. . Saya memandang jauh ke depan. The Great of Wall. "Aku pasti mimpi bisa menginjakkan kaki disini", kataku pada Julius yg terkekeh. . Julius, lahir & besar di Sumatera. Sebuah warisan luka pada etnisnya tlh mengirim Julius muda terbang jauh: Taiwan. . Lulus SMA, Julius dikirim Ayahnya ke Taiwan. Uang pas-pas-an bukan hal yg mudah, tp Julius anak yg pemberani. Lima thn di Taiwan, Julius belajar bertahan hidup. . "Aku mencoba semua pekerjaan agar kuliah ttp berjalan", kisah Julius, "Aku tak bisa mengandalkan uang kiriman dari Ayah". . "Lulus S1, aku ke Beijing mencari beasiswa S2 agar bisa tinggal disini", lanjutnya. . "Knp tdk dari awal tinggal di Beijing?", tanyaku sambil menaiki anak tangga. . Taiwan lbh bnyk menyediakan beasiswa. Mereka ramah kepada setiap keturunan Cina yg lahir di luar China. Bahkan jika darah kami hanya setengah Cina. . Berbeda dgn Taiwan, Beijing tak ramah. Di Taiwan, kami diperbolehkan membayar sekolah dgn harga khusus, di Beijing kami membayar kuliah full selayaknya orang asing yg tak punya darah Cina. . Pemerintah membedakan antara kami dgn warga lokal, sekalipun kami Cina totok. Tak ada perlakuan khusus. . "Lantas, kenapa tetap kembali ke Beijing - ke China?" . "Ayahku. Ayahku ingin aku jadi warga Beijing. Itu sebabnya aku tinggal di sini", kata Julius, "Ayahku ingin mati & dikubur di sini, tempat asal leluhurnya. Aku satu-satunya harapan agar keinginan Ayah terwujud". . "Apakah kembali ke negri asal begitu penting?", tanyaku. . "Kau tak tahu bgmn rasanya menjadi Cina, P. Kau tak tahu bgmn hidup dlm ketakutan. Takut politik tdk stabil lalu peristiwa 98 berulang. Ayahku hidup dlm trauma". . "Apa yg kau ketahui ttg Indonesia, Julius?", tanyaku. . "Indonesia adalah kampungku di pedalaman Sumatera. Tempat aku dilahirkan. Selebihnya, Indonesia adalah deretan sejarah mencekam penuh luka yg diceritakan Ayah". . Julius, jika kelak kau jadi warga RRC. Berliburlah ke Indonesia. Pergilah ke Jogja. Carilah aku. Akan kuceritakan kisah yg akan membuatmu jatuh cinta pada negri kita. . Seperti katamu: Hidup tak mengenal kebetulan. Hidup adalah deretan takdir, bukan kebetulan kau lahir di Indonesia. . #IGChari5 #IGCakberbali @akberbali #akberbali
















