Tempat Kenangan(fanfict)
TERAKHIR
Hari beranjak sore, aku pun segera menuju rumah, seusai bel sekolah berbunyi. Rumah ku yang terletak di bilangan tambun. Sesampai nya di rumah ku langsung mengecek hp untuk melihat verif seishun Girls besok. Ternyata memang rezeki ku, aku menang undian tiket dan bersiap melepas rindu dengan oshi ku.
Nama ku Noval, aku sekarang duduk di bangku kelas 12, dan sudah menyelesaikan Ujian Nasional. Aku juga akan melanjutkan studi ku ke jerman. Ya, untuk masa depan ku.
Esok hari telah tiba, di hari minggu yang cerah ini aku telah rapih untuk pergi ke bonbin, begitu ke menyebut Theater show Seishun Girls, karena di unit song ame no doubutsuen terdapat banyak binatang. Badan sudah wangi, rambut sudah rapih, aku bersiap pergi, tak lupa ku menjemput temanku yang bernama Bagas, dia Nadila Oshi atau bisa di sebut maniak Paw. Sesampai nya di rumah Bagas, dia ternyata sudah menunggu di terasnya.
“Gas, yuk berangkat” ajak ku.
“Gua gak verif, lu ada verif?” tanya bagas.
“Ada nih, tenang sama gua.” Jawab Noval
Sesudah sampai di tempat laknat, atau FX. Ternyata sudah penuh, ini biasa saat weekend. Kami pun segera menukar verif dan baris di barisan mbak Vina karena Bagas pakai verif hibahan. Kami dapat Bingo biru nomer 15, hati senang karena dapat bingo blokingan oshi ku.
nomer kami 15 biru dipanggil ke 3, sontak aku segera masuk kedalam theater dan duduk di row 4. Kami pun menikmati lagu demi lagu, dan benar saja aku di eyelock Ikha terus.
Sesusai Theater ada pengumuman Direct Selling HS, dan member yang ikut DS Ikha, Viny dan Ayen. Sontak jiwa maniak ku keluar.
“Gas, DS dulu ya, ada Ikha nih.” Ujar ku.
“Duh, maniak nya keluar lagi kan.” Jawab bagas.
Aku segera masuk dalam barisan DS, tentu saja line Ikha. Sesampainya ke depan meja DS Ikha langsung menyapa ku.
“Eh, Kakak Nopal, beli HS lagi nih?” tanya ikha pada ku dengan semangat.
“Nggak kha, Cuma numpang ngantri.” Jawabku dengan sedikit tertawa.
“wah, parah, beli dong nih lima.” Suruh ikha.
“enak aja, kemaren gua udah beli 4, satu aja tuh sesi 5.” Suruh aku.
“Oke, kak.” Jawab ikha.
Sesudah membeli HS, kami pun pulang ke rumah dengan mengendarai motor tua ku. Sesampainya aku dirumah aku berpikir, gimana ya aku di Jerman, apakah aku bisa.
Beberapa hari setelah nya....
Sekarang, hari minggu, hari ini adalah JKT48 Handshake Festival single ke 10 JKT48, UZA. Aku segera mandi dan menggosok gigi tidak lupa ku pakai parfum agar badan ini tetap wangi. Tak lupa ku membawa perlengkapan wota ku, Album Photopack, CD, Tiket HS dan lainnya. Dengan semangat ku langsung ke venue HS yang bertempat di JCC. Disana sudah ramai, aku menemui teman-teman ku yang sedang duduk.
Tiba giliran ku untuk Handshake dengan oshi, karena ini HS untuk yang ke sekian kali bagi diriku aku sudah tidak deg deg kan. Dengan membawa 5 tiket HS aku mengantri dengan polosnya. Beberapa menit mengantri, akhirnya aku sampai di line 12, tempat Ikha berada.
“Haloo, kak Nopal.” Seru ikha dengan senyum manis nya.
“Hai, eh sekarang gua mau ngomong serius nih, ga bercanda kaya yang kemarin-kemarin.” Ucap ku dengan muka agak suram.
“Kenapa kak?, mukanya kok rada sedih gitu?” tanya ikha.
“anu, kha. Ini kayaknya bakalan jadi HS terakhir gua sama lo deh”. Jawab Noval dengan sedih.
“kenapa kak? Oshihen yah?” tanya Ikha lagi dengan suara sedih.
