Merayakan Imlek di Washington D.C.
Saya baru merasakan langsung kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek setelah bermukim di Fairfax, Virginia, yang letaknya sekitar 20 kilometer dari Washington D.C.
Di kota-kota Amerika dengan komunitas Asia yang besar, terutama Tionghoa, Chinese New Year Parade sudah menjadi acara tahunan yang ditunggu-tunggu karena biasanya megah, menampilkan keragaman seni dan budaya yang menarik, mulai dari pakaian warna-warni, musik, tari, lampion dan ornamen unik lainnya, seni bela diri dan akrobat, marching band, dan tentu saja barongsai dengan genderang yang meriah, yang di sini disebut Dragon and Lion Dance.
Ketika tinggal di Indonesia sampai tahun 1995, saya belum pernah melihat parade Imlek, apa lagi yang semeriah di China Town, Pecinan Washington D.C.
Selain parade di kota besar seperti DC, New York, Boston, Los Angeles, Seattle dan San Francisco, kegiatan-kegiatan yang dilakukan komunitas kecil juga tidak kalah menariknya, bahkan sejak 14 Januari lalu sudah ada acara-acara untuk menyambut tahun ayam, tahun 4715 yang jatuh pada 28 Januari 2017 ini.
Setiap tahun, Luther Jackson Middle School di Falls Church (sekitar 15 menit dari rumah saya) menjadi tempat perayaan Tahun Baru China atau Lunar New Year yang diselenggarakan oleh Asian Community Service Center. Para siswa biasanya diminta mengenakan pakaian yang berbau Asia dan mengikuti pawai barongsai mengelilingi sekolah mereka.
Anak-anak dan masyarakat sekitar yang datang tahun ini dihibur dengan pertunjukan musik dan tari dari China, India, Thailand, Indonesia dan Vietnam. Setelah itu mereka mengikuti permainan khas Asia, membuat kerajinan tangan dan mencicipi makanan Asia yang lezat. Yang tak kalah seru buat anak-anak sekolah itu adalah “lucky money”….angpao dalam amplop merah.
Walikota Rockville, Maryland dan Council and Asian Pacific American Task Force di kota itu bekerjasama untuk menggelar pertunjukan multi-generasi, pameran dan mengajak anak-anak melakukan kegiatan budaya dan mencicipi makanan-makanan khas Imlek.
Dalam acara gratis ini anak-anak Indonesia yang tergabung dalam kelompok IKPA (Indonesian Kids Performing Arts) menampilkan lagu-lagu rakyat dari Indonesia bagian timur bersama kelompok budaya dari negara-negara Asia lainnya.
Smithsonian American Art Museum merayakan Lunar New Year 2017 dengan mengundang masyarakat ikut membantu "membangunkan singa" dan memulai tahun ayam dengan musik, kegiatan kerajinan yang menyenangkan, pertunjukan tradisional yang disajikan dalam kemitraan dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat China.
Pada hari yang sama, masyarakat Vietnam merayakan tahun barunya ‘Tet Celebration’ di Eden Center, kompleks pertokoan yang bernuansa Saigon, dengan acara pertunjukkan seni.
Di Musium Tekstil Washington DC, masyarakat juga bisa mengikuti acara Okinawa Lunar New Year, yang merayakan tahun baru sesuai tradisi Kerajaan. Demonstrasi karate selalu menjadi sajian yang ditunggu-tunggu mengingat Okinawa adalah kampung halaman seni bela diri tersebut. Acara grastis sepanjang hari pertama tahun baru ini digelar oleh Okinawa Kai of Washington, D.C., dalam kerjasama dengan pemerintah Okinawa.
Perayaan Imlek di Amerika juga berkaitan erat dengan pesta perayaan datangnya musim semi yang berakhir pada bulan purnama, 15 hari kemudian. Acara yang disebut Lantern Festival ini kalau di Indonesia saya ingat istilahnya Cap Go Meh.
Menurut Asian Community Service Center, penyelenggara utama festival musim semi di daerah saya, tanggal 4 Februari adalah hari istimewa karena merupakan awal musim semi menurut kalender lunar, yang diyakini waktunya semua bangun dan nasib buruk rakyat diusir.
Pada tanggal itu, masyarakat sekitar Washington D.C bisa menikmati perayaannya di Kennedy Center yang menampilkan akrobat Beijing dan musisi China. Pengunjung bisa ikut belajar kaligrafi dan rias wajah/pakaian Tionghoas, dll.
Perayaan Tahun Baru Imlek di Washington D.C. rasanya bukan hanya untuk keluarga keturunan Tionghoa saja, tetapi sudah menjadi tontonan spektakuler bagi masyarakat umum. Masyarakat kota ini banyak yang saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai, ucapan selamat dan semoga banyak rezeki, bahkan kepada teman non-Tionghoa.
Walaupun sudah menjadi migran di Amerika sejak tahun 1800-an, dan kebanyakan sudah berasimilasi dengan budaya barat, komunitas Tionghoa tentu masih mengisi perayaan tahun baru ini dengan tradisi penting yang dibawa nenek atau orang tua mereka, memahami makna ritual yang mereka lakukan, dan pada akhirnya, membuat mereka bangga sebagai orang Tionghoa.
Washington D.C. 5 Februari 2017