Hari Ini, Gak Sholat, Gak Keren! . . #gaksholatgakkeren #backtomasjid #remajamasjid #berjamaag #rapatkanshaf #luruskanshaf #IslamItuKeren #SholatItuKeren #TaatItuKeren
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Singapore
seen from Japan
seen from Canada
seen from United States
seen from France
seen from Argentina
seen from United States
seen from Macao SAR China
seen from Brazil

seen from United States

seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
Hari Ini, Gak Sholat, Gak Keren! . . #gaksholatgakkeren #backtomasjid #remajamasjid #berjamaag #rapatkanshaf #luruskanshaf #IslamItuKeren #SholatItuKeren #TaatItuKeren
Jujur lebih baik. "MENINGGALKAN SHALAT". Jangan karena kesibukan dunia kalian meninggalkan shalat. "Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu, melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya." -USMAN BIN AFFAN . Silaturahmi dengan Helwa: WA: 0813-6310-3552 BBM: 52655720 IG: @sahabathelwa FB: fb.me/sahabathelwa Telegram: https://t.me/sahabathelwa Toko Helwa: Web: www.geraihelwa.com Shopee: https://shopee.co.id/geraihelwa [GRATIS ONGKIR] Tokopedia: https://www.tokopedia.com/geraihelwa Bukalapak: https://www.bukalapak.com/u/geraihelwa #yukhijrah #islamituindah #islamitukeren #shalat #jujur #tafakur #zakat #dirikanshalat #ibadah #sahabathelwa #helwa #geraihelwa #kaosdakwah #bajudakwah #bukumuamalah #bukuislam
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali. Apa yang paling ringan di dunia ini? "MENINGGALKAN SHALAT". Jangan karena kesibukan dunia kalian meninggalkan shalat. "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat." (QS. An Nur: 56) Silaturahmi dengan Helwa: WA: 0813-6310-3552 BBM: 52655720 IG: @sahabathelwa FB: fb.me/sahabathelwa Telegram: https://t.me/sahabathelwa Toko Helwa: Web: www.geraihelwa.com Shopee: https://shopee.co.id/geraihelwa [GRATIS ONGKIR] Tokopedia: https://www.tokopedia.com/geraihelwa [GRATIS ONGKIR - APP ONLY] Bukalapak: https://www.bukalapak.com/u/geraihelwa #yukhijrah #islamituindah #islamitukeren #shalat #tafakur #zakat #dirikanshalat #ibadah #sahabathelwa #helwa #geraihelwa #kaosdakwah #bajudakwah #bukumuamalah #bukuislam
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali. Apa yang paling berat di dunia ini? "NAFSU". Berhati-hati lah dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raf: 179) Silaturahmi dengan Helwa: WA: 0813-6310-3552 BBM: 52655720 IG: @sahabathelwa FB: https://goo.gl/bytnZF Telegram: https://t.me/sahabathelwa Toko Helwa: Web: www.geraihelwa.com Shopee: https://shopee.co.id/geraihelwa [GRATIS ONGKIR] Tokopedia: https://www.tokopedia.com/geraihelwa [GRATIS ONGKIR - APP ONLY] Bukalapak: https://www.bukalapak.com/u/geraihelwa #yukhijrah #islamituindah #islamitukeren #nafsu #tafakur #kendalikannafsu #ibadah #sahabathelwa #helwa #geraihelwa #kaosdakwah #bajudakwah #bukumuamalah #bukuislam
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? "MATI". Sebab Allah telah berjanji bahwa setiap yang berjiwa akan merasakan mati. "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali 'Imran: 185) Silaturahmi dengan Helwa: WA: 0813-6310-3552 BBM: 52655720 IG: @sahabathelwa FB: https://goo.gl/bytnZF Telegram: https://t.me/sahabathelwa Toko Helwa: Web: www.geraihelwa.com Shopee: https://shopee.co.id/geraihelwa [GRATIS ONGKIR] Tokopedia: https://www.tokopedia.com/geraihelwa [GRATIS ONGKIR - APP ONLY] Bukalapak: https://www.bukalapak.com/u/geraihelwa #yukhijrah #islamituindah #islamitukeren #mati #tafakur #persoalanhidup #hidupmati #sahabathelwa #helwa #geraihelwa #kaosdakwah #bajudakwah #bukumuamalah #bukuislam
Mengambil Hikmah
Jika manusia sejenak mau berfikir tentang hakikat dirinya dan setiap skenario rencana indah-Nya maka akan dia temukan begitu banyak nikmat-nikmat Allah yang bertebaran dan berserakan di bumi-Nya Allah. Dari tadi pagi, siang, sore bahkan malam hari ini Allah memberikan ku begitu banyak pelajaran dari orang-orang yang aku temui satu harian ini.
