last night (28/8/2025) in indonesia during a protest, an ojol (motorcycle taxi) driver got ran over by a police truck that was trying to escape and was killed, and the police and the government are trying to silence us from speaking up about it.
we are trying to get international eyes on this, as local tv stations are not being allowed to report it. as usual, the indonesian government are trying to coax us into forgiving them with a bunch of disingenuous apology videos and a slap on the wrist for the perpetrators, but we will not let them go that easily this time.
and so to put pressure on them, we'd like international news stations to report on this. trying to get them to listen to us "normal" civilians will be a difficult and strenuous effort, but if we get CNN or something on this then that might be a quicker way to get them to back down.
if youve got twitter, please retweet this https://x.com/ezash/status/1961068893985800511 as it's one of the many video proof of the incident or this https://x.com/pporapippamm/status/1961070289829449770 as a concise summary of what happened, and maybe any other tweets u might see abt this issue. otherwise if you can, please help spread the message; even word of mouth might help.
edit: if u have time to watch a 4 minute video, this one is in english and explains what's been happening https://x.com/wannabewhisper/status/1961308260763406449
the driver who was murdered by the police is AFFAN KURNIAWAN and he was only 21 YEARS OLD; the breadwinner of his family. he wasn't even participating in the protest. he was delivering food.
there were many other victims and cases too, including forms of human right violations (medics in jakarta being sprayed by tear gas and an ambulance driver in solo getting beaten up) but so far this has been the biggest case, and we're trying to get the attention of international media to blow it up and show how fucked up the govt is here at this point.
sorry if im not making a lot of sense rn im super tired and still really angry
jadi kan ini udah setahun lebih dikit sejak pertama kali kerja gambar-gambar editorial... kebetulan juga barengan sama masa-masa banyak yang gambar aktivisme/protes (at least di twitter). jadi pengen nulis dikit soal notes/stuffs yang kupelajarin aja...
tentu ini gak definitif dan bisa berubah lagi karena belajar gak ada habisnya, aku juga gak ngerasa kalo ini macem "godly tips gweh yang paling bener sejagat raya" tapi i think some people would be interested karena alasan di atas????? yea also i just like to yap so oof
intensitas pesan: yang aku baru ngeh dari ngegambar editorial komersil & nonkomersil (biasanya buat protes, atau emang temanya agak absurd, kayak seri metaphora/bunuh-bunuhan politikus), semakin frontal penggambaran dan penyampaian pesan, biasanya semakin kuat emosinya. mungkin karena pemrosesannya simbolismenya lebih singkat, berhubung sifatnya frontal. gak berarti gambar yang gak frontal gak bisa punya emosi yang sama kuat dengan yang frontal (diomongin di poin 2) ya. tapi misal, dari observasi bandingin gambar protes Indonesia Gelap sama gambar editorial umum, gambar protes biasanya mengandung elemen darah, kekerasan, dsb.. editorial umum cenderung lebih halus, biasanya karen ada kode etik jurnalistik & taking precautions aja. di awal-awal kerja, aku pernah ngajuin gambar yang ada elemen tusuk-tusukannya, tapi ditolak bos WKWKWK, suruh perhalus lagi...
frontalitas ≠ intensitas: tergantung topik, mungkin frontalitas pesan gambar harus dikurangin. frontalitas, bukan intensitas ya. ini mostly dapet dari ngikut campaign bootcampnya remotivi yang ganti gambar kekerasan seksual. berhubung temanya sensitif, jadi gambar sifat frontal biasanya dihindarin karenabisa jadi traumatik, berhubung kita gak bisa kontrol reaksi orang (ini juga penting, secara umum). nah untuk bedanya, coba liat gambar aiko yoshina ini, kebetulan masuk ke pameran campaignnya. pas sesi talkshow pameran, salah satu narsumnya yang penyintas KS bilang ini gambar yang paling memorable buat dia karena emosinya dapet – alias intensitasnya tetep ada. menurutnya, gambar ini ngegambarin banget emosi yang dirasaiin penyintas, yang harapannya juga bisa sampai ke nonpenyintas yang gak bisa tahu langsung rasanya kayak apa. contoh lain ngurangin frontalitas tanpa harus ngorbanin pesan yang mau disampaiin ada tweet soal sampul the saturday evening oleh norman rockwell. bisa dipake kalo misal kalian belom terlalu berani buat gambar sesuatu yang agak frontal dan mau lebih delicate. gambar sesuatu yang intens juga gak selalu harus tentang peristiwanya, bisa juga tentang gimana penyintas melawannya (liat tweet ini). jadinya gak mojokkin penyintas (terutama karena temanya protes), tapi dukung mereka gituh.
