Ada beberapa hal yang sempat ditulis sebelumnya tentang hal ini. Bukan suatu yang gamblang untuk dipahami, namun sebuah kode yang nyata. Ini pun bukan hanya sekedar kisah yang hanya dibaca ataupun didengarkan dari mulut ke mulut. Ini sebuah hal yang rumit namun bisa dipahami. Ini, mungkin, sebuah pengakuan.
2013
Dua kutub itu muncul dengan nyata di kehidupan. Ada saat dimana kutub terkelam, terdalam, tertutup, dan terapat muncul. Ia menyisakan suatu hal yang gelap dan begitu banyak kebisingan yang mencekam di dalam kepala. Membuatmu terintimidasi dengan segala kebisingannya, yang tak bisa dihentikan, mereka berkecamuk tiada henti.
Berbeda dengan kutub satunya yang selalu di atas awan, membuatmu terbang bahkan menikmati tak menapak di tanah. Ia membawamu menyapa setiap orang, tersenyum pada setiap benda. Bahkan menorehkan pena, mengetik belasan proposal, menggambar, dan sederetan kegiatan yang dapat dikerjakan saat itu juga. Berhari-hari, dibawa terbang, tak ingin diturunkan.
Mereka berganti begitu cepat dan sangat tak terprediksi. Hingga suatu saat ke duanya menghilang. Menghilang tak membekas.
Frase di atas menggambarkan dua hal yang berlawanan, namun nyata terjadi. Kasus ini sangat banyak di masyarakat. Dengan kadarnya yang berbeda-beda, hampir sebagian orang mengalaminya. Dapat muncul karena suatu perkara, namun sebagian besar muncul begitu saja.
Akhir 2013
Halo ibu. Senang mengenalmu. Bukumu menjadi suatu pembuka, bahwa tiap individu tidaklah sendirian menghadapi segala tantangan dalam hidupnya.
Di Oktober 2013, ada sebuah buku yang sangat menarik yang tidak sengaja kutemukan. “Mereka Bilang Aku Gila”. Bu RY Kusumaningtyas, terimakasih atas buku yang menjadi pembuka kenapa bahasan psikologi anak itu sangat perlu dipelajari. Semoga ibu selalu sehat dan terus menginspirasi orang-orang yang lain.
2015
Mbak, entah apa yang membuatmu saling bertukar pesandenganku. Segala pengakuanmu yang menakjubkan membuatku luluh. Meski dengan begitu banyak hal mengejutkan, kau menjadi sosok inspiratif bagi orang-orang yang bahkan mungkin belum kau tau. Mungkin kau akan jadi ibu RY yang berikutnya.
2016
Mbak 2015, kini usahamu sudah nyata hasilnya, sangat menakjubkan. Berkali-kali diundang di media televisi untuk menjelaskan. Sungguh perjuanganmu menghadapi dua kutub itu menakjubkan. Tak akan ada yang membahas tentang kutub ini, karena kau menutupinya dengan segudang prestasi.
2017 awal
Mbak, malam itu mungkin kau datang dengan segala hal yang sudah kau pendam sejak kau balita. Berujung pada kesadaranmu yang diambil alih oleh sistem emosi di otak. Sepertinya bukan suatu kebetulan semata kenapa saat itu giliranku berjaga. Dengan gejala yang lebih parah, akhirnya harus diberikan penyeimbang.
Stase terakhirku sebagai seorang dokter muda, amatlah berkesan. Banyak hal yang ditampakkan padaku pada penutup pendidikan profesiku. Sebagian besar orang tidak bermasalah dengan kelainan mental mereka, baik itu cara bersikap, kepribadian, hingga yang betul sakit. Banyak yang belum mengenal diri mereka sendiri, sehingga jika ada hal yang kurang sesuai mereka belum tentu mengerti. Lagi-lagi diingatkan untuk belajar lebih banyak mengenai tumbuh kembang anak dan remaja. Karena sejatinya hal-hal seperti ini bisa dicegah jauh sebelum orang tua dari anak-anak itu lahir.
September 2017
Aku sangat bersyukur kau mencariku di tengah keadaanmu yang sudah membaik. Bercakap berjam-jam bukan sebuah solusi pasti, namun kuharap bisa meredakan segala hal yang membayang tiap hari. Kekosonganmu, segeralah dicari mengapa. Teramat bersyukur saat akhirnya kau memutuskan untuk berkonsultasi ke pihak yang lebih senior dariku. Semoga lekas membaik, semoga kontrol dirimu makin baik mbak.