* Pagi hari di Mushola FISIP UI lantai 2
Hari ini adalah pertemuan perdana dengan adik-adik kelompok mentoring yang in sya Allah akan aku bina selama beberapa pekan ke depan. Dari tujuh orang mente Alhamdulillah ada dua orang adik mente yang bisa meluangkan waktunya, sementara adik-adik lainnya di sebabkan satu dan beberapa hal mereka berhalangan untuk bisa datang(semoga bisa Full team minggu depan) . Awalnya biasa saja, aku memulai pertemuan perdana ini dengan menyuruh mereka menuliskan biodata diri kemudian kami berbagi informasi satu sama lain, dan bercerita tentang dunia kampus yang sedang kami gelutin saat ini.
Kemudian satu suntikan dari otak yang masih sadar tiba-tiba aku ucapkan kepada mereka “Alhamdulillah diantara ribuan anak FISIP, ratusan anak FIA, Puluhan anak Administrasi di KAIFA dan tujuh orang anak yang berada dalam kelompok ini terdapat dua orang yaitu Anggina dan Novia yang Allah mudah kan langkah kakinya untuk bisa hadir di pertemuan perdana ini. Dik, salah satu bentuk kecintaan Allah kepada hamba-Nya adalah ketika Allah mudahkan langkah kaki hamba-Nya untuk mengenal dan mempelajari ilmu-Nya Allah. Semoga Allah kuatkan dan jaga langkah dan keistiqomah kalian dan kakak untuk sama-sama belajar menjadi pribadi yang lebih baik”
Berat rasanya ucapan itu terdengar bukan, apalagi jika di dengar oleh para aktivis yang baru mengenal dunia dakwah kampus. Tapi tidak juga, dari kalimat yang barusan ku ucapkan, aku perhatikan mereka bisa menangkap arti dari kalimat tersebut (semoga saja benar). Karena tiba-tiba ada sebuah kaca bening di bola mata mereka dan kata Aamiin yang terdengar begitu tulus di bibir mereka ditambah berbagai pertanyaan yang mulai bermunculan dari meraka
“Apa itu mentoring, kegiatan mentoring , apa bedanya dengan halaqoh, gak takut di doktrin, kapan kakak mulai ikut mentoring , kenapa betah ikut mentoring, etc”.(ditambah ada beberapa pertanyaan yang belum bisa aku jawab dan menjadi PR bagiku di pertemuan berikutnya)
“Amanah itu menuntut dan menuntun kita untuk menjadi lebih baik” kalimat ini diucapkan oleh seorang senior ketika menyakinkan ku untuk memegang sebuah jabatan di kampus. Begitupun hari ini, kalimat ini kembali menjadi penyemangat ku. yah karena membina adik-adik yang super kritis, kreatif dan aktif ini juga akan menuntut dan menuntun ku untuk harus bisa menjaga mereka dengan baik. Dan tentunya sebelum mengajarkan pada mereka aku harus mencontohkan dan mempraktikanya terlebih dahulu pada diriku. Dik, afwan kakak mu yang satu ini juga masih belajar dan berproses maka mari kita sama-sama belajar berdiri dan berlari mengejar takwaNya bersama.
Di waktu berikutnya tiba-tiba aku meluncurkan sebuah pertanyaan
“ Dik, apa arti teman/sahabat sejati buat kalian?” .
salah satu diantara mereka menjawab “ orang yang ada disaat sedih maupun senang, mengerti keadaan kita dengan baik, dan selalu kasih kabar”.