artstyle gak terlalu ngaruh, the more the merrier: ini gak terlalu berhubungan sama alasan kenapa aku nulis ini sih, tapi kadang suka ngeliat orang yang khawatir soal art style di twitter. so i'll put some samples of ilustrator editorial lokal yang bisa patahin stigma kalo gambar harus punya 1 style tertentu. ilustrator sampul tempo, kendra paramita, itu punya lebih dari 1 style – dari yang polos kartun sampe yang painting realis (liat gambar brigadir VS ali sadikin di sampulnya). so far aku pribadi lebih kerasa karena tergantung aja waktu pengerjaannya berapa lama, sama tema/konsep gambarnya gimana. yang stylenya gak realis/karikatur, tapi bahas topik politik? juga ada sih, misal nina & riizky di jawa pos (kayaknya nama lengkapnya masing-masing isnina aryani hasanah & rizky agung, kalo liat daftar redaksi). stylenya nina agak ke buku anak-anak, sementara rizky manga.
relatability ke kehidupan sehari-hari: gak otomatis memperbagus gambar, tapi IMO ini bisa nambah "koneksi" penikmat gambar ke pesan gambarnya tergantung cara pake. still about kendra – aku suka cover ini. ketika dikasih brief "saling kunci kursi menteri", aku pribadi kepikirannya ya... kursi diborgol. some others probably would think the same. alih-alih pakai metafora yang, it works, tapi juga agak "emangnya kita bakal pernah liat kursi diborgol IRL?" kendra bikin metafora yang rasanya lebih dekat ke keseharian karena lebih mungkin ngebayanginnya kejadian: orang pergang bagian-bagian kursi (OK still weird to see that IRL, tapi at least bisa kebayang tukang bawa bagian kursi kalo lagi bikin kursi). kinda hard to explain, tapi kadang aku pribadi ngerasa kadang gambarnya jadi agak "tacky" kalo metaforanya terlalu "fantasi"... sama lebih jenaka & bisa memorable aja kalo nyambung ke keseharian? contoh lainnya cover tenang, ibu sudah di sini. ngetandem motor yang sein kanan belok kiri itu khas indonesia banget, jadi ada koneksi "bonus" antar pesan dan pengamat.
kayaknya ini aja dulu, yang masih terkait sama ruang lingkup twitter & gambar protes-protesan. panjang banget... well happy drawink dan tetap manyala ges
EDIT: lupa selipin link twitter yang norman rockwell, sudah ditambahin ya. MAAF WKWKWK
> Ga peduli lu anak RP atau anak SMP. Lu rakyat Indonesia.
*28 AGUSTUS 2025* Seorang Ojek Online, Affan Kurniawan (21) meninggal dilindas rantis Brimob. Kurang lebih 600 orang ditangkap polisi. Ini bukan pengalihan fokus masyarakat lagi. Ini pembunuhan oleh polisi, aparat, dan pemerintah kepada masyarakat.
Lebih seramnya, *lu ga akan bisa temukan berita ini di siaran TV Indonesia.* Silahkan buka mata, sekarang juga.
Setelah Joshua, Afif, Gamma, sekaramg Affan menjadi korban kebejatan polisi dan aparat Indonesia.
Affan masih seorang pelajar sama seperti kita, kakak kita, adik kita. Affan teman kita. Affan seorang *tulang punggung keluarga* di usianya yang masih 21 tahun.
Apa solusi dari istana? Hanya minta maaf.
Masih ada ratusan teman kita di sana yang terkena luka karena kebrutalan. Sebarkan! Semua orang harus tau! Semua orang harus sadar!