seen from Türkiye
seen from China
seen from Algeria

seen from United States
seen from United States
seen from Yemen

seen from United States
seen from Canada

seen from Indonesia
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from France

seen from Canada
seen from Germany
Banyak Mengucap Tasbih Hari Ini
Ya, banyak mengucap tasbih saat saya mengikuti usroh HIROKOBA hari ini. Mentor usroh kami, sebut saja Teh V. Beliau adalah salah satu dari 70 orang yang terpilih untuk mengikuti Indonesia Mengajar tahun ini. Seleksinya diikuti oleh 8000an lebih orang. Sebelumnya beliau minder, karena beliau baru saja lulus dari Pendidikan Komputer UPI dan tidak sedikit dari pesertanya adalah lulusan Magister di luar negeri. Nyatanya beliau bisa mengalahkan mereka. Subhanallah.
Sebelumnya orang tua beliau tidak mengizinkan beliau kuliah karena masalah ekonomi. Namun ternyata beliau bisa kuliah di Bandung dengan full scholarship. Selama di bandung, beliau mengikuti banyak organisasi. Beliau sering menjadi ketua pelaksana, bahkan menjadi satu-satunya menteri perempuan di BEM UPI. Dosennya sering mengajak beliau ke kementrian, entah untuk urusan apa. Tidak jarang beliau diberi tugas keluar kota hingga bolos kuliah. Namun ketika kembali ke Bandung, beliau langsung mengerjakan tugas-tugas kuliahnya dan mendapatkan nilai A. Subhanallah. Inilah mengapa aku selalu kagum dengan orang dari Pulau Sumatera. Mereka gigih.
Asal kalian tau, beliau tidak seberuntung kita yang dilahirkan di keluarga utuh dan serba berkecukupan. Aku tidak akan menceritakan detailnya. Yang jelas, beliau sudah mencari uang sendiri sejak kecil, membantu orang tua membiayai kuliah kelima kakaknya. Subhanallah.
Kadang aku iri kepada mereka yang tidak dilahirkan di zona nyaman. Mereka memiliki tekanan untuk bertahan hidup. Mereka memiliki banyak dinamisasi dalam hidupnya. Allah pasti mengharhai kerja kerasnya.
Aaah, kadang juga aku berpikir bahwa aku kufur nikmat. Harusnya aku banyak bersyukur. Aku dilahirkan di keluarga yang biasa saja. Tidak terlalu mapan dan tidak serba kekurangan. Bersyukur karena memiliki orang tua yang mengerti agama, yang kelak akan menjadi bekal untuk akhiratku. Alhamdulillah. Kalau rasul pernah bersabda bahwa nikmat terbesar adalah nikmat iman dan islam, itu sangat kurasakan selama ini. Tak kubayangkan jika aku dilahirkan di keluarga yang hanya sedikit pemahaman agamanya. Atau bahkan bukan dilahirkan di keluarga yang tidak beragama islam. Ya Allah, aku bersyukur sekali.
Ada lagi cerita. Yang ini teman HIROKOBA-ku yang mengalami. Dia dilahirkan di keluarga yang sangat tertarbiyah. Umi-nya seorang murabbi. Abi-nya, entahlah. Tapi setauku salah seorang kader PKS. Adiknya baru saja kemarin dilantik menjadi seorang hafidzah. Subhanallah.
Sebelumnya dia banyak mengeluh tentang orang tuanya yang bisa dibilang strick terhadap semua aktifitasnya. Kemana-mana ia harus memakai rok. Sebelum menikah ia harus menjadi hafidzah, sebelum diizinkan keluar rumah ia harus menghafal setengah halaman Al-Qur'an. Dalam sehari minimal ia harus tilawah 1 juz, dll. Subanallah.
Awalnya ia membangkang orang tuanya. Jika ia keluar rumah memakai rok, di jalan ia masukkan rok ke dalam bagasi motor lalu ia ganti dengan celana jeans. Jika ia keluar rumah dengan kerudung panjang, di jalan ia naikkan kerudungnya. Namun ia mulai menyadari beberapa bulan ini betapa penting perintah orang tuanya tersebut. Ia mulai merutinkan tilawah 1 juz per hari, tahajjud yang asalnya jam 3 subuh sekarang menjadi jam 2 subuh, dll. Subhanallah.
Yeah, 2 cerita yang sangat berbeda yang kudapatkan hari ini. Itulah mengapa aku banyak mengucap tasbih hari ini :")