Ketje kan jaa..😁 #sciencedivision #HMEFKMUI

seen from Croatia
seen from Maldives
seen from Singapore
seen from Taiwan
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Maldives
seen from Taiwan
seen from China
seen from China
seen from Yemen
seen from China
seen from Colombia

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from Singapore
seen from China

seen from United States

seen from Australia
seen from Grenada
Ketje kan jaa..😁 #sciencedivision #HMEFKMUI
SHARE (show that we care)
Hari ini jadi hari yang bikin ‘deg-deg’an buat saya. Seperti biasa, setiap sebulan sekali soskesmas HME FKM UI menjalani kegiatan rutin penyuluhan kesehatan ke Pamulang. Salah satu proker soskesmas HME ini dinamakan SHARE (Show that we care). Kegiatannya berupa penyuluhan kesehatan kepada adik-adik yang diasuh oleh komunitas Sahabats di Pamulang. Adik-adik yang diasuh oleh komunitas Sahabats ini kebanyakan berasal dari keluarga pemulung atau keluarga yang kurang mampu. Oleh komunitas Sahabts mereka diasuh untuk bisa mempelajari pengetahuan lain diluar sekolah. Seperti pengetahuan dalam bidang TI, agama dan kesehatan yang dibantu oleh soskesmas HME FKM UI. Setelah beberapa bulan kegiatan, tibalah waktunya giliran saya yang menyampaikan penyuluhan kesehatan. Biasanya saya hanya membantu teman-teman menyiapkan materi, alat peraga, atau permainan. Materi yang disampaikan kali ini adalah tentang tumpeng gizi seimbang. Kebetulan saya yang mengusulkan materi ini, dan saya juga yang memberikan bahan materi dari materi kuliah kepada teman saya Restya untuk dibuatkan power point. Sebelum berangkat saya sudah memikirkan akan berbicara apa kepada adik-adik agar mereka menaruh perhatian mereka kepada saya. Walaupun saya belum melihat power point yang telah dibuat teman saya, saya masih ingat sedikit tentang apa yang telah saya pelajari dari materi tersebut. Dan saya berusaha menenangkan diri sendiri untuk bisa berkomunikasi dengan adik-adik.
Awalnya rombongan yang berencana berangkat ke Pamulang berjumlah 11 orang. Saya sudah bersemangat karena akan ada banyak teman-teman dan maba yang akan ikut. Tapi sayang, pada akhirnya yang benar-benar berangkat kesana hanya 4 orang (saya, Iska, Restya dan Irma). Tapi itu sudah biasa J. Jumlah mahasiswa yang rutin datang ke Pamulang biasanya memang hanya berkisar 3-4 orang. Mungkin karena lokasi yang jauh dan kegiatan ini dilakukan di hari Minggu, dimana hampir semua orang lebih senang menghabiskan waktunya di rumah berkumpul dengan keluarga, istirahat dari rutinitas, atau menghibur diri ke pusat perbelanjaan. Rombongan kami berangkat jam 11 pagi dari Depok. Kami menggunakan bis Deborah yang dilanjutkan dengan dua kali naik angkot untuk tiba di lokasi. Memang tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah jarak yang jauh dan menaiki bis deborah. Bis yang sudah pasti akan berjubel penumpangnya, tanpa AC dengan cuaca panas depok-jakarta. Kali ini kami beruntung bisa menempuh perjalanan hanya sekitar 1 jam lebih 15 menit. Kalau kami bertemu dengan kemacetan, perjalanan yang kami tempuh bisa mencapai 2 jam perjalanan.
Sampai di Pamulang, kami menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak dan makan siang. Lalu melanjutkan perjalanan kami dengan berjalan kaki ke masjid yang mau menerima kami untuk berbagi ilmu dengan adik-adik. Komunitas Sahabats memang menggunakan aula masjid di kompleks perumahan Pamulang Permai untuk melakukan kegiatan. Karena memang tidak ada tempat lagi untuk melakukan kegiatan ini. Di masjid kami sholat dzuhur sebelum memulai kegiatan. Dan ternyata kegiatan belum bisa langsung dimulai setelah kami selesai sholat. Karena tidak adanya kabel penghubung antar netbook dengan tv plasma yang akan kami gunakan untuk memberikan penyuluhan. Dari komunitas Sahabats kebetulan hanya ada kak Betti yang datang, dan tidak berhasil menemukan kabel penghubung tersebut. Pada akhirnya, power point dirubah menjadi format JPG. Karena membutuhkan waktu yang lumayan lama, adik-adik yang sebenarnya sudah siap untuk menerima materi mulai ‘gelisah’. Sementara Restya dan Iska sibuk meng-edit power point, saya meminta bantuan Irma untuk mengajak adik-adik bermain sebentar. Baru pertama kali saya mencoba memusatkan perhatian adik-adik pada saya. Hanya saya sendiri. Dan itu bukanlah perkara yang mudah. Meskipun sudah dibantu dengan Irma, tetapi ternyata usaha kami belum berhasil. Setelah berkali-kali mencoba, pada akhirnya berhasil memusatkan perhatian mereka dengan mengajak mereka untuk memulai permainan.
