masuk komunitas ini. “Namanya saja penggemar, menggemari saja bisa bergabung di klub ini. Nanti kalau ada touring, ya bisa bergabung dengan yang punya mobil, ikut keliling-keliling,” ujar lulusan Teknik Mesin di Australia ini.
Sebagai penasihat PPMKI, ia tegas menyampaikan mobil-mobil kuno tak boleh sampai diekspor ke luar negeri. “Saya nyatakan mobil-mobil ini tak boleh dijual, apalagi ke luar negeri. Ketika negara membutuhkan, mobil harus tersedia,” tegas Hauwke.
Pewarta: Isnatul Chasanah
Redaktur: N Ratri