Saya teringat dengan nasehat Almarhum nenek saya dulu, ketika saya mau pergi merantau untuk mencari ilmu, saya lupa kalimat tepatnya, tapi intinya seperti ini "diajar sing bener, meh bisa jadi jalma" (belajar yang benar, supaya bisa jadi orang). -- Kalimat "supaya jadi orang" ini sering diucapkan orang tua zaman dulu, terutama mereka yang tinggal di desa-desa. Saya teringat dengan kalimat ini karena ternyata konsepnya sangat mirip dengan konsep pendidikan humanistik. Belajar untuk menjadi orang, dididik untuk menjadi manusia. -- Dulu saya berpikir kenapa harus "jadi orang" bukankah saya sudah menjadi "orang". Sekarang saya mengerti arti kalimat sederhana ini. Belajarlah, agar kamu jadi manusia yang tahu batas, manusia yang tidak rakus, manusia yang bebas menentukan pilihan, manusia yang tahu mana benar dan salah, manusia yang sanggup mendengar nurani, manusia yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, manusia yang berguna untuk orang lain dan lingkungannya, manusia yang benar-benar manusia bukan manusia yang bersifat "binatang". -- Ah, apakah nenek saya dan para orang tua kampung lainnya pernah belajar teori pendidikan humanistik? Ataukah memang pada dasarnya itulah pendidikan? Sederhana namun bermakna sangat dalam. -- Terkadang saya malu, saya yang katanya berpendidikan, dan hidup di kota besar ini, ternyata tidak tahu apa-apa. Karena kebijakan dan kebajikan bisa datang dari mana saja, walaupun dari seorang tua yang tinggal di pelosok desa, jauh dari hiruk pikuk peradaban. -- #30dj2 #30dj2day01 #jadiorang #pendidikan #pendidikanhumanistik #sekolah #pesantren #ypirijalulhikam https://www.instagram.com/p/BvsWYNGgnnb/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=14cm19uh3km5m