Waktu bermain memang menjadi hal yang menyenangkan buat mereka. Dalam permainan kali ini saya tidak asal mengajak bermain. Membuat peraturan bersama dan mematuhi konsekuensi dalam permainan, mengajarkan mereka apa itu kesepakatan, menepati janji dan sportifitas. Saat power point berformat JPG sudah siap, tibalah waktunya saya menjelaskan. Kali ni saya dibantu dengan Restya. Karena suara saya kurang keras (padahal sudah berteriak). Pada 30 menit pertama penjelasan, adik-adik masih bisa diajak fokus. Dan selanjutnya, mereka mulai beraksi dengan tingkah laku mereka masing-masing. Ada yang sibuk sendiri, tidak memperhatikan, bercanda dengan temannya, dan lain-lain. Saya sudah khawatir, mereka tidak menangkap penjelasan dari saya dan Restya tentang materi ni. Apalagi saat review, mereka masih ada yang belum menyebutkan dengan benar tentang materi tersebut.
Saya sudah berjanji kepada adik-adik akan bermain lagi setelah pemberian materi. Permainan yang kami lakukan, berrtujuan unuk menguji ingatan dan pemahaman mereka tentang materi yang diberikan. Pertama Iska mengusulkan untuk menanyakan kepada adik-adik yang berani maju ke depan dan menyebutkan komponen tumpeng gizi seimbang yang sudah dijelaskan tadi kepada teman-temannya. Ternyata banyak dari mereka yang berani maju ke depan dan mencoba menyebutkan. Walaupun tidak semuanya bisa menyebutkan dengan benar, tapi keberanian mereka untuk maju dan berbicara di depan teman-temannya patut dihargai. Hal yang tidak saya kira sebelumnya adalah, teman-teman mereka yang mendengarkan bisa mengkoreksi dengan benar. Alhasil, sekitar 80% adik-adik (dari 54 orang :D) bisa menyebutkan dengan benar. Permainan kedua, kami membagi adik-adik ke dalam empat kelompok dengan bantuan Kak Betti. Dalam permainan kelompok ini mereka diminta untuk menempatkan tulisan dari komponen tumpeng gizi seimbang ke dalam gambar yang sudah disiapkan. Setelah itu kami mengkoreksinya bersama-sama. Dan ternyata semua kelompok benar (yeaaay :D). Saya sangat senang. Alhamdulillah, ilmunya tersampaikan.
Kegiatan hari ini diakhiri setelah adzan Ashar berumandang. Setelah adik-adik pulang, kami sempatkan berdiskusi sebentar seperti biasa. Kami mengevaluasi kegiatan hari ini dan sedikit bercerita tentang apa yang adik-adik tanyakan dibelakang ‘panggung’. Ada yang bertanya kenapa saya berteriak dengan kedua tangan disamping mulut saya, kenapa tidak sekalian pakai toak (-.- sebenarnya ini benar. Kenapa gak sekalian pakai toak. -.-‘), kenapa bentuk gambarnya harus tumpeng, apakah mentega boleh dipakai, bahkan ada yang mengkoreksi Iska yang salah menyebutkan bentuk tumpeng gizi seimbang dengan bentuk topi. Sayang sekali karena terlambat memulai kegiatan, kami lupa membuka sesi tanya jawab. Lucu mendengar cerita tentang mereka. Tentu itu akan sangat membekas di hati saya. Celoteh lugu anak-anak yang ingin tahu dan bersemangat. Saya masih ingat saat saya atau Restya bertanya, adik-adik berebut menjawab dengan bersuara lebih keras juga bersemangat agar didengar dan diperhatikan. Itu menjadi kepuasan tersendiri yang tidak bisa ditukar walaupun dengan perjalanan pergi-pulang yang kami tempuh.
Hari ini saya belajar, ternyata tidak mudah menjadi seorang guru. Setidaknya melakukan penyuluhan berbagi ilmu dengan adik-adik bisa dikatakan seperti kegiatan seorang guru. Waktu saya lulus kuliah diploma, saya baru menyadari betapa besarnya pahala menjadi seorang guru. Selama ilmu yang mereka berikan dimanfaatkan oleh murid-murid mereka, selama itu pula lah pahala mengalir dalam timbangan amalan mereka. Saya pernah bercita-cita menjadi guru TK. Tentu akan menyenangkan setiap hari hanya bermain dengan anak-anak. Dan hari ini saya mengalaminya. Bermain dengan anak-anak sambil belajar dengan mereka. Bisa dibilang latihan menjadi guru, sebelum menjadi ‘guru’ sesungguhnya setelah menikah nanti (kenapa jadi bahas nikah? -.-?). Semoga apa yang dilakuakn kami hari ni bisa bermanfaat bagi adik-adik dan kami sudah mencoba mendidik dengan cinta seperti apa yang kak Setto jelaskan saat launching rumbel UI kemarin. Apa yang kami sampaikan bisa mereka ingat dan mereka amalkan sampai mereka besar nanti. Sekian cerita saya. Mungkin memang terlalu panjang (hhehe :p). Salam semangat berbagi (jargon soskesmas HME FKM UI :D).
kami memanggil, "adik-adik,"
mereka menjawab, "SIAAAAAAAAAP!!".
:)