“oh nggak kok, jadi gini, gua mau lanjutin kuliah di Jerman, jadi gak akan bisa ngidol lagi kha”. Jawab Noval dengan muka sedih.
“Begitu yah, gapapa kok, utama kan pendidikan, karena itu jaminan masa depan kakak, kalo udah lulus balik lagi yah kesini.” Kata Ikha dengan penuh keyakinan.
“insyaallah, kha. Gua bakalan rajin, biar cepet lulus, doain aja yah.” pinta noval
“pasti kok.” Jawab ikha.
Selesailah Handshake ku dengan Ikha, aku keluar bilik dengan membawa 3 stiker, tapi stiker sudah biasa ku dapatkan saat HS, ada sesuatu berharga yang ku dapatkan tadi, itu adalah semagat, yak aku di semangati oleh oshi ku untuk menimba ilmu.
Keesokan hari, tinggal beberapa minggu menjelang keberangkatan ku ke Jerman. Aku masih terpikirkan oleh masa aku ngidol.
“Apakah aku bisa meninggal kan nya, apakah aku bisa meninggalkan fx tercinta?” tanya ku dalam hati.
“tidak, aku harus bisa meninggalkannya, setidaknya untuk sementara waktu.” Jawabku lagi dalam hati.
Masa ku ngidol adalah masa terindah, dimana aku mendapatkan pengalaman berharga, dan teman-teman yang berharga. Sulit memang untuk meninggalkan itu, tapi setidaknya kenangannya masih akan terus ada.
Hari ini aku dan teman-teman ku berencana melakukan seshuraku atau istilahnya kegiatan terakhir, yak hari ini mungkin hari terakhir aku menginjakan kaki di fx, mall yang punya kenangan bagi ku. Karena disinilah aku mulai tau JKT48, di sinilah aku punya banyak teman, dan d isinilah aku mulai mengenal sosok Ikha oshi ku. Mungkin disini juga lah aku menemukan jodoh.
Sesusai menyelesaikan pembuatan paspor, aku langsung segera ke fx untuk yang terakhir kalinya mungkin. Sesampainya disana aku segera menemui teman-teman ku di wendys luar, tempat aku ngumpul. Segera aku tukar verif untuk teater seishun girl. Aku mendapat bingo 14 biru, bingo ini adalah bingo favorite ku dan teman-teman, karena bingo ini aku sering front row.
Bingo ku di panggil ke empat, segera aku dan teman-teman ku masuk, seperti biasa badan dan tas ku di cek, takutnya membawa barang-barang yang tidak di perbolehkan, padahal aku hanya membawa rindu saja. Aku masuk ke hall of fame atau lorong menuju stage JKT48 Theater, ku pandangi seluk beluknya, karena pertama kali aku ke theater aku begitu kagum dengan ruangan ini.
Aku juga mulai masuk ke area dalam theater, segera ku duduk di row 2 kiri tempat favorite ku. Aku kembali teringat masa pertama kali theater, disini juga aku duduk dan disni juga aku melihat sosok Ikha yang sekarang oshi ku.
Kegeana telah berbunyi, pertanda show akan mulai, Ikha lah yang bicara di balik tirai, sungguh spesial show ku kali ini. Cinderela wa damarasenai telah di bawakan, pertanda show telah usai. Aku dan teman-teman segera keluar untuk hi-touch. Seperti biasa member mengatakan, terima kasih yah kak, tetapi ketika giliran Ikha, dia memberikan semagat padaku.
“semangat yah, kak”. Kata Ikha dengan senyum manisnya.
“Iyah, kha, doain aja,” jawabku dengan hati gembira.
Seusai hi-touch, aku dan teman-teman merayakan terakhir kali aku di indonesia, kita bersenang-senang, di tempat yang penuh kenangan bagi ku. Pulang sekolah aku ke sini, hari libur, dan malam minggu pun aku habiskan di sini, sungguh masa paling indah.
Malam telah larut, tepat pukul 12.30 malam. Aku pulang meninggalkan fx, yak untuk terakhir kalinya, mungkin aku bisa ke sini lagi suatu saat nanti, tapi mungkin juga suasana sudah berubah. Aku langgsung tidur karena besok aku akan memulai hidup baru di Jerman.
TO BE CONTINUED...
by: M.izuddin J(@jundgates)









