Setelah ini kami memutuskan untuk tergabung dalam squad mata minimalist 😎 😂 oleh-oleh IBL

seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Italy

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Canada
seen from China

seen from Türkiye
seen from China
Setelah ini kami memutuskan untuk tergabung dalam squad mata minimalist 😎 😂 oleh-oleh IBL
NONTON BASKET
Mengawali bulan Februari, Kompetisi basket Tertinggi se-Indonesia kembali di gelar di Jakarta. Britama Area menjadi tempat bertandingnya tim-tim basket terbaik. Jakarta Merupakan daerah yang dipilih sebagai bagian dari Series Ke-2 IBL 2017.
Sore itu cuaca cukup cerah, ditemani awan yang bergegas menghitam, berbagai jenis kendaraan memadati jalanan sekitar Kelapa Gading. Tidak hanya sampai di situ, Britama Arena yang menjadi arena pertandingan pun kekurangan lahan parkir, Penonton Membludak.
Sebuah tiket bertuliskan tribun telah melekat di pergelangan tangan kami. Kami bergegas masuk. Iringan irama penyemangat membuat aura pertandingan semakin memanas.
Dua pertandingan yang tersisa hari itu ialah Aspac Jakarta vs Satya Wacana Salatiga dan diakhiri dengan pertandingan besar antara sang tuan rumah, Satria Muda vs Pelita Jaya.
Berbagai pemain asing dari setiap tim membuat jalannya pertandingan semakin indah untuk dinikmati. Tak kalah berbagai pemain lokal dari yang masih muda hingga yang cukup senior menunjukkan kebolehannya.
Di pertandingan pertama Aspac Jakarta bermain cukup baik, kerja sama tim dan pertahanan mereka patut diacungi jempol. Seorang center yang berbadan cukup besar membuat pertahanan Aspac Jakarta semakin kokoh. Meskipun Satya Wacana sempat mencoba mengejar ketertinggalan. Namun, hingga kuarter keempat berakhir, Aspac Jakarta tetap memimpin pertandingan.
Di pertandingan kedua, Faisal J. Ahmad yang mengenakan seragam Pelita Jaya harus mencoba menaklukkan mantan timnya terdahulu, Satria Muda Pertamina. Mengawali pertandingan dengan meninggalkan poin cukup jauh, berbagai lemparan dari luar garis 3 angka dan berbagai koordinasi yang baik memperlihatkan kekuatan sang tuan rumah yang tidak pernah bisa dianggap sebelah mata. Jarak poin antar kedua tim pun cukup jauh, seakan Pelita Jaya tidak mampu mengimbangi berbagai perlawan yang dilakukan Satria Muda. Alhasil, kemenangan pun kembali diraih oleh sang pemilik rumah.
Pukul 22.30 pertandingan telah usai, akmi berempat pun bergegas meninggalkan arena pertandingan. Beragam jenis pasta berhasil mengisi perut kami yang cukup keroncongan malam itu. Perbincangan tentang pertandingan, pengunjung di sebelah hingga seseorang di luar sana mengakhiri malam kami. Kami bergegas pulang
Day 22 of 365. . . . It wasn't a good day for Aspac as they fall from NSH, a team that never beat them before. Prior to the result, Aspac's record for the season is 1-1. . . . #WorkSeries #JournalistonDuty #JournoLife #IBL2017 (at GOR Kertajaya Surabaya)
Day 20 of 365. . . . Dear belated uncle and Tintin, Thank you for letting me acknowledged both of you. Without your presences, this picture probably would never exist. . . . #WorkSeries #JournalistonDuty #JournoLife #IBL2017 (at GOR Kertajaya Surabaya)