M E N J A T U H K A N S A U H
Aku terbangun dari hujan semalam,
yang rintiknya kelelahan saat matahari berencana hadir.
Bagaimana kiranya aku bisa sampai di sini?
Aku yang memilih, atau tempat ini yang terpilih untukku?
Bagaimana aku bisa percaya,
pada semua yang dihadirkan untukku?
Padahal aku punya kuasa untuk memilih,
pada apa dan siapa sauhku akan kujatuhkan.
Pada apa dan siapa aku akan menetap.
Pernahkah ada yang bertanya,
bagaimana bisa dirinya, bisa ada pada suatu tempat?
Hingga pada akhirnya percaya bahwa yang ditempati adalah yang teruntuk dirinya, selain karena tidak ada tempat lain yang bisa ditemukan, atau yang bisa ditempati.
Kiranya, kita semua begitu terbiasa pada semua hal yang tersaji. Rasa percaya yang hadir, tumbuh bukan berdasarkan pilihan, melainkan karena penerimaan.
Hingga akhirnya menyerah, saat percaya mulai melahirkan kekecewaan dan memaksa kita kembali memilih.
Setia pada apa yang dihadapkan,
atau melangkah mencari yang lain,
untuk kembali menancapkan sauh.










