Pertama, ada perempuan yg belum tahu kalau menutup aurat itu wajib sehingga dia belum menutup aurat.
Kedua, ada perempuan yg sudah tahu kalau menutup aurat itu wajib namun dirinya belum siap untuk melaksanakannya.
Ketiga, ada perempuan yg sudah menutup aurat dan dia tahu bahwa menutup aurat itu wajib namun dia belum tahu ilmu tentang menurut aurat sesuai syariat itu seperti apa sehingga dia hanya mengikuti mayoritas dilingkungannya.
Keempat, ada perempuan yg belum menutup aurat, dia tahu bahwa menutup aurat itu wajib dan mengetahui ilmunya namun belum melaksanakannya karena belum siap atau alasan lainnya.
Kelima, ada perempuan yg sudah menutup aurat, mengetahui hukum wajibnya dan ilmunya sehingga dia melaksanakannya.
Dulu sayapun termasuk yg kedua dan saat melanjutkan ke SMK mengazamkan diri untuk memakai jilbab. Kala itu belum tahu sepenuhnya ilmu menutup aurat sesuai syariat yg penting menutupi rambut, pdhl bukan hanya rambut saja yg ditutupi melainkan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Seiring berjalannya waktu, pemahaman tentang menutup aurat kian bertambah. Hijrah untuk menutup aurat, ada proses yg panjang, bertahap hingga mantap.
Waktu itu saya tidak memiliki gamis (pakaian terusan). Akhrinya saat ada acara Idul Adha di sekolah, saya meminjam gamis punya mamak saya dan itu menjadi pertama kali bagi saya memakai gamis. Gamis yang saya kenakan berwarna hijau amri dan kerudungnya meminjam pada teteh. Semua serba minjam. Awalnya ragu, tidak percaya diri, takut dikata-katain apalah dan pikiran-pikiran negatif lainnya yang berkelana di kepala. Padahal itu hanya asumsi dalam pikiran saya saja. Alhamdulillahnya saya tidak sendiri, ada seorang kawan yg memakai gamis juga. Jadilah kita saling menyemangati buat percaya diri.
Pada saat itu yang terlontar adalah perkataan baik. Bukan seperti hal-hal yang terbesit di benak. Bahkan ada yang memuji betapa cantiknya yg memakai gamis. *padahal yg muji kala itu sedang suka dengannya* Akhirnya kesan pertama kali saya pakai gamis begitu terngiang dan menjadi cerita tersendiri. Bahwa mereka mendukung, mensupport, menyemangati bagi mereka yang ingin memperbaiki diri lebih baik lagi. Mereka tidak menyindir, mencela, mengolok-olok. Mereka memberikan perlakuan yang baik.
Dear jangan pernah takut untuk melakukan suatu hal yang baik terlebih baik untuk diri sendiri. Lakukan saja, mantapkan hati bahwa kamu melakukannya hanya untuk mentaati perintah Rabbmu, bukan untuk orang lain, apalagi mencari penilaian manusia. Menutup aurat akan menjaga dirimu dari kejahatan, pelecehan, kenistaan oleh orang-orang usil yang tak bertanggungjawab. Awalnya mungkin terasa sulit, namun memulailah yang lebih mudah. Setelah memulai ada hamasah (semangat) yang perlu dijaga, setelahnya ada istiqomah yang perlu kita pertahankan dengan kemampuan kita agar tidak kembali pada titik awal sebelum hijrah.
Kamu akan merasakan betapa banyak doa-doa yang terlontarkan untukmu saat kamu bersisian dengan mereka, berjalan dipinggiran jalan, bukankah kata yang terlontar adalah baik seperti ucapan "Assalamu'alaikum", "Mau kemana Bu Haji", "Eh ada Ustadzah". Meski pada awalnya kamu merasa risih dengan ucapan tersebut, jengkel karena usilan mereka. Tapi lihatlah meski kamu belum haji namun gelaran itu telah diberikan oleh mereka, ucapan keselamatan atau perkataan dzikir yang keluar. Kamu berhasil membuat mereka berucap kata baik saat melihat penampilanmu. Bahagialah kamu.
Sungguh Allah akan selalu memudahkan jalan hamba-Nya yang berhijrah. Menjaga kehormatannya, memuliakan dirinya dan tentu menutup aurat bukan penghalangmu mencari rezeki apalagi meraih prestasi. Bukankah kita telah mengetahui betapa banyak diluaran sana kisah menginspirasi dari seorang muslimah yang bisa berkarir, berprestasi dengan memukau. Jika mereka bisa, pasti kitapun jauh lebih bisa jika kita mau terus berusaha.
Btw, karena dari tadi kia hanya membahas hijrah untuk menutup aurat. Nah sebenarnya menutup aurat yang seperti apakah yang disyariatkan dalam Islam. Semoga penjelasan singkat tentang jilbab syari ini bisa membantu menambah pemahaman baik kita tentang menutup aurat yang benar. Jilbab syari adalah pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh dan tidak membentuk lekuk tubuh. Tutorialnya ada di QS. An Nuur : 31, QS. Al Ahzab : 59. Dan untuk kriteria jilbab syari itu sendiri diantaranya adalah : Pertama, khimar (kain yang menutupi kepala) yaitu kain yang tebal, menutupi dada, no punuk unta (tidak menguncir rambut hingga ke atas), bukan untuk tabarruj (bermegah-megahan), diulur bukan dililit-lilit ya (sebab pakai jilbab itu mudah tidak perlu dipersulit). Kedua, pakaian yaitu bisa berupa gamis atau 2 potongan (baju atasan dan rok panjang), tebal, tidak membentuk lekuk tubuh dan tidak ketat. Ketiga, kaos kaki. Kaki juga aurat loh jadi harus dijaga. Jangan lupa kaos kakinya. Terakhir tentu tidak menyerupai suatu kaum yaa.
Dear, beranikah kamu tampil beda ?
Yuk menutup aurat untuk kebaikan diri juga kehidupan dunia akhiratmu.:)
Salam ukhuwah, 17 September 2017
@aisyazaira