Bukan tentang aku, tapi mereka ☺
Sebagai seorang istri, pelajar rantau dinegara tetangga dan calon ibu adalah suatu yang bagiku hhmmm.. masyaallah membahagiakan.
Ya membahagiakan, karna dibuat bahagia. Kalo dibuat susah, ya susah beneran kali ya 🤔🙄
Sempat awal-awal hamil sampai bulan ke 5 merasa ingin fokus saja dengan kehamilan, dan mengesampingkan kewajiban study. Karna apa ya?? Ya karna ini kehamilan pertamaku. Dan aku masih tertakjub takjub dengan perasaan "ohhhh seperti ini ya rasanya hamil", masih tenggelam mengagumi kuasa Allah dan sempurnanya tubuh ini di design sedemikian rupa untuk mengembangkan janin didalamnya .. Allah kereeenn .. setiap minggu, ehh bahkan hari selalu ada saja yang ku "ohhh" kan ..
Gimana kabar thesis buk??? Haahaha .. seperti yang kubilang diatas, saat itu merasa ingin jadi ibu saja. Ingin fokus selalu meng "ohhhh" perkembangan2 baby dalam rahim, mengagumi setiap perubahan tubuhku.
Tapi itu dulu.. alhamdulillah itu dulu ..
Sekarang masuk dibulan ke7 sudah on fire lagi bersenang2 dengan thesis. Karena apa??
Belum lama aku sadar, kalo aku ada suami yang juga berjuang disini, mengalahkan egonya demi menemaniku ditempa disini. Bahkan sepertinya perjuangannya lebih berat. Apa aku setega itu menunda nunda pekerjaanku disini yang berarti akan berdampak lebih lamanya kami disini. NO. Saya tidak mau .
Akan ada juga nantinya belahan jiwa kami. Newborn yang akan menggantungkan hidupnya kepada saya. Sebentar lagi, sebentar lagi dia launching. Terus saya harus terus2an berleha2? Terbuai dalam kebahagiaan diberi rejeki oleh Allah tapi salah saya maknai?? No. Saya tidak mau.
Semakin saya menunda pekerjaan, akan semakin banyak waktu yang akan saya bagi nantinya. Bayangkan saja, waktu yang seharusnya saya bisa menyusui bayi saya dengan penuh kasih, ee malah disambi menyelesaikan proposal. Saya gak mau.
Waktu yang seharusnya saya bisa pillow talk berdua dengan suami setelah beliau pulang kerja, ee malah sayanya sibuk laptopan kejar target. Saya gak mau.
Maksud saya gak mau disini adalah untuk memotivasi diri untuk mengejar apa yang sekarang harus dikejar. Menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Agar besok tidak terlalu banyak interupsi dan bisa fokus mengurus dua baby. Bayi besar dan bayi kecil hehe🤗
Karna sekali lagi ini bukan tentang aku yang ngalor ngidul perut buncit kekiter kampus. Aku kuat. Bukan juga tentang waktu istirahatku sekarang yang harus disambi nulis2 berfaedah. Aku bisa. Bukan juga tentang tidur malamku yang tidak begitu nyenyak karna merancang bagaimana baiknya merancang thesis ini agar segera selesai. Sudah biasa 😅
Ini tentang mereka, perasaan mereka, waktu mereka .. saya tidak mau mereka merasa kehilangan sosok ibu dan istri pada saatnya nanti ketika saya memang benar2 dibutuhkan menjadi seorang ibu dan istri.
Untuk sekarang ayo genjot maksimal optimal 💪
Karna Mita bisa. Mita bisa karena Allah.