NHW #5 : Learning How to Learn
Bismillah. Hello tumblr!
Gambar di atas adalah camilan dari NHW #5. Judul nya aja seru banget, ya. Learning how to learn. Belajar bagaimana caranya untuk belajar.
Menurut saya cukup tricky sekali ya, bagaimana bisa belajar kok ada caranya juga? Belajar kan tinggal belajar aja..
Tapi saya yakin, setiap individu punya cara belajarnya sendiri-sendiri, kalau tidak sama dengan yang lain, ya bukan berarti caranya salah. Yang penting dari belajar itu menurut saya kan apa yang dipelajari dapat membuat kita lebih mengerti, lebih memahami, dan yang jauh adalah bisa ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan.
Memasuki umur-umur life quarter crisis di mana umur saya memasuki awal quarter 2 dari 100, masih berjalan di 25 tahun menuju 26, banyak cara belajar yang berbeda saat masih berada di jadwal teratur seperti sekolah dan kuliah. Menjadi ibu rumah tangga yang belum berkesempatan bekerja di kantor, mungkin menjadi salah satu pembelajaran baru bagaimana cara saya belajar di jam-jam yang menurut saya, semuanya waktu luang. Apalagi saat LDM dan bedrest begini.
Saya berada dalam kondisi LDM dan mulai bedrest, dari Februari awal. Januari kemarin masa-masa liburan dan gagal pulang ke pelukan suami. Hiks. Tapi nggapapa. Allah pasti punya maksud mengapa saya berada di Solo.
Berikut cara yang saya terapkan untuk belajar akhir-akhir ini.
1. Menggunakan journal diary.
Saya belajar membuat journal. Berbeda dengan bullet journal, saya membuat diary namun dengan tampilan berbeda setiap hari. Kegiatan ini bermanfaat karena membantu saya dalam membackup kegiatan apa saja yang telah saya jalani hari ini, mana kegiatan yang mengupgrade diri, atau mana kegiatan yang ternyata sia-sia/ kurang bermanfaat yang saya lakukan, dan saya evaluasi untuk memperbaiki kegiatan di esok harinya.
2. Pillow talk dengan suami.
Dengan LDM, jarak tetap terasa meski kami saling berkomunikasi. Tidak saya tidak akan bilang tidak ada jarak di antara kami saat kami mulai berbicara, bercerita tentang hari-hari kami. Deuh, tetap berjarak, bu ibu. Membuat jadi lebih dekat hatinya, mungkin.
Yup. Dengan pillow talk, saya dan suami saling memberi waktu dan mengobrol. Hal-hal yang kelihatannya sepele, kadang malah jadi pembelajaran buat kami. Bisa saja jadi ide-ide yang menyenangkan untuk dilakukan.
3. Membaca buku.
Bagi saya, saya harus mengulang belajar membiasakan membaca buku lagi. Huhu. Tidak seperti saat remaja, yang semua novel dilahap, sekarang saya tidak terbiasa dengan buku yang terlalu banyak berkata romantis, dan tidak nyata.
Belajar membiasakan kebiasaan membaca ini mau tidak mau membuat saya harus mengurangi screentime saya. Dan ini saya yakini salah satu cara yang menyenangkan untuk tidak melihat handphone setiap kali layar handphone mati.
---
Berhubung saya sedang bedrest dan tidak bisa melakukan semua aktivitas apapun yang saya sukai di atas kasur, jadi itulah 3 hal yang rutin saya lakukan untuk belajar tentang kehidupan. Apa saja.
Bismillah. Tetap semangat bu ibu. Btw saya sedih ini ketinggalan kelas menulis dengan bahagia, tapi ndakpapa. Saya ikut bahagia ada kelas menulis meski belum berkesempatan ikut kelasnya.
Fighting!















