Sekumpulan Orang Orang Asing
kurang dari 30 hari lagi,.
bulan suci yang penuh dengan rahmat-Nya, berkah yang begitu melimpah mengalir seiring amal-amalan yang akan kita tunai kan di dalamnya, tak berapa lagi, insya allah akan segera tiba,.
semoga kita disampaikan untuk bertemu dengan hari-hari indah tersebut..
sebuah deretan huruf-huruf ini akan menjadi pengiring dan pengingat untuk semakin meneguhan hati (ini) agar semakin dekat dengan-Nya melalui potongan kisah seorang pemuda di negeri nan jauh dari tanah arab. .
Bismilahirrahmanirrahim..
Alkisah, hidup seorang pemuda yang 24/7 hidupnya ia habiskan dengan olahraga, entah karena ambisinya atau penyaluran hobi semata, sampai suatu ketika terbesit dihatinya, bahwa ia harus menjadi seorang pahlawan bangsa (altet daerah, provinsi, nasional, bahkan internasional masa depan.. keren ga?), kesehariannya sejak duduk di bangku sekolah dasar dihabiskannya dengan olahraga (dan olahraga….), organisasi bertambah di tingkat selanjutnya, dan sedikit torehan torehan prestasi yang cukup mengurai air mata nya saat aktif di pasukan 3 saf 3 banjar (paskibra sekolah). Suatu waktu disaat dirinya harus menerima bisikan nuraninya untuk mencari ilmu sampai ke negeri seberang, terpautlah pemuda tersebut disuatu negeri yang terkenal dengan kehidupan hedonismenya, setidaknya (image tsb) tak sekental sampai ketika kakinya berpijak dibangunan berkubah itu yang agak besar untuk seukuran tempat “pendidikan tinggi” seperti itu, sebuah bangunan hijau berkubah. dimana secercah cahaya ini melegakan hatinya untuk bulatkan tekad dan yakin dengan langkahnya di sini dan meninggalkan egonya yang telah dicita-citakan nya itu..
satu bulan, dua bulan, satu semester, satu tahun sudah terlewati, tapi terasa ada yang kurang, kosong,. (galau nih…? 2011, kayaknya blum tren kata galau deh, hehe)..
sampai pemuda tersebut kenal dengan seorang seniornya di tempat ia menuntut ilmu dan kala itu Ramadhan 1432H,..
.
seniornya berkata, buka shaum dimana nanti , ke masjid aja tiap sore, lumayan bisa hemat, apa lagi buat anak kos…
pemuda, boljug.. boleh juga.. haha
"Ta’jil" kata baru yang terdengar masih samar bagi dirinya yang awan..
Oohh.. berbuka puasa maksudnya.
terlepas dari arti sebenarnya “ta’jil” untuk menyegerakan buat berbuka puasa dan bagaimana rumusnya kini maknanya samar menjadi apa yang kita santap saat berbuka puasa (sudahlah,. kalau bicara mindset negeri bebek, pegel, belum bisa jujur dalam berbahasa.. hehe), sejak itu lima huruf satu tanda baca ini, menuntun pemuda tersebut kesuatu perkumpulan orang-orang asing disebuah lingkungan hampa yang masih kental dengan gaya hidup hedonismenya itu (until know)..
Bulan yang begitu dinanti itu, bulan ibadah dan ketaatan bagi seluruh umat islam. sama seperti saat ini, detik ini, Bulan Sya’ban 1435H kita terus panjatkan doa, membersihkan hati agar Allah meng-ijabah doa doa kita untuk dapat berjumpa dengan bulan tersebut..
dikala lowbet (hati seorang muslim), charging 5 kali sehari pun serasa begitu nikmat, bahkan kurang.. (overcharging yang ini gpp kayaknya, dilengkapin dengan sunnah” rasul) betuul?
