Menjadi Seorang Backpacker Berhijab
Perjalanan menantang sebagai seorang backpacker terkadang menjadi halangan bagi seorang Muslimah. Hijab yang digunakan sering dijadikan alasan untuk tidak melakukan perjalanan. Pada kenyataannya, berhijab tetap dapat membuatmu nyaman dan aman dalam perjalanan sebagai backpacker.
image source: http://imazahra.multiply.com/journal
Backpacker melakukan perjalanan dengan budget tertentu dan sangat terhitung. Perjalanan seorang backpacker sering identik dengan budget yang sangat pas bahkan cenderung minim. Pada kenyataannya, perjalanan sebagai backpacker terkadang memberikan efek menyenangkan yang tidak didapatkan bila melakukan perjalanan dengan jasa travel. Menjadi backpacker memberikan kebebasan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal hingga mengunjungi berbagai tempat luar biasa yang tersembunyi.
HijUp akan berbagi beberapa tips menjadi backpacker berhijab. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir saat akan melakukan perjalanan sebagai seorang backpacker. Enjoy the tips, Dear ;)
Just because of Allah SWT
Niatkan perjalanan hanya untuk melihat berbagai keindahan yang Allah SWT ciptakan. Sehingga, sepanjang perjalanan pun kamu akan selalu bersyukur dan menjaga kualitas ibadah. Biasakan untuk selalu berdo’a selama perjalanan. Jadikan zikir sebagai teman setia yang menemanimu. Usahakan untuk tetap Shalat tepat waktu, walaupun kamu ingin melakukannya secara jama’ ataupun jama’-qashar. Selain itu, ibadah sunnah lainnya seperti Shalat Dhuha dan Shalat Tahajjud akan lebih baik jika tetap kamu jalankan. Bawalah Al-Qur’an didalam tas dan tetap usahakan untuk rutin membacanya.
Menjadi backpacker memang identik dengan perencanaan budget. Tetapi, perencanaan budget yang tepat dan sesuai akan memudahkanmu untuk mengontrol pengeluaran. Alokasi dana selama perjalanan diperkirakan sebagai berikut, makan 15%, transportasi 15%, akomodasi 25%, uang saku 20% dan wisata 15%. Dana yang dapat ditekan adalah biaya akomodasi dan transportasi. Jangan terlalu membatasi biaya makan. Lebih baik agak mahal tetapi tetap sehat, dibandingkan murah tetapi membawa penyakit.
Bagaimana dengan alokasi dana untuk oleh-oleh? Dana untuk oleh-oleh dapat kamu alokasikan secukupnya saja. Bukan merupakan hal terpenting dalam perjalanan ini.
Jika tujuan perjalanan adalah ke luar negeri, bawa uang Rupiah secukupnya saja untuk membayar keperluan perjalanan kita saat masih di tanah air. Persiapkan mata uang negara yang dituju dan hindari untuk menukar di bandara. Kurs yang diberikan oleh bandara biasanya akan lebih rendah.
Bawa selalu paspor dan berbagai dokumen lainnya yang berhubungan dengan dirimu. Paspor adalah pengganti KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan sebagai bukti nyata juga tertulis bahwa kamu adalah turis legal di negara tersebut. Sesuaikan visa yang kamu miliki untuk keperluanmu. Jujur adalah poin yang sangat penting. Kamu membawa nama negara tercinta dan membawa nama Islam melalui hijabmu :)
Jika pergi tanpa bagasi, rucksack 25 L adalah pilihan yang tepat. Selain pakaian, rucksack dapat diisi dengan makanan kering, buku catatan, dan netbook. Bawalah pakaian yang tidak gampang kusut dan mudah dicuci. Pilih warna pakaian yang mudah untuk dipadukan juga tidak mencolok. Bawalah bawahan yang dapat dipadukan dengan 2-3 atasan. Bawa jilbab lebih yang dapat dipadukan dengan 2-3 pasang pakaian. Jangan lupa untuk membawa peniti, dalaman jilbab, kaus kaki, dan perlengkapan Shalat. Bawa secukupnya saja, jangan terlalu banyak.
Selain itu, bawalah pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca. Satu pasang pakaian dan sepatu yang semi-formal juga dapat dibawa, jika kemungkinan harus menghadiri acara tertentu. Jika kemungkinan akan meninggalkan pakaian untuk space oleh-oleh, bawa saja pakaian yang tidak akan sayang bila kamu tinggalkan.
Cara packing dengan menggulung lebih optimal dibandingkan melipat. Space untuk barang-barang lainnya akan lebih luas dan memudahkan kamu untuk packing. Jangan lupa membawa plastik, untuk memisahkan antara pakaian kotor dan bersih.
Sebelum melakukan perjalanan, cari lokasi penginapan yang sesuai dengan budget kamu. Manfaatkan saudara, teman, atau kenalan melalui internet (contohnya adalah Hospitality Club). Ada juga penginapan yang disebut sebagai youth hostel berupa dormitory yang dalam satu kamar dapat diisi oleh 6 sampai 8 orang dengan 1 kamar mandi.
Lokasi penginapan baiknya dekat dengan tempat tujuanmu. Jangan pilih lokasi penginapan yang jauh dari keramaian dan sulit untuk dijangkau sarana transportasi. Hal yang terpenting dalam memilih penginapan adalah bersih dan aman.
Bawalah peta atau petunjuk lain yang memudahkan kamu dalam melakukan perjalanan. Bawa juga kompas untuk membantu menunjukkan arah lokasi. Selain itu, kompas juga dapat membantu menunjukkan arah Kiblat sehingga memudahkan kamu untuk Shalat.
Jalan kaki saja bila lokasi mudah dan dekat untuk dijangkau. Manfaatkan sarana transportasi dengan baik, sehingga kamu dapat mencapai berbagai lokasi dengan mudah. Bawa juga ongkos lebih untuk kemungkinan terburuk harus menggunakan taksi.
Agar perjalanan sebagai backpacker berhijab semakin menyenangkan, kamu dapat bergabung dengan komunitas yang aktif untuk melakukan kegiatan ini. Beberapa komunitas tersebut adalah:
Komunitas Jilbab Traveler - @jilbabtraveler yang dibentuk oleh Asma Nadia - @asmanadia
Komunitas Muslimah Backpacker - @MozBackpackTrip yang dibentuk oleh Imazahra Fatimah - @imazahraa
Jadikan perjalanan sebagai backpacker sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk selalu menjadi Agen Islam dengan menjadi Muslimah berhijab yang selalu bersyukur, berbuat baik, dan tetap rutin beribadah.
Mari jelajahi bumi Allah SWT sebagai backpacker berhijab! :D
Let’s be more productive with HijUp Tips ;)
__________________________________________
Instagram : HijUp | #MyHijUp
Street style : my.hijup.com