Batas.
Kaca-kaca jendela menampakkan gurat hujan
Dipisah cangkir kopi kita berhadapan
Kau lantas menanyakan
Hal-hal yang tak perlu jawaban
Tentang pikiran yang menjadi ketakutan
Tentang apa-apa yang kemudian kau persalahkan
Aku, menyendiri di keramaian.
Bangku sebelah kini telah menemukan Tuan
Enggan terdengar, suaramu nyaris kau hilangkan
Kau berbisik pelan,
"Aku sedang memperjuangkan,
Apa-apa yang akan memerdekakan,
Buah hati kita kelak di masa depan"
Aku, tersesat di antara obrolan.