Salah seorang lainnya pun menjawab “ saya gak tahu kak arti sahabat sejati itu apa, karena keluarga saya selalu pindah-pindah jadi saya tidak pernah dekat dengan orang lain”
“Banyak orang bilang teman atau sahabat sejati adalah mereka yang ada di setiap segala situasi dan kondisi kita, dia yang menguatkan dan membangkitkan semangat kita dan paling mengerti keadaan kita. Tidak ada yang salah dengan pengertian ini, tapi sesungguhnya sahabat sejati adalah mereka yang selalu menyebut nama-nama kita di setiap doa-doanya, mereka yang meskipun tidak ada di saat-saat kita butuhkan atau di saat-saat tereberat dalam hidup kita tapi, mereka selalu menguatkan kita dalam doa yang paling rahasia. Kita yang juga menyakini bahwa mereka sedang menjaga kita dan memeluk erat-erat pundak penuh beban ini dalam doa yang tersembunyi”.
Tiba-tiba mata ku mulai berkaca-kaca, suara ku pun mulai bergetar dan agak tertahan. Bayangan itu muncul dalam ingatan ku, perjuangan dua tahun belakangan ini hingga satu persatu wajah mereka pun berhamburan dalam memor ku ada Devi, Dilla, Tia, Eve, Fitri, Intan, Suci, Oci, Sulis, Uli, dan wajah-wajah lain dengan perjuangan mereka yang luar biasa, mereka yang tak bisa ku sebutkan satu per satu namanya disini, paling spesial adalah gengs Akpro (dengan kakak puta nya, Mutsla, Nisa, Dwi, dan Emil).
Rindu, aku rindu dengan mereka semua. Apa kabarnya kalian? Lama rasanya kita tidak saling berbicara atau sekedar bertegur sapa. Bagaimana aktivitas dan kesibukan kalian ? semoga Allah selalu menjaga kalian dan menguatkan pundak-pundak kalian. Tak apa, jika saat ini kita sedang berjauhan dan menyibukkan diri. Tapi semoga nama-nama kita tetap saling berhamburan, bertemu dan saling menyapa di langit-Nya pada setiap doa dan malam-malam-Nya yang syahdu.
Aku diam cukup lama untuk kembali menguatkan hati. Kemudian dengan sangat sok bijak ku ucapkan pada mereka “Semoga kalian menemukan sahabat sejati yang sesungguhnya, yang doanya tak pernah putus untuk menjaga keistiqomahan kalian pada ketaatan pada-Nya”.
Terimakasih adik-adik berkat pertemuan hari ini melalui kalian Allah membidik hati ku pada sasaran yang tepat.
* Siang hari selasar Selatan MUI pada Halaqoh Pekanan
Hari ini mba phi berhalangan hadir karena sakit magnya kambuh. Padahal mba Phi sudah hampir setengah perjalanan untuk tiba di MUI. Oh ya, lama waktu perjalanan mba phi dari rumah menuju MUI Depok kurang lebih dua jam dengan beberapa kali naik transportasi umum ditambah jalan kaki yang cukup jauh untuk keluar dari gang rumahnya. Semoga lekas sembuh Mba, dan sakitnya menjadi penggugur dosa-dosanya. Semoga Allah membalas setiap lelah perjuangan mba dalam mengajarkan dan membina kami para binaan mu, dan semoga kami bisa mengikuti jejak mu untuk menjadi pejuang dakwah (Aamiin).
Meskipun musyrifah berhalangan hadir kami tetap melanjutkan pertemuan pekanan ini, biasanya akan dicarikan musyrifah pengganti atau jika tidak sempat maka kami akan me riview dan berdiskusi terkait materi sebelumnya. Kali ini Mba Phi mengamanahkan ku untuk memimpin diskusi.
Inilah beberapa hal yang kami bicarakan
Berawal dari kepercayaan bangsa yunani hingga menjadi pengetahuan di masyarakat luas bahwa manusia itu terdiri dari jasmani dan rohani. Dan parahnya lagi menjadi kepercayaan yang melekat pula bahwa manusia yang baik adalah ketika rohani nya tinggi dan jasmani nya rendah, begitu pun sebaliknya manusia yang jahat adalah ketika rohaninya turun dan jasmani nya naik.
