[PAHLAWANKU] "Kita tidak bisa hidup sendiri. Apa yang terjadi pada kita saat ini adalah karena doa dan bantuan orang lain" (Bapak, 2017) "Rin, aku tidak menduga bahwa ini Rini kamu. Aku inget banget dulu yang ngurusin BOP-B kamu" (Zubaidillah, 2017). Dua hari kemarin alhamdulillah Allah memberikan saya kesempatan bertemu dengan salah satu orang paling berjasa sehingga saya bisa kuliah di UI. Ka Farah, psikologi 2005, beliau adalah divisi Kemahasiswaan BEM UI ketika saya mendaftar di UI dan mengajukan BOP-B (keringanan bayaran uang pangkal dan SPP bagi mahasiswa baru UI). Bapak saya bukan orang kaya. Ketika saya mendaftar UI, gaji guru jaman itu tidak sefantastis gaji guru saat ini. Saya ingat sekali saat itu saya dengan Bapak bulak balik ke UI, Depok naik motor dari rumah menempuh sekitar 25 KM. Kami datang ke UI dengan tujuan meminta keringanan bayaran kuliah di UI. Alhamdulillah saya diterima di psikologi UI, namun uang pangkal masuk psikologi saat itu sebesar 15 juta dengan uang SPP sebesar 5 juta tidak mampu bapak saya bayar. Bapak saya sampai mengajukan keringanan tiga kali, hingga akhirnya dapat final UP dan SPP yang harus dibayarkan. Pengajuan pertama, kami dapat biaya bayar yang masih terlalu mahal. Kami mengajukan lagi dan masih tidak sanggup bayar. Sampai akhirnya dipengajuan ketiga alhamdulillah karena bisa dicicil bisa dibayar. Semua itu tidak lepas atas bantuan kakak2 BEM UI (Kak Farah dan teman-teman) yang mau membantu menjembatani kami dengan rektorat. Memverifikasi berkas, mewawancara, mensurvey, hingga akhirnya menyampaikan hasil kepada kami. Jasa Kak Farah sungguh sangat luar biasa. Tanpa Kak Farah dan kakak BEM UI yang lain mungkin saya tidak bisa kuliah di UI. Terimakasih Kubik Training sudah mempertemukan kami. Terimakasih Kak Farah atas segala jasa-jasanya, semoga kakak selalu ditolong Allah dalam segala kesulitan. Amin #diketiksambilnangis #ingetjamanS1 #bemui #kesmabemui #bopb #mabaui #jangantakutmasukui #psikologiui #yukmasukui #ayomasukui #gaknemuakunkafarah












