time to be fit yet 🤔 VI
seen from Morocco

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from Indonesia
seen from China
seen from Germany
seen from Australia
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from China
seen from United States

seen from Singapore
seen from China

seen from United States
time to be fit yet 🤔 VI
Tried pepperoni the other day. Now it’s my new favorite food. I’ll eat it all day everyday and no one can stop me! . . . . . . . . . . #cats #fridakatlo #catstagram #pepperoni #ismylove #forgetthesummerbod
sffb 7/21🖤💛🐝🐝🐝🐝🐝💫🌻🌻
90.000 (We for Us)
Mitos dalam menjalani sebuah hubungan pertemanan atau persaudaraan yang kini masih exist adalah “makan gak makan asal ngumpul”. Nampak sangat sederhana untuk menggambarkan kesederhanaan dalam memupuk kebersamaan dan solidaritas. Menarik memang, bagaimana perut dijadikan konotasi dalam menyikapi prinsip hubungan sosial. Bagi saya ada nilai lebih yang terkandung dalam mitos tersebut. Singkatnya perut dengan segala pernak-perniknya mengandung makna ego, sedangkan ngumpul bagi saya adalah rasa kebersamaan, rasa saling memahami juga rasa saling memiliki. Maka dalam hubungan pertemanan 90.000 saya, mitos tersebut saya maknakan dengan kebersamaan akan memenangkan ego, membuka hati untuk sesuatu yang lebih besar daripada isi perut serta melatih diri untuk berjuang dalam berkomitmen.
Konsep persaudaraan biasanya memiliki makna pengorbanan yang cukup besar. Berkorban bukan dalam konteks berperang atau yang lainnya ya, berarti bersedia memberikan sedikit hal dengan konsekuensi tidak akan pernah ada sesuatu yang menjamin hal tersebut akan kembali. Contohnya adalah waktu, nampak sepele dengan 5 urutan huruf yang bersatu menjadi kata waktu. Bagi pertemanan kami waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga, lebih berharga dari perut dan pernak-perniknya. Latar belakang kehidupan yang teramat berbeda membuat waktu jadi sesuatu yang harus kita korbankan. Kami berjuang demi waktu karena kami meyakini bahwa sesuatu yang tidak dapat kembali adalah detik yang baru saja berlalu. Maka dari itu dengan segala daya upaya kami berjuang demi waktu, dan memanfaatkannya dengan baik.
Bagi kami perbedaan latar belakang kehidupan tidak menyurutkan niat atau itikad untuk berjuang memenangkan kebersamaan. Ikatan kami begitu kuat, sampai-sampai waktupun dapat kami negosiasi, Ikatan kami begitu erat hingga tidak ada kesempatan bagi ego untuk menduduki jiwa kami, namun ikatan kami tetap bukan tanpa celah, karena itu kami mengedarkan cinta dan sayang untuk memberi kesegaran pada setiap rongga hati yang sekarat.
90.000 sebagai simbol pertemanan kami ambil dari nilai rupiah sisa perjuangan kami selama kurang lebih 9 bulan bersama. Prosesnya dimulai ketika kami dipersatukan untuk mengikuti salah satu ajang bergengsi oleh perusahaan tempat kami bekerja. Memang tidak semerta-merta kami dapat cocok atau klop, ketidaksadaran kami dalam menjalani kehidupanlah yang menyatukan kami. Pertemanan kami tidak cukup besar, hanya berisi 4 orang dengan komposisi 2 laki-laki dan sisanya perempuan. Teman pria saya sudah menikah, 3 sisanya (termasuk saya) masih berikhtiar dalam usaha menegakkan syariat agama. Seperti pertemanan pada umumnya kami juga memiliki media komunikasi yang tersandi, ex telegram atau whatsapp dengan menggunakan kode angka 90.000 sebagai nama grup. Pmebahasan kami juga berputar tentang pekerjaan, menggosip dan sesekali bermimpi akan liburan, saya tekankan dipoin ketiga cuma MIMPI. Kami cukup jarang menghabiskan waktu untuk hangout, dugem atau belanja seperti peer group kebanyakan. Cukuplah membeli jajanan yang ada di kantor kemudian kami duduk berempat dengan posisi kesukaan masing-masing untuk kemudian menghabiskan waktu yang kami punya dengan suka cita. Suka cita karena kami berhasil merayakan negosiasi kami dengan waktu, waktu yang tak kenal ampun untuk terus memburu kita dalam kondisi terlelap sekalipun. Waktu yang menyatukan serta memisahkan, waktu yang menghancurkan serta membangkitkan, waktu yang menidurkan serta membangunkan, untuk waktu yang akan terus maju seiring perjuangan kami, selamanya.
i just love this picture i did in photoshop for class.
The assignment was to use digital photographs as source images to produce a finished artistic image demonstrating use of layer blend modes.
for this picture I used a pic the view i had from my hotel room in Hawaii a few years back. A picture i took and filtered at La Loma Park (Modesto, CA) and a picture from IG of a girls LV shoes that i loved.
El amor de mi vida no tiene nombre ni apellido. Tiene historia & es un arte 😍 #balletclass #ballet #Ismylove
Ceezar -Birds On The Wire (OFF by MixtapeMania http://ift.tt/V3Dubj