.
setelah seniornya itu, seiring bergulirnya jarum jam di bulan itu, bergantinya menu ta’jil di bangunan berkubah itu, satu per satu bertambah wajah baru yang dikenal nya, semakin lama ia pun semakin sering habiskan waktunya di bangun berkubah yang agak besar itu.. (kalau agak besar, berarti banyakan kecilnya ya.. so sad, tapi sekarang sudah megah.. tinggal diramaikan.. insya allah..)
sampai akhirnya suatu sore tiba ia di tunjuk untuk mengambil giliran tausyiah qabla solat tarawih besok malam, setelah beberapa hari sebelumnya berhasil mengelak.. (berasa kesindir ga sih.. hehe..)
apa boleh buat, pemuda tersebut mengambil kesempatan ini, dan tepat pada gilirannya, dimalam solat isya dan tarawih saat itu terasa cukup buat tubuh merinding jamaahnya, namun saat kultum berubah menjadi suasana penuh hangat, panas, dan peluh dari si pemuda tersebut yang sedari tadi meremas-remas lembaran kertas (contekan kultumnya.. ckckck).. sebuah situasi baru yang kali pertama ia alami di depan hadirin jamaah solat tarawih kala itu, disamping kesempatan” yang biasa diambilnya berbicara di depan umum dengan cukup lancar, tidak biasanya hal itu terjadi..
malam itu berlalu, pengalaman baru dan kegiatan kegiatan baru yang iya ikuti di bangunan yang disadarinya sudah berubah megah tanpa kubah tersebut menjadikannya tenggelam dalam dirinya sendiri, menikmati kekhawatiran, keresahaan, kegugupan dan segala kekosongan sebelumnya yang ia terlelap didalamnya telah sekian lama akan segera berlalu.
kini ia terasa sedang berada di ujung pintu ruang kosong dan gelap dan ingin sekali segera keluar, (ini kah ruangan baru yang sejak dulu dicari?.. hatinya berbisik..)
tanpa pikir panjang, iya masuk ruangan baru dihadapannya itu, mustahil tak bercela, ruang gelap itu suatu saat akan mencoba menghisapnya kembali..
terlahirlah seorang pemuda baru yang lebih bergairah dan setiap langkahnya lebih bersemangat karena Allah (SemangkA..!!)
.
hari-harinya, minggu-minggunya, bulan-bulanya dan dalam beberapa tahun ia abdikan dirinya untuk kelompok asing tersebut, banyak wajah wajah anik (mau bilang aneh tapi unik, jadilah kata itu) yang ia temui..
.
banyak pelajaran baru yang ia dapat, beberapa kesempatan ia emban amanah untuk aktif mengurus kelompok itu, sampai saat ini, walau sudah jadi sesepuh, semakin haus akan ilmu yang seharusnya ia ngeh, yang seharusnya iya cari sejak dulu, sejak jaman olahragaliyahnya itu,.
.
Teringat sabda Nabi SAW,
Innal hamda lillah (sesungguhnya pujian itu milik Allah),
Nahmaduhu (kita memuji-Nya),
wa nasta’inuhu (dan kita minta pertolongan-Nya),
wa nastaghfiruhu (dan kita memohon ampunan kepada-Nya),
wa na’udzu bihi (dan kita mohon lindungan kepada-Nya),
min syururi anfusina (dari keburukan diri kita),
wa min sayyita a’malina (dan dari kejahatan amal-amal kita),
man yahdillahu (siapa yang ditunjuki Allah),
fala mudhillalahu (maka tidak ada yang bisa menyesatkannya),
wa man yudhlillahu (dan siapa yang disesatkan Allah),
fala hadiyalahu (maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk)..
tak berapa lama dan pemuda itu pun tersentak oleh suara adzan di laptopnya, sore ini kan kamis 8 sya’ban 1435H, tersadar dari lamunan tersebut, ia pun bersegera berbuka dengan segelas air dan turun untuk jamaah sholat magrib..
wallahu’alam bisshawab..