Keluh
Adalah sosok yang terlahir dari hubungan gelap, antara aku dan masalah. Aku menamakannya ‘Keluh.’ Nama yang sederhana, hanya terdiri dari 5 huruf, namun membawa segudang kerisauan. Wujudnya semu, namun terasa sesak dan menusuk. Mendekap tubuh ini, menggerogoti, dan menghisap sari-sari kebahagian. Ia bagaikan parasit yang menempel pada jiwa manusia.
Ya… namanya juga keluh, setiap manusia pasti pernah berada dalam fase itu, termasuk aku. Aku pernah mengeluh, mungkin hampir setiap hari. Mengeluh pada semua hal yang terjadi dalam hidup, bahkan hal sepelepun aku keluhkan. Penuh cacian, makian, hingga angkara menyelimuti diri, kala ekspetasi tak sesuai dengan realita. Kadang aku benci diriku, benci akan orang-orang, benci akan dunia, dan benci akan masalah-masalah yang menghampiri.
Kenapa aku harus seperti ini? kenapa aku harus mengeluh? Kenapa aku harus memiliki masalah? Kenapa aku tak punya daya? Kenapa aku harus gelisah dan risau akan hal itu? Kenapa, kenapa, dan kenapa aku harus mempertanyakan itu semua? Semakin kupertanyakan dan kukeluhkan, semuanya hanya akan semakin menumpuk, mengendap dalam otak, terbawa pembuluh darah, meracuni tubuh, membuat perlahan-lahan mati, dan terkubur dalam kedengkian.
Lihatlah diri ini, ia masih bernapas, masih berkedip, masih mempunyai tubuh yang utuh dan tak berhianat. Lantas jangan buat hidup ini sia-sia, lalu mati konyol, dan dikenang sebagai orang yang mati karena tercekik keluh atau ditusuk kesah. Hey Nugraha, mending kau tampar dirimu itu, dan lihatlah; batu dipukul air. Lihat kesekitar; daun jatuh diterpa angin. Buka matamu; langit dilapisi biru. Buka bajumu; pagi diselimuti dingin. Raba kulitmu; siang dibakar terik. Lihat ke barat; sore dibalut jingga. Peluk tubuhmu; Malam didekap gelap. Apa pernah kau melihat mereka mengeluh? atau menangis? Masing-masing dari mereka mempunyai cara tersendiri dalam memaknai hidup.
Ayolah, ini bukan saatnya mempermasalahkan itu semua, bukan saatnya juga untuk mengeluh. Mau sampai kapan diri mendebatkan itu? Percuma bung, semua itu tak ada gunanya! Bukankah semua hal di dunia ini memiliki masalah. Dan bukankah dalam setiap masalah selalu ada solusi-solusi. Kendalikan keluh ini, bukan malah sebaliknya.
Saat masalah menyapa hidup, dan keluh melanda diri, gak usah marah, apalagi lari menghindar. Itu memang sudah tugas seorang manusia. Menjalani hidup sebaik mungkin, sebagai bagian dari apa yang telah Tuhan tulis. Memiliki masalah, mengeluh, mencari solusi, dan menyelesaikannya. Begitu seharusnya, dan akan begitu seterusnya. Ingat Nugraha, kau boleh saja mengeluh, asal jangan tenggelam aja didalamnya. Keluh diperlukan kok, ia datang sebagai bahan evaluasi dalam hidup. Tuhan Maha baik, sengaja IA membuat hidupmu kompleks. Agar apa? Agar hidup lebih berguna, agar hidupmu menjadi lebih baik. Dan Tuhan juga gak akan memberikan masalah diluar batas kemampuanmu. Santai, nikamti, dan syukuri aja bung.
“Namanya juga hidup, berbagai macam hal bisa terjadi. Dan bersyukur adalah cara paling sederhana dalam menikmati hidup.”
-Malam, 15 Desember 2016













