Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (Dalam Kenangan)
Pada Suatu Pagi Hari Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-tintik di lorong sepi pada suatu pagi. Ketika Berhenti di Sini ketika berhenti di sini ia mengerti ada yang telah musnah. Beberapa patah kata yang segera dijemput angin begitu diucapkan, dan tak sampai ke siapa pun
- Dikutip Dari Buku Puisi “Mata Pisau” ~ Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono, Dalam Program Webinar Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta, 06 Juni 2020
Selamat jalan, guru kami, sampai jumpa di surga abadi.