Padahal sesungguhnya, dalam islam manusia adalah fisik yang Allah ciptakan. Masalah ruh yang artinya sama dengan nyawa, merupakan hal yang tidak boleh di pertanyakan oleh manusia. Karena ruh= nyawa adalah Sirul hayat (rahasia kehidupan) yang merupakan haknya Allah. Hal ini sesuai dengan QS Al Isra’ yang artinya
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit. -QS Al Isra’ 17: 85- )
Namun ruh= aspek ruhiyah yaitu kesadaran manusia sebagai hamba akan hubunganya dengan Allah sebagai pencipta perlu kita kaji. Maksud dari mengkaji di sini adalah ketika kita sebagai manusia mencari tahu, mengkaji dan memperdalam apa saja yang menjadi perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. Kita sebagai hamba yang menyadari akan adanya perhitungan dari keterkaitan perintah dan laranganNya Allah. Ketika manusia mampu menghadirkan aspek ruhiyyah dalam aktivitasnya, maka manusia itu akan menjadi manusia yang pemikirannya bangkit.
Artinya disini, manusia tersebut akan bijak memilah-milih mana yang di perbolehkan dan mana yang di larang oleh Allah. Tujuan dari kepatuhan yang kita lakukan adalah semata-mata mendapatkan Ridha-Nya Allah. Maka sudah selayaknya dalam setiap aktivitas yang dilakukan kita menghadirkan aspek ruh (kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan Allah). Poin pentingnya selalu hadirkan Allah dalam setiap aktivitas yang di lakukan baik ketika belajar, menuntut ilmu, bekerja, beribadah, memulai aktivitas bahkan mau marah pun hadirkan Allah. Karena kita akan bijak mempertimbangkan apakah perbuatan yang sedang dan akan di lakukan itu membuat Allah Ridha atau sebaliknya malah membuat Allah murka.
Sebagai ciptaaNya Allah tentu Allah lah yang paling tahu aturan yang tepat untuk ciptaaNya. Aturan yang dibuat untuk melindungi dan menjaga ciptaaNya, tentu selalu tepat dan tidak pernah berubah atau berkembang. Tinggal bagaimana ciptaaNya mau mengikuti aturaNya atau malah memilih aturannya sendiri yang sesuka hatinya.
Perbincangan kami berlanjut sampai pada titik ketika seorang ibu bekerja di luar rumah demi menghidupi keluarganya.
Wahai perempun yang saat ini sedang berjihad demi memenuhi kehidupan keluarganya, semoga Allah menjaga kalian tetap dalam ketaatan padaNya dan semoga Allah mudahkan urusan kalian dan semoga segala jerih dan lelah yang kalian lakukan di balas pahala oleh Allah dengan sebaik-bakinya (Aamiin). Pria, sadarkah kamu sebenarnya mencari nafkah adalah kewajiban mu sebagai seorang suami dan ayah. Harta yang diperoleh istri dalam bekerja bukan hak mu tapi sepenuhnya menjadi haknya istri atau sedekahnya untuk keluarganya.
Dalam islam belajar dan menuntut ilmu adalah kewajiban. Maka, sah-sah saja bagi perempuan bersekolah tinggi-tinggi dan menjadi seorang perempuan cerdas yang ber intelektual. Namun, kewajibanya perempuan untuk menuntut ilmu bukanlah semata-mata untuk bekerja, melainkan untuk anak-anaknya serta menyalurkan dan memanfaatkan ilmunya pada manusia. Seorang anak sebagai tonggak kehidupan masa depan akan sangat ditentukan bagaimana ibunya memainkan perananya. Ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu yang sejak dini sampai tumbuh dewasa mampu menanamkan, mengajarkan dan menyadarkan anak-anaknya peran, visi dan misinya dalam kehidupan ini.
Lalu kami bertiga sepakat, begitu berat peran seorang perempuan yang kelak akan menjadi Ummu warrabbatul Ba’it. Dengan peran yang di jalankan nya akan sangat menentukan kualitas anak-anak masa depan yang kelak akan dilahirkan.
