Match 08: Real Mataram FC vs Jakarta FC (1-1) Another Draw
Hello..
Hasil yang cukup memuaskan, setidaknya kita tidak kalah dari Jakarta FC. Namun perlu evaluasi khusus mengapa kita gagal meraih kemenangan selama 5 pertandingan berturut-turut. Sebelum itu mari kita lihat starting eleven pertandingan kemarin
ON BENCH: Supriyanto, Reza, Andi, Munir, Jaja, Ryunthae, Iman.
20 Menit pertama pertandingan didominasi oleh Jakarta FC, namun tidak ada peluang yang membahayakan gawang RM. Entah kenapa Basualdo seperti mengurangi keagresifan barisan depan dengan memposisikan eko prasetyo untuk membantu pertahanan, jarang sekali terlihat winger ini maju seperti pertandingan sebelumnya.
Setidaknya Real Mataram mulai membenahi barisan belakangnya namun apa akibatnya? pasokan bola hanya berasal dari Bisri saja. Dengan badan yang kecil tidak heran pasokan bola mudah dihentikan barisan tengah Jakarta FC. Namun Bisri bermain baik sekali dalam memposisikan diri sebagai pemasok bola mulai menit2 berikutnya.Sementara Zainal Abidin? hmm tidak terlalu menonjol di match ini, mungkin masih belum 100% semenjak cederanya saat melawan Manado United 9..
Terlihat jelas ketergantungan tim ini terhadap Zainal dan Eko,namun semenjak Zainal cedera dan Eko ditarik lebih ke belakang, EKo dan Soller kurang mendapat umpan yang baik sehingga sulit menciptakan gol. Padahal Soller sedang dalam kondisi terbaiknya ,terlepas dari Eko Wijayanto yang masih belum fit 100 persen semenjak mengalami cedera melawan MU9.
Barisan pertahanan terlihat cukup solid dengan komando dr Nandri Eka, namun sekali lagi Dedik kurang tangkas dalam menghalau serangan dari kiri. Well, i miss Rudi Handoko..Entah kenapa dia belum bisa bermain, cederanya mungkin belum pulih..Dedik terlalu panik dan kurang mampu mengimbangi winger lawan, tapi Febre mampu menutupi kelemahan Dedik di pertandingan ini.
Berbagai peluang diciptakan RM ,menit 30 umpan dr Zainal gagal dimanfaatkan Soller yang tidak mampu mencapai umpan,sementara Tendangan Bebas Eko Prasetyo masih melebar ke kiri gawang.Skor masih 0-0 sampai turun minum.
Kick off babak kedua, Real Mataram mulai bermain lebih agrresif, Eko mulai maju ke depan dan menciptakan beberapa passing ke depan dan membahayakn gawang lawan namun masih mampu ditepis kiper Jakarta FC,Novri..
Hampir saja gawang RM kebobolan,namun penyelamatan gemilang Erik Bahtiar mampu membuat gawang RM aman dari gol.
Hingga akhirnya GOL di menit 65 oleh Soller, memanfaatkan bola mentah di kemelut gawang Jakarta FC dari Eko Wijayanto..gol kelimanya di musim ini, membuat dia tercata sebagai top skorer no 2 di Liga Primer.
Namun 3menit kemudian , De Poraz melalui tendangan volinya yang indah mampu membobol gawang RM di menit 68, benar-benar gol yang tidak akan membuat kita bosan melihatnya..
Pertandingan berjalan semakin ketat, masuknya Ryung Thae sebagai pengganti Ali Machrus mempercepat tempo permainan, sungguh sayang menurut saya, seharusnya Ryungthae masuk lebih cepat..Great attack midfielder!
Pertandingan berjalan cukup damai, melihat dari kartu yang dikeluarkan wasit, tidak ada keputusan gegabah dari wasit, yah bisa dibilang lebih baik daripada pertandingan sebelumnya.
FT 1-1 untuk kedua tim, tidak ada gol yang tercipta lagi,kedua tim saling berbagi poin.
(Soller 65, Poraz 68)
Evaluasi dari saya:
Real Mataram harus menjaga konsistensi di barisan pertahanan,kita terlalu seriing kebobolan setelah memimpin terlebih dahulu. Mungkin dengan comebacknya Rudi Handoko, bisa lebih dibenahi pertahanan RM
Komentar Basualdo:
"Meraih hasil imbang dari tim besar seperti Jakarta FC adalah hasil yang cukup memuaskan,namun masih banyak yang harus dibenahi dan kami akan berusaha meraih poin penuh di pertandingan berikutnya"
sumber: detiksport.com














