Beberapa malam lalu, seorang teman bercerita, temanku ini adalah seorang laki-laki yang usianya dibawahku, sebaya dengan adikku, yang hidupnya masih dibawa santai aja, kenalakan remaja sekarang semua sudah dilakukannya (mungkin?), ibadah dilakukan kalau ingat saja, Tapi secara personal sebagai teman, dia orang yang cukup baik.
"Tapi selalu dia yang chat duluan, kl dia minta temenin, gue angkat telponnya, giliran gue butuh dia, dia seenaknya aja"
"Kan kalian udh putus kan? Kl lo masih ngeladenin ya nggak ada habisnya"
"Yaudah lo fokus perbaiki diri, jangan ke bar lagi, gausah minum lagi, sholat jugaaaa"
"Gue udh 2 minggu nggak minum, berenti, iya gue mau berubah emang mba"
"Gini deh, lo bayangin ntar anak lo, ketemu orang kayak lo skrg, lo sanggup dan rela nggak"
"Hahhahahahaha bgst hurin"
"Lah bener kan, kl lo mau anak lo ntar ketemu laki2 baik, ya lo harus jd bapak yang baik"
Kemudian di diam dan nggak membahas lagi terkait rencana perubahan dirinya.
Apa mungkin kata-kataku terkait laki-laki yang akan ditemui anaknya kelak itu yang membuatnya enggan membahas lebih jauh