Bunsay: Stimulasi Membaca (Anak) 5/6
Pagi ini saya bangun lebih pagi, ada buku yg harus saya lanjutkan. Buku ini sudah terkenal kayaknya di dunia persilatan parenting dan pendidik. Mungkin.. karena saya dan suami baru memasukkannya pada wishlist di awal 2018. Hehehe..
Fitra Based Education ver. 3.0 oleh Harry Santosa. Buku ini bagi saya adalah kalimat hati saya yg belum banyak ilmunya, dulu pernah berkecimpung sesaat di dunia pendidikan, dan sekarang menjalani peran ibu rumah tangga. Saya bahagia sekali akhirnya suami approved buku ini untuk kami miliki.
Sesaat bahagia, lalu setelah membuka beberapa halaman, saya salatri. Lapar. Haahah.. buku ini, sampai yg saya baca bagiannya hari ini masih membuat saya sendiri terkagum sekaligus sedih. Ternyata para ahli sudah membuat buku Fitrah Based Education ini lama, hanya saya yg lambat baru membacanya sekarang. Sedih karena realita pendidikan kita memang seperti apa yg dijabarkan dibuku tersebut. Saya belum 1/4 bagian buku itu, karena saya membacanya lalu banyak merenung dan berpikir, apa yg bisa saya lakukan?
Saya lantas teringat, di kelas matrikulasi koordinator, kalau nggak salah Bu Septi bilang agar janganlah kita menunggu orang lain berbuat kebaikan pada kita, kitalah yg harus tetap berbuat baik. Dalam hal ini kontribusi kita terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita. Ikhlaslah dalam berkontribusi, biarkan dirimu berkembang dan berkembang dalam kontribusimu. Jangam tanyakan orang lain sudah memberi apa, tapi tanyakan apa yg sudah kamu berikan pada orang lain.
Hihi.. udahan nanti jadi pidato ceramah mamak-mamak gemesh lagi..
P.S hari ini Hanum banyak aktifitas fisik dan main dengan sepupunya, jadi sudah lelah maunya nyusu aja.. besok kalau udah ke perpus nanti kita share lagi ya bacaan Hanum.











