Waktu kamu lahir, nak..
Udah lama banget pengen nulis ini sebelum lupa, maklum sudah... hahaha..
Here we go sayang..
Hanum itu putri pertama kami.
Lahir di week 39 melalui proses normal induksi.
Kenapa induksi?
Pembukaan 2 di deteksi dari jam 2 pagi. Dan hingga jam 9 pagi masih pembukaan dua. Sementara saat kami ke RS ternyata kontraksi sudah rutin dan ketuban sudah rembes. Lumayan banyak pula rembesnya.
Dokter bilang maksimal 2 labu dan kalau tetap tidak ada pembukaan lagi terpaksa CS. Saya ketakutan. Sambil berdoa.
Prosesnya panjang tapi saya senang. Suami saya sudah siaga dari pagi datang dari luar kota.
Selain itu, ternyata induksinya cuma 1 labu. Kontraksinya jadi semakin intens, akhirnya pukul 3 sore anak perempuanku lahir.
Nggak disangka dari badan kecil ini lahir seorang anak perempuan gemas seberat 3.6 kg. Semuanya terasa ringan. Meski lelah, tapi benar bahagia menjadi ibu officially.. yeay!
Setelah lahir, dokter meletakkan Hanum di dada saya. Namanya Inisiasi Menyusui Dini. Meskipun Hanum nggak langsung menyusui, proses ini benar-benar saya nikmati karena bisa lihat langsung wajahnya.
Jujur, saya belum berani menggendongnya saat di rumah sakit. Takut. Karena saya clumsy, suami lah yg mengangkatnya dari baby crib saat Hanum menangis. Saya juga nggak tau caranya menyusui, padahal banyak buku saya baca. Saat praktek sangat berbeda.
Funny moment saat melahirkan Hanum diantaranya:
1. Saya mengira diri saya sendiri ngompol saat ketuban rembes. Saya masih bisa tenang sementara keluarga suami panik siap-siap mengantar. Masih sempat pula turun tangga dan ketinggalan kartu melahirkan. Haduh..
2. Adik lelaki saya salah RS saat mau men support saya yg mau melahirkan.
3. Saya meremas tangan ibu mertua saya saat pembukaan 7, sampai beliau semutan.
4. Saya tiba-tiba menyuruh suami saya ini dan itu like a boss. Sambil marah dan merengut kesakitan karena kontraksi makin rutin dan intens. Wkwk.. maafkan aku ya dear..
5. Saat room in Hanum kami bingung bagaimana menenangkan Hanum yg tiba-tiba menangis di kamar. Sehingga suami langsung ke suster yg jaga malam itu. Tapi, dengan tenangnya suster bilang, "mungkin bayinya haus.. susui saja.." glek! Kami bingung. Kelabakan di kamar.
Tadinya mau nulis so sweet gitu.. tapi ya darpiada lama mau nulisnya kaga jadi aja.. hahahaha..
We love you sayang.. welcome to the family!
Finally ibu ngelarin nulis tentang kelahiranmu nak.. hahaha..
















