Another Trip to the Moon, Ismail Basbeth, 2015
seen from Mexico

seen from Kazakhstan
seen from China
seen from Sweden
seen from Poland

seen from United States
seen from India
seen from China

seen from Singapore
seen from China
seen from China

seen from Singapore
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China

seen from Singapore
Another Trip to the Moon, Ismail Basbeth, 2015
Menuju rembulan (Another Trip to the Moon) (2015) dir. Ismail Basbeth
Perjalanan Lain Menuju Bulan
Jujur saja hal pertama yang menarik perhatian saya membeli buku, atau lebih tepatnya karya eksperimental, ini adalah CDnya. Awalnya saya kira ini adalah karya musikalisasi Aan Masyur yang dibawakan oleh Frau, Zeke Khaseli dan yang lainnya (dan jujur lagi saya hanya tau 2 musisi yang saya sebut itu). Saya tidak tau siapa, apa dan bagaimana Ismail Basbeth pun juga dengan karya-karyanya. Di dalam Perjalanan Lain Menuju Bulan, Aan berhasil memaksa saya mendengarkan pengahayatannya dalam menuturkan dongeng tanpa melepaskan bait-bait puitisnya. Saya seperti sedang menjejaki alur yang cukup absurd dengan ditemani oleh pemandu jalan. Dengan sajaknya yang indah ditambah dengan foto hitam putih dari cuplikan film, membaca karya Aan kali ini menjadi lebih mudah tanpa mengurangi makna tersirat didalamnya. Selaiknya puisi khas Aan, ada segelintir getir yang membekas seperti secercap kopi. Setelah membaca puisi Aan dan pengantar dari rangkaian kolaborasi ini, sulit rasanya untuk tidak menyaksikan 2 bentuk karya yang lain. Film Another Journey To The Moon merupakan karya surealis yang dibuat berdasarkan representasi/adaptasi cerita legenda di Indonesia. Cerita Dayang Sumbi yang disebut sebagai contoh representasi hubungan Dayang Sumbi, Sangkuriang dan Si Tumang yang di transformasi menjadi Ibu, Asa dan Si Anjing rasanya tidak cukup menggambarkan relasi antara cerita asli dan hasil adaptasinya. Saya rasa dasar fiosofis cerita ini bisa tetap kuat tanpa menghubungkan dengan cerita masa lampau dalam rangka mendobrak ‘tradisi’. Pengemasan surealis juga menjadi nanggung, dengan menghadirkan sebuah dunia yang jelas berada pada dimensi nyata namun memiliki banyak keajaiban dunia fantasi. Keseharian manusia seperti tidur, makan, berburu dan mandi dihadirkan dengan detail dan lambat (seakan menguji kesabaran penonton). Sedangkan unsur fantasi kental seperti manusia anjing dan ritual Sang Ibu (dukun) yang bisa saya terima, menjadi tak tertahankan ketika adegan UFO muncul untuk mengambil mayat Laras. Pun demikian, ada beberapa hal yang bisa saya nikmati dari film ini. Kualitas sinematografi yang bagus dengan sudut yang fotografis (seperti dalam beberapa cuplikan pada buku) membuat saya setia menyelesaikan film ini. Atmosfer yang kelam dengan tone gambar muram juga menambah rasa surreal.
Serupa dengan mendengarkan dongeng secara lisan. Di titik ini lengkap lah sudah keseluruhan karya yang di rekatkan oleh visual, auditori dan tulisan. Musik yang dihadirkan dalam album ini merupakan rangkaian episodik yang ditutup oleh scoring film oleh Charlie Meliala. Lagu-lagu tanpa lirik (yang notabene sulit untuk saya pahami) justru lebih menarik perhatian saya. Sebut saja Mantra dan Terkekang Kebebasan, membaca buku sekaligus mendengarkan kedua lagu ini akan menambah rasa dalam memahami rangkaian karya.
Meski tidak semua serangkaian karya ini bisa saya nikmati (dan sukai), namun apresiasi atas kolaborasi begitu banyak pihak dalam mengembangkan Another Journey To The Moon patut di apresiasi tinggi.
Menuju rembulan | Another Trip To the Moon (Ismail Basbeth, 2015)
Review Talak 3: komedi romantis yang menyenangkan
Review Talak 3: komedi romantis yang menyenangkan
Jujur saja, saya tidak berharap terlalu banyak dari film Talak 3 ketika saya menyaksikan trailernya.
Trailer film Talak 3 dipenuhi dengan adegan-adegan yang berusaha untuk melucu tapi terkesan lebay tapi kok yah garing plus juga beberapa punchline yang agak-agak jayus layaknya joke om-om.
Beberapa film komedi NKRI sebelumnya yang hadir dengan trailer yang lebih “seru” saja jatuhnya pas-pasan dan…
View On WordPress
Talak 3, Film Cinta Segitiga Bella, Vino dan Reza Luncurkan Trailer Kocak
Talak 3, Film Cinta Segitiga Bella, Vino dan Reza Luncurkan Trailer Kocak
Film komedi romantis yg dibintangi tiga bintang papan atas tanah air : Laudya Cynthia Bella, Vino G Bastian & Reza Rahadian berjudul ‘Talak 3‘ baru saja meluncurkan trailer resmi nya.
Trailer berdurasi 2,5 menit dari film produksi MD Pictures tersebut menampilkan kelucuan dari pasangan yg telah pisah & mau kembali.
Vino G Bastian & Laudya Cynthia Bella yg umumnya tampil serius dalam film-film…
View On WordPress
Another Trip To The Moon - Trailer for Indonesian fantasy looks beautiful
Another Trip To The Moon – Trailer for Indonesian fantasy looks beautiful
I have no idea what is going on in these teasers, but it looks gorgeous. The film was inspired by Indonesian folklore.
It’s a magical surrealism journey of Asa, daughter of a shaman, who confronts her own mother, fighting for her own life and freedom.
Written & Directed by Ismail Basbeth, the film stars Tara Basro, Ratu Anandita, Cornelio Sunny, Endang Sukeksi, Mila Rosinta Totoatmojo.
Watch the…
View On WordPress