*** Ba’da Ashar selasar selatan MUI
Ketika melihat seorang akhwat berkerudung panjang dengan gamisnya yang lebar tak hayal sering sekali manusia menilai bahwa perempuan itu adalah perempuan suci yang sudah sempurna, yang sudah tinggi ilmunya, yang tidak boleh salah. Terkadang pula segala tindak tanduknya menjadi icon dan dinilai dengan sangat rigid. Bagi kebanyakan orang pula aneh rasanya ketika ada seorang akhwat berkerudung panjang melakukan sebuah kesalahan.
Padahal, tahu kah kalian bahwa kami juga tidak jauh berbeda dengan kalian-kalian yang masih belum mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh dan menutupi kain kerudung ke dada (Qs. Al-Ahzab: 59 dan Qs. An-Nur: 31). Bahwa sebenarnya kami sedang belajar berproses untuk menjadi baik bahkan terkadang kami masih terseok-seok untuk menjadi perempuan yang taat pada Rabbnya. Ada kala dimana iman kami turun, atau futur melanda hati-hati kami yang terkadang tanpa sengaja membuat kami melukai perasaan kalian, yang terkadang pula membuat kami melakukan sebuah kesalahan dan dosa.
Tapi, kami juga sedang berproses dan belajar keras untuk memperbaiki diri kami. Kami juga sedang belajar untuk selalu kembali bangkit memompa iman-iman ini untuk naik dan berkembang .
Maka, ketika kami melakukan sebuah kesalahan cukuplah ingatkan kami dengan cara yang akhsan dan benar. Bukan dengan menghujat dan menyalahakan pakaian ini apalagi menyalahkan agama ini. Salahkan saja diri ini yang masih belum baik, tapi janga nilai kesalahan kami sebagai kesalahan dari agama ini. Agama ini sempurna, kami saja yang masih belum baik. Bantu kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Salam dari aku yang belum baik dan sedang belajar keras untuk menjadi taat dan baik.
Pembicaraan Jum’at sore tadi di Selasar Selatan MUI dengan seorang kakak yang istimewa.
*Malam hari _Kejadiannya baru saja beberapa jam yang lalu, saat seorang ibu hebat menguatkan pundak ini.
Beberapa hari ini aku merasa perasaan sendiri dan ditinggalkan, meskipun terkadang aku harus menguatkan diri sendiri bahwa ada Allah, Allah akan selalu ada dan memperhatikan ku dengan sangat baik dan teliti.
Tapi, Sebuah pesan masuk mengingatkan ku isinya seperti ini
“ketika kita merasa sendiri, merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Jangan pernah lupakan, ada orang-orang yang masih mau mengulurkan tangan, memberikan bahunya untuk disandarkan, memberikan semangat, hingga kepercayaan diri itu ada dan datang kembali. Perjuangan apapun itu, baik ketika kita bertarung dalam hidup, termasuk dalam dakwah menyebarkan islam dan kebaikan.
Berjamaah itu sangat indah, bukan sekedar punya banyak teman, punya tempat berbagi, tidak hanya sekedar itu. Ketika visi, misi itu bersama kita bangun.. yakin kemenangan itu akan menghampiri kita. Satu terjatuh, satu menghampirinya, dan yang lain pun yakin akan begitu karena sejatinya dengan berjamaah kita akan kuat.
Seperti yang pernah Ust Salim katakan ukhuwah itu soal iman. Ukhuwah berbanding lurus dengan keimanan. sesendiri apapun aku, kamu atau kamu yang lainya percayalah dengan iman tali Ukhuwah itu tetap akan ada dan terjalin. Karena berukuwah bukan hanya sekedar hadir dikala butuh untuk berbagi beban tapi kita yang menyakini bahwa sebenarnya mereka yang meskipun tidak ada disaat kita butuh tapi sebenarnya iman kita mempertemukan dan menyatukan ukhuwah itu. Karena sesunggunya, mereka juga ada di ujung sana memperhatikan dan membantu kita dengan caranya yang tak kasat mata.
Kau tahu apa yang paling romantis? Ya ber ukhuwah dalam islam itu adalah kisah paling romantis. Dalam diam yang tersembunyi dengan sangat rahasia kita menguatkan satu sama lain, kita menitipkan pada Dia sang penjaga yang paling aman untuk menjaga aku kamu dan kita semua dalam lindungan dan Ridho-Nya.