Tugas seorang ibu bukanlah mengkhawatirkan rejeki keluarga kita, melainkan menyiapkan sebuah jawaban darimana dan untuk apa semua karunia yang sudah diberikan Allah ke kita, anak-anak dan keluarga kita.
_Ibu Septi Peni Wulandari
mengenali diri terkadang sulit, karena manusia mudah terpengaruhi orang lain dan cenderung menginginkan apa yang orang lain miliki sehingga abai terhadap potensi diri sendiri.
untuk mengetahui tipe kekuatan diri (strenght typology) salahsatunya dapat dicek di www.temubakat.com
#NHW7_Dita Sefty Nurina_IIPBAnten
Penjelasan :
Strength Cluster :
Servicing 29 %
Networking 29 %
Generating Idea 14 %
Technical 14 %
Headman 14 %
Interpersonal :
Servicing (melayani orang)
Networking (bekerjasama dengan orang lain)
Headman (mempengaruhi orang lain
Interpersonal :
Servicing (melayani orang)
Networking (bekerjasama dengan orang lain)
Headman (mempengaruhi orang lain
Individual
Generating Idea (otak kanan/ intuitif)
Generating Idea (otak kanan/ intuitif)
Potensi
Ambassador : senang bersahabat, senang melayani dan bertanggung jawab -> saya memang senang bersahaat dan suka diamanahi tanggung jawab jika berada dalam suatu organisasi
Server : senang melayani & mendahulukan orang lain -> berkaitan dengan aktivitas sosial saya
Caretaker : mampu merasakan perasaan orang lain -> sering jadi tempat curhat hehehe dan aktivis sosial
Creator : memiliki banyak idenya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya -> wah ini saya bingung, saya belum pernah merasakan menciptakan sesuatu selain puisi cinta wkwkwwk
Distributor : berpikir “pasti ada jalan atau cara lebik baik “ -> berusaha prasangka baik ini sedang saya terapkan di kala panik dan menjalani hidup susah atau senang
Motivator : mendorong atau memberi semangat kepada sekumpulan orang agar sukses -> “senang ngomporin” hihi
Server : sifat suka melayani dan mendahulukan orang lain -> ini PR terbesar saya jika diterapkan dalam keluarga
Kelemahan
Commander : berani mengambil alih tanggung jawab dan menghadapi seseorang empat mata -> huhuhuuuuuuuuuu saya memang gak enakan dan canggungan
Educator : sifat mereka selalu ingin memajukan orang lain dan senang memajukan orang lain -> hihihihi padahal saya senang “mendorong” mereka untuk sukses
Evaluator : sifat mereka selain analitis juga teliti suka mengumpulkan informasi -> Yes! Kelemahan saya itu gak teliti :D
Explorer : sifat mereka selain analitis juga senang mempelajari latar belakang senang olah pikir -> saya suka analisi cuma film detektif saja kalau di dunia nyata gak mau pusing :p
Marketer : sifat mereka strategic dan mengkomunikasikan sesuatu, banyak idea dan enang menonjolkan kelebihan -> kalau saya sih gak pedean heheh
kesimpulan singkat dari test tersebut seorang Dita adalah orang senang bersahabat, senang melayani dan bertanggung jawab, suka sekali megatur penempatan ataupun penugasan orang (namun jika memerintah tugas saya gak enakan hehehe), dapat merasakan perasaan orang lain baik senang ataupun sedih, banyak idenya yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya.
selalu berpikir “pasti ada jalan atau cara lebik baik, senang memotivasi dengan berbagai cara melalui sifat periangnya ada melalui sifat empatinya, ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain (ketika saya test STIFIn, sifat inipun muncul). Suka melayani dan mendahulukan orang lain (semoga bisa diterapkan di rumah tangga juga, karena pada suami saya cenderung egois >.< )
Sungguh saya termasuk manusia di dalamnya, dan ingin melakukan perubahan agar tidak menjadi manusia yang merugi tersebut. Betapa banyak waktu yang saya buang dengan percuma, sedangkan saya ingin hidup dalam kebermanfaatan.
Sebagai seorang istri bekerja dan belum dikarunia anak, terkadang saya memiliki waktu yang dengan atau tanpa sengaja saya lewatkan begitu saja tanpa hal-hal bermanfaat dan produktif. Berhaha-hihi dalam genggaman smartphone, niat mencuri ilmu dalam online namun kebanyakan mampir sana - sini dan berujung ke akun gosip ngehits yang berakhir bikin kepala senut-senut melihat kata-kata pedas sadis di kolom komentar, kebayang beratnya hisab untuk jempol dan mata ini :(
Hup.. hup.. hup... maka bergeraklah melakukan perubahan!
Tahap 1, memilah aktivitas
Tahap 2
TADA!!! waktu saya selama ini kebanyakan di main gadget :(
Tahap 1
Merubah aktivitas penting menjadi dinamis. Dalam aktivitas penting saya menulis Ibadah, mengurus suami dan bebebah. Dalam hal beribadah saya mesti meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Beberapa bulan terakhir ini saya kebanyakan begdang gak penting dan membuat saya lalai mendekat kepada Allah di sepertiga malam. Maka saya akan merubahnya di sepertiga malam menjadi aktivitas dinamis untuk mendekatiNya.
Mengurus suami, walau suami saya adalah pribadi yang mandiri dan tidak mengandalkan saya dalam mengurus keperluannya. Sebagai seorang istri saya wajib belajar dan melakukan tugas-tugas saya. ini adalah hal terberat bagi saya yang ilmunya masih dangkal dan malas.
Bebenah! Bebenah di sini bukan hanya beres-beres rumah, tapi beres-beres diri dengan segala drama dan kerebekannya, dalam hal ini membantu saya juga untuk menemukan tujuan untuk apa saya hadir di dunia?
Tahap 4
“Kandang Waktu”
karena saya bekerja maka aktivitas rutias rutin saya pindahkan di malam hari setelah saya pulang bekerja. Untuk penambahan jam terbang saya dan aktivitas dinamis yang lebih banyak saya lakukan di weekend biasanya saya mengisi dengan pelatihan (tidak tentu waktunya dalam sebulan) dan liqo atau kumpul bersama keluarga. Di dalam keseharianpun dalam menghilangkan jenuh di dalam aktivitas dinamis saya selipkan bermain dengan kucing-kucing saya (biasanya pulang kerja atau sambil melakukan sesuatu) meski di jadwal tidak saya cantumkan.
Indikator dalam manajemen waktu tersebut beberapa sudah ada yang berhasil meski banyak naik turunnya karena moody rasa malas. Ke depannya saya harus lebih keras lagi ke dalam diri saya agar lebih disiplin.