Sudah ku duga kau akan melupa tentangku secepat itu. Selamat untuk diriku, setidaknya Aku menjadi tahu bahwa kamu tidak pantas untuk berteman denganku secara lebih lagi.
Typu

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from T1
seen from China
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Italy
seen from China
seen from Singapore
seen from China
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Japan
seen from United States
seen from China
Sudah ku duga kau akan melupa tentangku secepat itu. Selamat untuk diriku, setidaknya Aku menjadi tahu bahwa kamu tidak pantas untuk berteman denganku secara lebih lagi.
Typu
Kita pernah melangkah di jalan yang sama, terpisah jarak ke sekian. Tanpa ekspektasi, apalagi praduga; barangkali di antara kita terselip takdir.
Hingga suatu hari, kita kembali berpapasan di jalan yang lain. Pada satu titik temu yang tak pernah direncanakan. Di sana—kau dan aku berjarak hanya sepelemparan batu. Tanpa dialog apa pun. Hanya sibuk dengan pertanyaan masing-masing.
Kau siapa?
Orang Asing
Seberapa jauh aku mengenali diriku?
Benarkah aku mengenali siapa diriku?
Membicarakan tentang diriku kepada diriku sendiri rasanya asing. Aku orang asing bagi diriku sendiri, aku jiwa yang asing bagi tubuhku sendiri. Bagaimana mungkin, padahal ia tinggal seperempat abad di dalamnya. Ahhh, ternyata tubuhku bahkan tidak dapat mengenali tuannya.
Bandung, April 2019
musik : crying alone - jurrivh
#akuadalah I
Hari ini aku mau pamer tentang niat baik dan cara pandang baruku.
Aku menemukan sahabat baru, dia salah satu dari dua sahabat yang amat saya kagumi dengan masing-masing fungsinya untuk diriku saat ini. sebut saja dia kesepian
Cerita sedikit nih.. sedari dulu kesepian adalah hal yang paling aku hindari dan takuti bahkan keramaianpun susah untuk melawan dan malah meratapi. aku kalah!
Berjalannya waktu dan terbiasa dengan kesepian serta ratapan sesat yang sering berkunjung, aku mulai sadar beberapa hal, ketika aku sedang sendiri aku menjadi lebih lepas, lebih jelas, lebih tau siapa diriku dan kemauannya yang muluk-muluk. ketika aku sedang sendiri aku tidak melupakan diriku sendiri untuk didengarkan.
Gimana? bukankah dia (kesepian) itu sangat berpotensi untuk meningkatkan level hidupku bukan?
Ada yang bilang "bersahabatlah dengan kesepian agar sedikit bijak dan peka terhadap petunjuk Tuhan."
perkenalkan sahabat baru ku sebut saja.. kesepian!
Jakarta, Juli 2019
kau adalah kedai kopi favoritku.. tempat meluapkan rasa, baik duka maupun suka dan tempatku mencari inspirasi ketika aku sedang ingin berimajinasi
kau adalah kedai kopi favoritku.. akan kuberitahu menu andalanmu
disana kau menyajikan kelembutan capuccino dengan foamnya yang membekas dimulut..
disana kau menyajikan manisnya latte dengan hiasan latte art yang lucu..
disana juga kau menyajikan pahitnya esspreso, cukup nikmat tapi tetap saja pahit..
dan disana juga kau menyajikan affogato, kepahitan esspreso dengan campuran manisnya satu scoop besar eskrim yang lembut..
yah.. kadang kau memberi ku menu dengan tiga varian sekaligus, entah apa maksudnya
kau adalah kedai kopi favoritku..
aku akan terus berkunjung, asalkan kau tidak memberi menu andalanmu kepada pelanggan lain
karena kau adalah.....
kedai kopi favoritku
Hanya bisa terpaku seraya menatap dan mendengar apapun yang burung kecil itu kicaukan.. ia sedang mencari perhatian, ia sedang mencari pelarian. pelarian dari limbah-limbah pikiran.
Aku memilih untuk diam sembari menikmatinya karena ia layak untuk diperhatikan
" tapi tunggu dulu.. mengapa kau disini ? mengapa kau mau berada disini? apakah pemilikmu tahu kau lepas ? seekor burung kecil sepertimu tidak biasanya ada di kedai kopi.. sefrustasi itukah dirimu hingga berani ke tempat yang bukan habitamu ? Apapun tujuanmu, aku mohon jangan dulu terbang.. jangan ! " gumamku dalam hati.
Secangkir dua cangkir kopi sudah ku teguk dengan di iringi kicauan burung kecil itu.
kadang merdu, kadang sumbang..
kadang lesu, kadang riang..
Sebatas itulah yang ku tahu tentangmu wahai burung kecil yang terus mengadu.
Teruntukmu burung kecil yang sedang tersesat, akan ku antar kamu ke alam bebas bukan kembali ke sangkar yang keras.. Terbanglah~ Berkicaulah~ karena kebebasanmu seluas langit biru.
Semoga dirimu masih berkenan berbagi kicauan denganku..
"tidak untuk malam ini, bersenang-senanglah untuk esok pagi.."
rindu nya si asing ini memang lain, dia melepas bukan mengupas, nanti kau habis dikunyah ego yang sedang main.
berisiknya~ genggamannya~ kuku panjangnya~ bahkan aroma asing pemikat rangkulan dan pelukan.. semua dirindunya
"aaaah... andai saja ini dan itu" menggerutulah si orang asing itu dengan meyakini satu hal, ini dan itu akan terjadi.. pasti
bukan hanya fantasi liar, tapi juga hal yang harus di yakini.. karena keyakinan ini patut untuk di juangkan !