Cuap-cuap: Rehat dari Socmed?
So, recently, saya berpikir apakah saya perlu rehat dari socmed?
Mungkin.. atau mungkin membuat jadwal untuk online dan beraktifitas di dunia nyata. Bisa? Bisa sih harusnya.. bisa.. dan mematuhinya!
Untuk orang dewasa yg udah ngerti jadwal.. mungkin kita harus membuat kapan kita online dan kapan kita interaksi hidup sama makhluk hidup.
Beberapa hari ini, mungkin bayi kecil saya kesal karena saya banyak menonton televisi atau online. Kata saya itu me time. Kata saya loh.. egois ya? Iya saya egois.. bayi kecil saya kesal dan menangis, ia melepas kacamata saya. Ia ingin saya lihat langsung. Sedih? Iya.. berulang kali saya katakan padanya,
"Ibu ingin nonton nak.. ibu bosan.."
Oh.. bukan itu rupanya. Bukan bahagia seperti itu yg saya rasakan dari menonton atau online. Ternyata, bukan saya saja, bayi kecil saya pun kode kurang perhatian. Sehari 24 jam terus bersama anak.. saya sadari, bersama itu berbeda dengan membersamai..
Bersama mungkin hanya fisik kita yg bersamanya. Mungkin hadir tubuh kita secara fisik, tapi tidak pancaran mata kita, hati kita, respon sekenanya, main sama anak tapi pikirannya kemana. Ah macem-macem kemelut ibu mah..
Saya ikut kulwap beberapa hari lalu dan saya tersentil juga.. berapa lama saya habiskan menyusui saat anak sedang bangun tapi saya nonton atau browsing online? Berapa lama saya habiskan waktu yg sedikit itu sebelum mata kecilnya terlelap dipangkuan saya, berharap saya melihat matanya sebelum tidur?
Saya menangis saat menuliskan ini. Bukan disentil. Tapi dicabik hati saya.. jahat ya saya? Iya..
Berulang kali ia panggil saya.. menarik kacamata saya. Ingin diperhatikan. Ingin ditatap matanya penuh kelembutan. Penuh rasa rindu. Kemana saya beberapa hari ini, mungkin jika ia bisa berkata-kata.
Jadi? Bikin jadwal baru nih? Atau rehat socmed sama sekali? Belum memutuskan. Tapi saya akan pastikan 24 jam bersamanya bukan hanya hadir secara fisik, tapi membersamainya dengan hati dan sepenuh waktu saya.











