Inilah gue...
Hai nama saya Janatun Rahmilah. Bicara masalah, eh bukan masalah sih. Bicara tentang kepribadian, bisa di bilang saya ini banyak kepribadian. Kadang mellow bikin puisi ini itu yang kadang saya sendiri pun kagak ngarti. Kadang pendiam, iya serius! Aku bisa jadi orang pendiam loh, di depan mereka yang tak mengenalku. Tapi kebanyakan hidupnya penuh kekonyolan. (Astagfirullah...) Iya gue sering banyak munculin kepribadian konyol, entah karna buku bacaan, lingkungan, atau gara-gara berteman dengan mereka hey orang-orang konyol! (Haruuuh) Kepribadian ini terlihat saat bilang aku, saya, atau gue. Tapi seringnya enak bilang gue. Kata 'aku' biasanya hanya ada dalam puisi gue yang alay gak ketulungan. Kata 'saya' untuk berkumpul dengan orang-orang formal, iya dengan mereka. You know lah siapa. Ya para pejabat kampus (ekekek). Tapi jujur, dari SMA, gue gak bisa bilang 'aku', selalu formal dengan kata 'saya'. Jangan tanya kenapa, bilang 'aku' tuh serasa geli! Tapi sekarang mah apa aja boleh. Gue suka dengan gaya sekarang, bukan so so an bilang 'gue'. Tapi nyaman dan pas aja sama kepribadian asli gue. Gue sering ngepost hal-hal konyol yang mungkin bisa jadi bahan kontroversi bagi sebagian pihak. "Muslimah kok kelakuannya begitu?" Duh gue kadang bingung kalo disindir model begini. Hey, iya gue tau kalo gue muslimah tapi please da aku mah apa atuh belum bisa sesempurna mereka para penghafal quran yang selalu gue kagumi. Gue belum bisa menundukan pandangan, belum bisa menjadi muslimah seutuhnya, belum bisa seanggun yang lainnya. Tapi sob, inilah gue. Inilah aslinya seorang Janatun Rahmilah yang perlu kamu tahu. Agar kelak kamu tidak menyesal saat milih gue. (Tuh kan GR nya keluar!) Gue gak pernah minta yang macem-macem. Dulu pernah sih minta sama Allah pengen yang begini lah begitu lah. Tapi gue sadar diri guys, diri gue aja belum baik seutuhnya. Tapi gak apa-apa kalaupun kamu meminta pasangan yang lebih baik darimu, yang bisa membimbingmu, itu bagus. Kan berdoa mah gratissss. Gue hanya minta seseorang yang sama-sama pengen menjadi lebih baik, yang sama-sama berusaha memantaskan diri, yang sama-sama ingin paham, yang sama-sama ingin belajar. Ya pokoknya yang sama-sama terus lah. (Aselolee) Gue juga bisa galau, jelaslah gue kan masih wanita. Meskipun hanya setengahnya. (Duh!) Gue mah gini orangnya. Kalau kamu gak suka kepribadian kaya begini, ya gak usah dipilih. Langka model begini mah, cuma pawang tertentu yang bisa naklukin gue. (Edan!!) Oh iya kalo nyari yang lemah gemulai bukan gue orangnya. Nyari yang calm, bukan gue banget. Nyari yang adem, sejuk, yang cuma bisa manggut-manggut, aduh bukan gue kayanya. Gue ya gue. Inilah penilaian gue terhadap diri gue pribadi. Terserah kamu menilainya seperti apa. Tapi gue dong yang lebih jago seperti apa diri gue. So just enjoy your life pokoknya mah. Gue cukup memegang prinsip imam absurd yang satu ini. "Aku tidak berusaha lebih baik dari orang lain, aku berusaha menjadi lebih baik dari diriku yang dulu" Gue bersyukur mengenal mereka yang selalu mengingatkan gue tentang akhirat. Gue sangat butuh itu. Gue juga suka sama mereka teman-teman yang konyol. Setidaknya mereka selalu menemani kekonyolan gue, tanpamu gue garing. Garing nidji. (Lucu gembel!) Kalau lagi-lagi kamu tak menyukai perilaku dan tutur bahasa gue. Nasehatin gue secara personal, dengan cara baik. Karna gue butuh juga nasehat-nasehat macam tuu. Tapi sejauh ini menurut gue pribadi, masih dalam batas yang wajar. Kalaupun menurutmu, gue gak wajar. Ah itu karna kamu turunan ningrat kali (bah!) Inilah gue, hobinya guyon, sukanya bercanda, kadang ngawayang. Sesuai pesanan lah.. Gue bisa jadi orang serius, ya seperti saat mereka curhat ke gue. Duh rempong ye, dicurhatin cinta ke yang jomblo mah. (Hupir) Gue juga bisa jadi pendengar yang baik, mendengarkan keluh kesah sobat gue. Ya karna salah satu motivasi gue adalah 'kepo is care' (wkwk) Gue bisa jadi apa aja sesuai pesanan. Tapi bukan wanita pesanan apalagi sewaan (wew naudzubillah). Makin enek kan? Nah itulah! Ada batasnya kalau kamu ingin mengenal seluk beluk seseorang. So, ambil yang baiknya aja ya. Kalau ada yang buruk dari gue, gak usah ditiru okeh, kan buruk hhe. Inilah gue. Doakan biar jadi wanita sholehah (aseeek) Sekonyol apapun hidup gue, tetep kudu inget sama kematian. Mau bawa apa nanti kalo gue mati, cuma kekonyolan kah? Jangan dong. Belajar ilmu agama itu kan sampe liang lahat, akhir pemberhentian belajar itu adalah maut. Jadi, gak mau lah gue juga kalau mati konyol. Untuk kamu yang nyesel kenal gue, mending stop dari sekarang aja ya. Kasian, ntar batinnya tersiksa. (Oh nooo!) Inilah gue...














