Mimpi Menjelang Tidur
Menunjukkan pukul 23:19 waktu Kuala Lumpur, Malaysia. Saya masih terjaga belum juga merasa kantuk sedikitpun.
Terawang, tetiba merasa sangat haru meratapi diri yang masih jadi tanggungan negara, sedangkan teman2 sepantaran saya sudah banyak yang mengepakkan sayapnya, berkarya. Bukan tidak bersyukur.. aahhh bersyukur sekali malah, tapiii... kadang rasa takutpun ada, datang lagi dan lagi,
Apakah yang akan ku berikan sebagai balasan untukmu wahai negeri tercinta? 😐
Ya, saya memang tengah menempuh study master di negeri jiran ini dengan beasiswa. Beasiswa yang saya sangat syukuri telah menyandangnya..
Kembali menerawang ..
Entah akan menjadi apa diri saya nantinya, bekerja dimana dan dengan siapa ..tapi mimpi saya semenjak di bangku SMP tetap menyala. Perpustakaan Desa ..
Bukan perpustaan biasa. Karna saya ingin gudang buku-buku itu tak berlokasi jauh dari tempat tinggal bapak, tempat dimana saya dibesarkan, diasuh oleh orangtua yang juga gemar membaca. Hanya saja jika bukan karna keterbatasan penglihatannya karna semakin menua, dan ketidak nyamanan menggunakan kacamata, pastilah ayahanda sudah menamatkan ribuan bacaan.
Pastilah seru dan menggembirakan melihat sebelah rumah berdiri gubuk sederhana dengan rak-rak penuh koleksi buku bermacam genre. Rumah baca yang juga banyak koleksi permainan edukatif, ahhh betapa merdeka ria nya anak-anak yang belajar sambil bermain di rumah bacaku.
Selain itu pun, dan ini sebenarnya yang paling utama, bapak saya tidak akan merasa kesepian. Bapak saya akan sangat senang setiap harinya dikelilingi dengan buku-buku dan anak kecil yang ramai. Saya tidak ingin bapak saya merasa kesepian dihari tuanya.
Saling berkaitan kan? Bagaimana mimpiku saling berkaitan, mengubah suasana edukatif di desaku sekaligus membahagiakan ayahanda kecintaanku.
Semua semakin jelas... seolah mendesak lagi dan lagi.. aahhh kapan kah ku wujudkan?
Huffff.. Aku tersenyum. Sabar. Masa itu akan datang.
Aamiin.















